HARIAN KOMPAS KOMPAS.COM KOMPASIANA.COM TRIBUNNEWS.COM KONTAN.CO.ID BOLASPORT.COM GRID.ID GRIDOTO.COM GRAMEDIA.COM KGMEDIA.ID
Kompas TV nasional gelar perkara

Menguak Kasus Jenazah Dicor di Lantai Musala Rumah

Minggu, 1 Desember 2019 | 21:40 WIB

Harta dan asmara membuat ibu dan anak tega menghabisi nyawa sang ayah dengan mengubur korban di cor di lantai mushola rumahnya kedua pelaku pun sempat saling merekayasa cerita kepada polisi.

Nasib Surono, pria berusia 51 tahun ini harus meregang nyawa karena harta dan asmara. Istri dan anak korban bekerjasama untuk menghabisi nyawa surono yang saat itu tengah tertidur. Kedua pelaku sempat mengarang cerita kepada polisi untuk menutupi perbuatan keji keduanya.

Diawali dengan adanya laporan Bahar yang merupakan anak korban mengaku ke kepala dusun setempat bahwa ayahnya meninggal dunia karena telah dibunuh oleh seseorang berinisial J.

Sempat mengarang cerita kepada polisi akhirnya kedua pelaku mengakui bahwa saling bekerjasama untuk membunuh korban. Kepada kami tersangka Busani yang merupakan istri korban mengaku bahwa ia membunuh Surono karena sakit hati yang dialami sejak lama.

Seperti apa perkaranya? Berikut penelusurannya untuk anda.

#JenazahDicor #MusalaRumah #Pembunuhan

Jangan lewatkan live streaming Kompas TV 24 jam non stop di https://www.kompas.tv/live. Supaya tidak ketinggalan berita-berita terkini, terlengkap, serta laporan langsung dari berbagai daerah di Indonesia, yuk subscribe channel youtube Kompas TV. Aktifkan juga lonceng supaya kamu dapat notifikasi kalau ada video baru. 

Media social Kompas TV: 
Facebook: https://www.facebook.com/KompasTV 
Instagram: https://www.instagram.com/kompastv 
Twitter: https://twitter.com/KompasTV 
LINE: https://line.me/ti/p/%40KompasTV

Penulis : Imanuel Gilang Krisjanuar



BERITA LAINNYA

Berita Daerah

Latihan terjun payung

Jumat, 28 Februari 2020 | 17:06 WIB
Close Ads x
NEWSTICKER
17:14
SERANGAN UDARA PASUKAN SURIAH KE TURKI AKIBATKAN 33 ORANG TEWAS   ERICK THOHIR RESMI TUNJUK STAF AHLI KEMENTERIAN BUMN LOTO SRINAITA GINTING SEBAGAI KOMISARIS UTAMA BARU PEGADAIAN   MENDESA PDTT SEGERA MENGISI KEKOSONGAN RIBUAN TENAGA PENDAMPING DESA UNTUK MAKSIMALKAN PEMBANGUNAN PEDESAAN   MENKEU MINTA KEPALA DESA DI SUMSEL SELESAIKAN SYARAT PENYALURAN DANA DESA AGAR SEGERA TERSALURKAN & DAPAT DIGUNAKAN   BPBD SIDAREJA, CILACAP, JATENG: 2.861 KELUARGA DI ENAM DESA TERDAMPAK BANJIR   WALKOT BEKASI: SALURAN AIR TOL JAPEK YANG TERTUTUP PROYEK KERETA CEPAT INDONESIA CHINA (KCIC) JADI PENYEBAB BANJIR   IMBAS ARAB SAUDI BERHENTIKAN SEMENTARA UMRAH, MENAG: 2.393 WNI GAGAL UMRAH DAN 1.685 DIPULANGKAN   MENAG: JEMAAH GAGAL UMRAH KARENA KEBIJAKAN ARAB SAUDI BERHENTIKAN SEMENTARA DIJADWALKAN ULANG TANPA BIAYA TAMBAHAN   JELANG RAMADAN, BULOG SIAP AMANKAN PASOKAN BERAS LOKAL DI SELURUH WILAYAH INDONESIA   CEGAH BANJIR, PEMERINTAH KOTA BEKASI AKAN MENGEVALUASI IZIN PENDIRIAN APARTEMEN, MALL, HINGGA GUDANG   KORLANTAS POLRI: SIM INTERNASIONAL ASAL INDONESIA BERLAKU DI 188 NEGARA   POLISI: PENIMBUNAN DAN PRODUKSI MASKER ILEGAL DI CAKUNG MANFAATKAN ISU VIRUS KORONA, OMZET RP 250 JUTA PER HARI   POLISI GEREBEK GUDANG PENIMBUNAN DAN PRODUKSI MASKER ILEGAL DI CAKUNG, JAKARTA UTARA   KEMENTERIAN LUAR NEGERI: WNI DI KAPAL PESIAR DIAMOND PRINCESS RENCANANYA DIEVAKUASI MINGGU 1 MARET 2020