HARIAN KOMPAS KOMPAS.COM KOMPASIANA.COM TRIBUNNEWS.COM KONTAN.CO.ID BOLASPORT.COM GRID.ID GRIDOTO.COM GRAMEDIA.COM KGMEDIA.ID
Kompas TV TALKSHOW dua arah

Usulkan Presiden Dipilih MPR, Ada Apa Dengan PBNU? - DUA ARAH (1)

Jumat, 6 Desember 2019 | 19:06 WIB

Politisi PKB dan pengamat berdebat soal alasan PBNU mengusulkan pemilihan presiden (pilpres) dikembalikan ke MPR. Saat menerima safari politik “amendemen konstitusi” pimpinan MPR Rabu (27/11) lalu, Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menyampaikan usulan agar presiden dan wakil presiden kembali dipilih MPR.

Seperti dikhawatirkan, rencana amendemen UUD 1945 mulai menjadi bola liar yang menyerempet tata cara pemilihan presiden. Dalam pertemuan dengan pimpinan MPR, Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) mengusulkan agar presiden kembali dipilih MPR. Usulan ini memicu pro-kontra.

PBNU menganggap pemilihan presiden secara langsung lebih banyak mendatangkan mudharat, antara lain biaya tinggi, keterbelahan masyarakat, dan munculnya politik identitas. Sementara masyarakat sipil dan sebagian partai politik menilai pemilihan presiden (pilpres) oleh MPR merupakan langkah mundur demokrasi dan penghianatan terhadap reformasi.

#DUAARAH #PBNU #MPR


Jangan lewatkan live streaming Kompas TV 24 jam non stop di https://www.kompas.tv/live. Supaya tidak ketinggalan berita-berita terkini, terlengkap, serta laporan langsung dari berbagai daerah di Indonesia, yuk subscribe channel youtube Kompas TV. Aktifkan juga lonceng supaya kamu dapat notifikasi kalau ada video baru. 

Media social Kompas TV
Facebook: https://www.facebook.com/KompasTV 
Instagram: https://www.instagram.com/kompastv 
Twitter: https://twitter.com/KompasTV 
LINE: https://line.me/ti/p/%40KompasTV

Jangan lewatkan live streaming Kompas TV 24 jam non stop di www.kompas.tv/live. Supaya tidak ketinggalan berita-berita terkini, terlengkap, serta laporan langsung dari berbagai daerah di Indonesia, yuk subscribe channel youtube Kompas TV. Aktifkan juga lonceng supaya kamu dapat notifikasi kalau ada video baru.

Media sosial Kompas TV : Facebook Instagram Twitter LINE

BERITA LAINNYA

Close Ads x
NEWSTICKER
09:42
BARCELONA SIAP AJUKAN TAWARAN BESAR UNTUK STRIKER INTER MILAN, LAUTARO MARTINEZ   INTER MILAN SEPAKAT TRANSFER CHRISTIAN ERIKSEN DENGAN MAHAR 20 JUTA EURO   ARSENAL TERTARIK TRANSFER PEMAIN ATLETICO MADRID, THOMAS LEMAR   BARCELONA DAN JUVENTUS SEPAKAT LAKUKAN PERTUKARAN PEMAIN, YAKNI ALEJANDRO MARQUES DENGAN MATHEUS PEREIRA   FRANK LAMPARD JAMIN CHELSEA TIDAK BERMINAT CARI PENGGANTI KEPA ARRIZABALAGA   GEMPA BERMAGNITUDO 6,8 GUNCANG TURKI BAGIAN TIMUR, 14 ORANG TEWAS   KAPOLRI JENDERAL IDHAM AZIS AKAN LIBATKAN KOMPOLNAS TENTUKAN ARAH KEBIJAKAN POLRI   ANGGOTA KOMISI I DPR WILLY ADITYA: PERLU KOORDINASI ANTARLEMBAGA CEGAH PENYEBARAN VIRUS KORONA   WALI KOTA BOGOR OPTIMISTIS PEMBANGUNAN GEREJA KRISTEN INDONESIA YASMIN TUNTAS SEBELUM JABATANNYA SELESAI   KPK MINTA MASYARAKAT INFORMASIKAN APABILA TAHU KEBERADAAN HARUN MASIKU   PEMPROV DKI: KONTRAKTOR MONAS TAK HARUS PUNYA KANTOR MAHAL   TERIMA LAPORAN POLITISI ROY SURYO SOAL SUNDA EMPIRE, POLISI LAKUKAN PENYIDIKAN   ANGGOTA KOMISI VII DPR SARTONO HUTOMO SEBUT HINGGA SAAT INI BELUM ADA MAFIA MIGAS DIPERANGI PEMERINTAH   MENPAN RB TJAHJO KUMOLO PASTIKAN PEMINDAHAN ASN KE IBU KOTA BARU AKAN DILAKUKAN SECARA MENYELURUH DAN TIDAK BERTAHAP