HARIAN KOMPAS KOMPAS.COM KOMPASIANA.COM TRIBUNNEWS.COM KONTAN.CO.ID BOLASPORT.COM GRID.ID GRIDOTO.COM GRAMEDIA.COM KGMEDIA.ID
Kompas TV TALKSHOW rosi

Perlukah AD ART FPI dikhawatirkan? - ROSI

Minggu, 1 Desember 2019 | 00:08 WIB

Menteri Dalam Negeri  Tito Karnavian mengatakan, proses perpanjang Surat Keterangan Terdaftar Front Pembela Islam atau FPI relatif memakan waktu lebih lama, karena ada beberapa masalah pada AD/ART ormas tersebut.

Walaupun FPI telah menyatakan komitmennya untuk setia terhadap NKRI dan Pancasila, namun Tito masih ingin mencermati visi misi FPI yang menuliskan soal penerapan Islam secara kafah di bawah naungan khilafah Islamiyah melalui pelaksanaan dakwah, penegakan hisbah dan pengawalan jihad. Juga adanya istilah NKRI bersyariah dalam AD/ART FPI tersebut.

Lantas, seberapa perlukah AD/ART FPI dikhawatirkan?

Dalam tayangan talkshow ROSI Kompas TV eps Gebrakan Menteri Jokowi, 28 Nov 2019, menurut Rocky Gerung harusnya AD/ART FPI tak perlu dikhawatirkan karena apa yang mereka sampaikan bersifat terbuka dan bisa didebatkan. Dan hal ini juga disetujui oleh Dosen Komunikasi Unpad. M. Kunto Adi yang melihat bahwa FPI hanyalah ormas bentukan para militer yang tidak memiliki ide original tentang khilafah, sehingga kecil kemungkinan FPI akan mengganti ideologi negara.

Menanggapi hal itu, Politisi PDIP Budiman Sudjatmiko merasa sekecil apapun kemungkinan itu, tetap harus diwaspadai.

Masih dalam kesempatan yang sama, Direktur Eksekutif Indo Barometer, M.Qodari menyatakan bahwa jika ada ormas ataupun gerakan yang keluar dari UUD ’45 ataupun yang ingin mendirikan negara sendiri haruslah ditumpas.

AD/ART FPI, perlukah dikhawatirkan? Ikuti perdebatan mereka di video ini.

Dan saksikan dialog selengkapnya di

https://www.youtube.com/watch?v=2eHQe0VO-sk&t=566s

 

#ROSI #ROSIKompasTV #FPI

 

Jangan lewatkan live streaming Kompas TV 24 jam non stop di https://www.kompas.tv/live.

Supaya tidak ketinggalan berita-berita terkini, terlengkap, serta laporan langsung dari berbagai daerah di Indonesia, yuk subscribe channel youtube Kompas TV.

Aktifkan juga lonceng supaya kamu dapat notifikasi kalau ada video baru.

Media social Kompas TV:

Facebook: https://www.facebook.com/KompasTV

Instagram: https://www.instagram.com/kompastv

Twitter: https://twitter.com/KompasTV

LINE: https://line.me/ti/p/%40KompasTV

Jangan lewatkan live streaming Kompas TV 24 jam non stop di www.kompas.tv/live. Supaya tidak ketinggalan berita-berita terkini, terlengkap, serta laporan langsung dari berbagai daerah di Indonesia, yuk subscribe channel youtube Kompas TV. Aktifkan juga lonceng supaya kamu dapat notifikasi kalau ada video baru.

Media sosial Kompas TV : Facebook Instagram Twitter LINE

BERITA LAINNYA

Close Ads x
NEWSTICKER
08:31
PETENIS NICK KYRGIOS DIDENDA SEKITAR RP 40 JUTA KARENA BANTING RAKET SAAT KALAH DARI RAFAEL NADAL DI AUSTRALIAN OPEN   NATIONAL SAFETY BOARD MULAI SELIDIKI PENYEBAB KECELAKAAN HELIKOPTER YANG TEWASKAN LEGENDA NBA, KOBE BRYANT   CHRISTIAN ERIKSEN RESMI BERGABUNG DENGAN INTER MILAN PADA BURSA TRANSFER MUSIM DINGIN JANUARI 2020   PERSIB BANDUNG RESMI MENDATANGKAN PEMAIN ASAL BELANDA, GEOFFREY CASTILLION   PENJAGA GAWANG PS TIRA PERSIKABO ANGGA SAPUTRA RESMI BERGABUNG PERSEBAYA SURABAYA PADA BURSA TRANSFER LIGA 1 2020   MOSKWA BERLAKUKAN PENGAMANAN KHUSUS TERKAIT WABAH VIRUS KORONA DI TEMPAT WISATA   YONIF R 641/BRU SITA 1,5 TON GULA PASIR SELUNDUPAN ASAL MALAYSIA DI ENTIKONG   DISKOMINFO GUNUNG KIDUL, YOGYAKARTA, MENYATAKAN 30 ORANG POSITIF MENGIDAP ANTRAKS   QURAISH SHIHAB TERIMA PENGHARGAAN TANDA BINTANG KEHORMATAN DARI PEMERINTAH MESIR DI UNIVERSITAS AL-AZHAR, KAIRO   POLDA JABAR TETAPKAN PEMIMPIN SUNDA EMPIRE, KI AGENG RANGGA, NASRI BANKS, DAN RATNA NINGRUM SEBAGAI TERSANGKA   KABAG PENUM DIVISI HUMAS POLRI: LIMA PENYIDIK POLRES JAKBAR DIPERIKSA SOAL DUGAAN PENYIKSAAN LUTFI ALFIANDI   MENKUMHAM YASONNA LAOLY: ADA YANG JANGGAL SOAL KEBERADAAN HARUN MASIKU DI BANDARA SOEKARNO-HATTA   KEMENDAGRI SIAPKAN PLT UNTUK GANTIKAN TUGAS KEPALA DAERAH PETAHANA YANG IKUTI PILKADA 2020   HELMY YAHYA AKAN LAYANGKAN GUGATAN KE PTUN TERKAIT PEMECATAN DIRINYA SEBAGAI DIRUT OLEH DEWAN PENGAWAS TVRI