Kompas TV nasional sapa indonesia

Belajar Berwirausaha di Pondok Pesantren Alyasin

Sabtu, 7 Desember 2019 | 10:21 WIB

Siapa yang bilang mondok atau menjadi santri hanya belajar membaca alqur'an dan kitab-kitab klasik saja dan tidak modern? 
 

Contohnya pondok pesantren yang satu ini. Pondok pesantern ini membuktikan bahwa pendapat serta pandangan masyarakat yang miring dengan menorehkan banyak prestasi.

Pondok Pesantren Terpadu Alyasini. Terletak sekitar 6 kilometer dari arah Pasuruan kota menuju Malang, pesantren ini telah banyak menghasilkan alumni-alumni yang dapat bersaing dimasyarakat. Tentu saja tidak hanya ilmu agama yang dapat mereka kuasai tetapi juga berbagai ilmu terapan juga banyak mereka pelajari dari pondok pesantren yang berdiri sejak tahun 1940.

Kyai Haji Yasin Badul Ghoni merupakan seorang ulama yang merintis dan menjadi pendiri dari pondok pesantren yang kini telah memiliki sekitar 3000 santri.  Baik dari wilayah Jawa Timur sendiri atau santri-santri yang berdatangan dari berbagai wilayah di nusantara.

Di pesantren ini para santri diberi berbagai keterampilan yang tentunya setiap keahlian dari ketrampilan yang diajarkan ini sangat di butuhkan oleh masyarakat. Para santri diperkenalkan dengan berbagai teknologi dari penguasaan komputer hingga pengembangan robotik.

Tidak hanya itu saja, para santri putri yang ada di Pondok Pesantren Terpadu Alyasini juga di perkenalkan dengan berbagai jenis ketrampilan seperti memanfaatan daur ulang sampah untuk bisa dijadikan aneka kerajinan yang memiliki nilai jual tinggi seperti busana atau gaun, pernak pernik bernuansa bunga dan berbagai macam lainnya.

Tidak ketinggalan bagi mereka yang menyukai kuliner, di pondok pesantren ini para santri juga di beri perhatian khusus agar mereka dapat mengembangkan minat dan bakat baik dari rasa maupun bentuk setiap sajian yang dihasilkan.

Masih banyak ketrampilan santri yang lain seperti pengenalan tentang dunia kesehatan serta perbankan.

Editor : edika ipelona



BERITA LAINNYA


Peristiwa

BPBD Evakuasi Warga Terdampak Banjir

Minggu, 25 Oktober 2020 | 08:30 WIB
Close Ads x
NEWSTICKER
08:45
JUMLAH KASUS KORONA DI DUNIA: 42.522.402 POSITIF, 28.691.126 SEMBUH, 1.148.490 MENINGGAL DUNIA   KEMENDAG DORONG EKSPOR PRODUK HALAL KE NEGARA YANG TAK TERGABUNG DALAM ORGANISASI KERJA SAMA ISLAM (OKI)   WAPRES MA'RUF AMIN SEBUT PERKEMBANGAN INDUSTRI HALAL HARUS SEIRING DENGAN KEBIJAKAN PRO-UMKM   POLISI TETAPKAN 11 TERSANGKA PERUSAK KANTOR DPD NASDEM MAKASSAR SAAT DEMO TOLAK UU CIPTA KERJA   GUBERNUR JATENG GANJAR PRANOWO SEBUT ADA KEPALA DAERAH SENGAJA TIDAK TES KORONA AGAR TETAP DI ZONA HIJAU   DISHUB JATENG: POSKO PANTAU AKAN DIDIRIKAN DI EXIT TOL BREBES, GERBANG TOL KALIKANGKUNG, DAN SIMPANG BAWEN-AMBARAWA   ANTISIPASI LONJAKAN PENDATANG SAAT LIBUR PANJANG AKHIR OKTOBER, DISHUB JATENG BUAT 3 POSKO PANTAU   PANTAU WARGA JALANKAN PROTOKOL KESEHATAN, BUPATI SUMEDANG PASANG CCTV PEMANTAU DI 5 TITIK KERAMAIAN   GUBERNUR DKI JAKARTA ANIES BASWEDAN SEBUT TRANSAKSI DIGITAL MENINGKAT HINGGA 64% SELAMA PSBB   SELAMA PANDEMI, GUBERNUR DKI JAKARTA ANIES BASWEDAN SEBUT 1 JUTA ORANG DI JAKARTA BEKERJA DARI RUMAH   CEGAH PENYEBARAN COVID-19, BUPATI LEBAK TUTUP SELURUH LOKASI WISATA SAAT LIBUR PANJANG AKHIR OKTOBER   JELANG LIBUR PANJANG AKHIR OKTOBER, PEJABAT SEMENTARA GUBERNUR JAMBI MINTA POS JAGA PERBATASAN DIAKTIFKAN   PANDEMI KORONA, MENKO POLHUKAM MAHFUD MD TEGASKAN PENANGANAN KESEHATAN DAN EKONOMI HARUS BERSAMAAN   MENKO POLHUKAM MAHFUD MD INGATKAN DOKTER SELALU MENGEDEPANKAN INDEPENDENSI DALAM BERTUGAS