HARIAN KOMPAS KOMPAS.COM KOMPASIANA.COM TRIBUNNEWS.COM KONTAN.CO.ID BOLASPORT.COM GRID.ID GRIDOTO.COM GRAMEDIA.COM KGMEDIA.ID
Kompas TV TALKSHOW rosi

Haikal Hassan: NKRI Syariah Berbeda dengan NKRI yang Bersyariah - ROSI

Jumat, 6 Desember 2019 | 23:25 WIB

Mengutip pernyataan Haikal Hassan, Jubir PA 212, ia menyatakan bahwa NKRI syariah berbeda dengan NKRI yang bersyariah.

Sebelumnya Rosianna Silalahi sempat meminta tanggapan Haikal Hasan soal hasil Ijtima Ulama IV yang mengajak umat berjuang mewujudkan NKRI yang syariah dengan prinsip ayat suci di atas ayat konstitusi.

Menurut penjelasan Haikal, NKRI yang bersyariah selama ini sudah dijalankan di Indonesia, seperti halnya undang-undang Perbankan Syariah, undang-undang zakat, undang-undang haji, sehinggal soal NKRI yang syariah tak perlu didiskusikan lagi.

Menjawab hal tersebut, Guntur Romli menyangsikan pernyataan Haikal Hassan. Jika memang NKRI yang bersyariah sudah berjalan, mengapa harus ada embel-embel syariah, bukankah cukup NKRI saja?

Temukan jawabannya di cuplikan dialog Rosianna Silalahi bersama Guntur Romli (Politisi Partai Solidaritas Indonesia), Haikal Hasan (Jubir PA 212), Hamka Haq (Politisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan), Sugito Atmo Prawiro (Ketua Bantuan Hukum Front Pembela Islam), dan Mardani Ali Sera (Ketua DPP Partai Keadilan Sejahtera) dalam tayangan ROSI eps Berdialog dengan Pengusung Khilafah, tayang 5 Desember 2019, di Kompas TV. Independen Tepercaya

Tayangan selengkapnya dapat disaksikan di https://www.youtube.com/watch?v=y6vWOKM8dtU&t=179s

Jangan lewatkan dialog seru lainnya di program ROSI setiap hari Kamis pukul 20.00 WIB hanya di @kompastv dan follow akun Instagram talkshow ROSI @rosi_kompastv juga Twitter di @Rosi_KompasTV

 

#TalkshowRosi #RosiKompastv #ProKontraKhilafah

Jangan lewatkan live streaming Kompas TV 24 jam non stop di www.kompas.tv/live. Supaya tidak ketinggalan berita-berita terkini, terlengkap, serta laporan langsung dari berbagai daerah di Indonesia, yuk subscribe channel youtube Kompas TV. Aktifkan juga lonceng supaya kamu dapat notifikasi kalau ada video baru.

Media sosial Kompas TV : Facebook Instagram Twitter LINE

BERITA LAINNYA

Close Ads x
NEWSTICKER
18:13
KPK MINTA MANTAN SEKRETARIS MAHKAMAH AGUNG NURHADI KOOPERATIF PENUHI PANGGILAN KPK   KPK KEMBALI PANGGIL MANTAN SEKRETARIS MA NURHADI SEBAGAI TERSANGKA DUGAAN SUAP PENGURUSAN PERKARA PERDATA, BESOK   KOMISI KESEHATAN NASIONAL TIONGKOK MENYATAKAN 36 PASIEN YANG TERINFEKSI VIRUS KORONA SEMBUH DAN DIPULANGKAN DARI RS   MENKES TERAWAN AGUS PUTRANTO BANTAH VIRUS KORONA SAMPAI KE INDONESIA   TIONGKOK GUNAKAN OBAT UNTUK PENGIDAP VIRUS HIV SEBAGAI PENANGANAN SEMENTARA PASIEN TERINFEKSI VIRUS KORONA    KEPALA SEKRETARIAT PRESIDEN HERU BUDI HARTONO MINTA PEMPROV DKI JAKARTA TIDAK BERPOLEMIK DALAM MENANGANI BANJIR   ANGGOTA BALEG DPR FIRMAN SOEBAGYO SEBUT "OMNIBUS LAW" AKAN DIBAHAS TERBUKA DAN MENDENGARKAN MASUKAN BERBAGAI PIHAK   BMKG MEMPREDIKSI CUACA EKSTREM AKAN MELANDA KEPULAUAN BANGKA BELITUNG SELAMA TIGA HARI KE DEPAN    SOAL KURSI WAGUB DKI JAKARTA, RIZA PATRIA: SEPENUHNYA SAYA SERAHKAN KEPADA TEMAN-TEMAN DI DPRD   RIZA PATRIA SIAP MUNDUR SEBAGAI ANGGOTA DPR JIKA TERPILIH MENJADI WAGUB DKI JAKARTA    CAWAGUB DKI JAKARTA RIZA PATRIA MENGAKU TIDAK ADA LOBI KHUSUS KEPADA ANGGOTA DPRD    GUBERNUR ANIES BASWEDAN KLAIM ANGKA KEMISKINAN DI DKI JAKARTA TERENDAH SE-INDONESIA DALAM 5 TAHUN TERAKHIR   SOAL BANJIR "UNDERPASS" KEMAYORAN, GUBERNUR ANIES BASWEDAN: PEMPROV DKI IKUT BANTU MESKI BUKAN KEWENANGANNYA   KEPALA TIM SIAGA BANJIR KOARMADA I PERKIRAKAN BANJIR DI "UNDERPASS" KEMAYORAN KERING MALAM INI JIKA TIDAK HUJAN