HARIAN KOMPAS KOMPAS.COM KOMPASIANA.COM TRIBUNNEWS.COM KONTAN.CO.ID BOLASPORT.COM GRID.ID GRIDOTO.COM GRAMEDIA.COM KGMEDIA.ID
Kompas TV TALKSHOW rosi

Ide Presiden Kembali Dipilih MPR, Era Orba Kembali. Benarkah? - ROSI

Sabtu, 30 November 2019 | 15:39 WIB

Usulan Presiden kembali dipilih MPR sempat ramai diperbincangkan, bahkan menjadi kontroversi banyak pihak.  Usulan itu datang usai pertemuan Ketua MPR RI Bambang Soesatyo dengan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama KH Said Aqil Siroj, di kantor PBNU, Rabu 27 November lalu.

Dalam kunjungan pimpinan MPR yang diketuai oleh Bambang Soesatyo ke PBNU, muncul wacana untuk mengembalikan pemilihan presiden & wakil presiden kepada MPR.

Menurut PBNU, pemilihan presiden yang dilakukan secara langsung memiliki biaya yang sangat tinggi. "Pilpres langsung itu high cost, terutama cost sosial," ujar Said.

Merespon hal ini, banyak pihak yang khawatir, jika ide presiden kembali dipilih oleh MPR, akan membawa Indonesia ke orde baru.

Bagaimana Rocky Gerung & M. Qodari melihat hal itu? Apakah mereka setuju jika presiden kembali dipilih MPR? Benarkah ide pemilihan presiden oleh MPR ingin mengembalikan orde baru? Temukan jawabannya di video ini.

Dan saksikan dialog selengkapnya di https://www.youtube.com/watch?v=1klOk1ABQt8

 

#ROSI #ROSIKompasTV #PresidenRI

 

Jangan lewatkan live streaming Kompas TV 24 jam non stop di https://www.kompas.tv/live.

Supaya tidak ketinggalan berita-berita terkini, terlengkap, serta laporan langsung dari berbagai daerah di Indonesia, yuk subscribe channel youtube Kompas TV.

Aktifkan juga lonceng supaya kamu dapat notifikasi kalau ada video baru.

Media social Kompas TV:

Facebook: https://www.facebook.com/KompasTV

Instagram: https://www.instagram.com/kompastv

Twitter: https://twitter.com/KompasTV

LINE: https://line.me/ti/p/%40KompasTV

Jangan lewatkan live streaming Kompas TV 24 jam non stop di www.kompas.tv/live. Supaya tidak ketinggalan berita-berita terkini, terlengkap, serta laporan langsung dari berbagai daerah di Indonesia, yuk subscribe channel youtube Kompas TV. Aktifkan juga lonceng supaya kamu dapat notifikasi kalau ada video baru.

Media sosial Kompas TV : Facebook Instagram Twitter LINE

BERITA LAINNYA

Close Ads x
NEWSTICKER
09:12
PETENIS NICK KYRGIOS DIDENDA SEKITAR RP 40 JUTA KARENA BANTING RAKET SAAT KALAH DARI RAFAEL NADAL DI AUSTRALIAN OPEN   NATIONAL SAFETY BOARD MULAI SELIDIKI PENYEBAB KECELAKAAN HELIKOPTER YANG TEWASKAN LEGENDA NBA, KOBE BRYANT   CHRISTIAN ERIKSEN RESMI BERGABUNG DENGAN INTER MILAN PADA BURSA TRANSFER MUSIM DINGIN JANUARI 2020   PERSIB BANDUNG RESMI MENDATANGKAN PEMAIN ASAL BELANDA, GEOFFREY CASTILLION   PENJAGA GAWANG PS TIRA PERSIKABO ANGGA SAPUTRA RESMI BERGABUNG PERSEBAYA SURABAYA PADA BURSA TRANSFER LIGA 1 2020   BMKG MEMPREDIKSI SEBAGIAN WILAYAH JABODETABEK AKAN BERAWAN DAN HUJAN DENGAN INTENSITAS RINGAN HARI INI    DAMPAK WABAH VIRUS KORONA, GUBERNUR BALI SEBUT KEDATANGAN WISATAWAN ASAL TIONGKOK MENURUN    MENKUMHAM YASONNA LAOLY MENYATAKAN PEMERINTAH TAK BISA ASAL CABUT KEBIJAKAN BEBAS VISA KUNJUNGAN BAGI WN TIONGKOK    PEMPROV DKI BERHARAP PENGHENTIAN SEMENTARA REVITALISASI KAWASAN MONAS TAK BERLANGSUNG LAMA    TIGA PETINGGI SUNDA EMPIRE YANG TELAH DITETAPKAN SEBAGAI TERSANGKA TERANCAM 10 TAHUN PENJARA   POLRESTABES SURABAYA PERIKSA 9 SAKSI TERKAIT KASUS DUGAAN PENGHINAAN WALI KOTA SURABAYA TRI RISMAHARINI   JAKSA AGUNG KLAIM PENARIKAN DUA JAKSA DARI KPK TAK TERKAIT PEMERIKSAAN DUGAAN PELANGGARAN KODE ETIK FIRLI BAHURI    WADAH PEGAWAI KPK MEMINTA KEJAKSAAN AGUNG TUNDA PENARIKAN DUA JAKSA HINGGA SELESAI MASA TUGAS   WADAH PEGAWAI KPK MEMINTA KEJAKSAAN AGUNG TAK TERGESA-GESA MENARIK DUA JAKSA YANG TANGANI KASUS PAW PDI-P