HARIAN KOMPAS KOMPAS.COM KOMPASIANA.COM TRIBUNNEWS.COM KONTAN.CO.ID BOLASPORT.COM GRID.ID GRIDOTO.COM GRAMEDIA.COM KGMEDIA.ID
Kompas TV / nasional / sapa indonesia

Korban First Travel: Jangan Kasihani Kami, tapi Bantu Kami!

Jumat, 22 November 2019 | 11:01 WIB

Penipuan dan pencucian uang biro perjalanan Umrah murah meresahkan banyak orang, sebut saja First Travel dan Abu Tours. Pada sidang kasus penipuan First Travel, jaksa meminta agar asetnya dirampas untuk jemaah. Namun Mahkamah Agung berkata sebaliknya. MA memutuskan aset First Travel akan disita negara. Padahal, aset itu dibeli dari uang milik ratusan calon jemaah.

Putusan MA inijuga membuat Jaksa Agung ST Burhanuddin geregetan. Ia memilih menunda eksekusi sambil mencari jalan agar aset First Travel bisa kembali ke jemaah.

Bos first travel, Anniesa Hasibuan divonis 18 tahun penjara. Sementara sang suami yang jadi direktur utama, Andika Surachman dijatuhi hukuman 20 tahun penjara. Keduanya juga dikenakan denda 10 miliar rupiah. Sedangkan adik Anniesa, Siti Nuraida alias Kiki, dituntut 18 tahun dengan tambahan denda 5 miliar rupiah.

Hingga kini, para korban masih menanti uangnya kembali dari aset milik First Travel. Sejumlah korban First Travel yang tak puas dengan putusan kasasi Mahkamah Agung pun melayangkan gugatan perdata.

Sementara itu, kasus penipuan dan pencucian uang calon jemaah juga dilakukan Hamzah Mamba lewat bendera Abu Tours di Makassar, Sulawesi Selatan. Pengadilan Negeri Makassar, Pengadilan Tinggi Makassar, juga Mahkamah Agung, telah menghukum Hamzah Mamba selama 20 tahun penjara.

Namun berbeda dengan kasus First Travel, jaksa menuntut agar aset Abu Tours tidak ditentukan di kasus penipuan dan pencucian uang.
Aset yang disita untuk sementara dipakai untuk pembuktian kasus lain.

Agar jemaah tak terkatung-katung, jaksa mengajukan dakwaan baru. Jaksa memakai delik pidana korporasi, yakni mendakwa PT Amanah Bersama Ummat telah melakukan pencucian uang sebesar 1,2 triliun rupiah.

Perkara kejahatan korporasi ini masih disidangkan di Pengadilan Negeri Makassar. Pasca kasus First Travel dan Abu Tours meledak, nasib ribuan calon jamaah kini terkatung-katung. Sudah gagal berangkat ibadah, uang yang telah disetor pun tak ada jaminan kembali. Sudah seharusnya negara hadir memberi kepastian dan mencegah hal serupa terulang.

Korban penipuan biro perjalanan Umrah murah alias calon jemaah yang gagal berangkat ibadah ke tanah suci sudah mengajukan upaya hukum. Kejaksaan Agung juga sudah menangguhkan putusan kasasi terkait aset First Travel. Sementara Abu Tours, pengembalian dana ke jemaah masih dipertanyakan. Bagaimana nasib para korban? Apakah Kementerian Agama harus turun tangan, minimal mengevaluasi biro perjalanan Umroh?

Dialog Sapa Indonesia membahasnya bersama korban penipuan Abu Tours, Dian, Wakil Ketua Badan Perlindungan Konsumen Nasional (BPKN), Rolas Sitinjak, dan pemuka agama sekaligus pengusaha, Ustaz Yusuf Mansyur.

Jangan lewatkan live streaming Kompas TV 24 jam non stop di www.kompas.tv/live. Supaya tidak ketinggalan berita-berita terkini, terlengkap, serta laporan langsung dari berbagai daerah di Indonesia, yuk subscribe channel youtube Kompas TV. Aktifkan juga lonceng supaya kamu dapat notifikasi kalau ada video baru.

Media sosial Kompas TV : Facebook Instagram Twitter LINE

BERITA LAINNYA

Close Ads x
NEWSTICKER
14:32
EMMANUEL PETIT MENILAI CARLO ANCELOTTI MERUPAKAN KANDIDAT SEMPURNA MENJADI MANAJER DI ARSENAL   ZVONIMIR BOBAN SEBUT PELUANG ZLATAN IBRAHIMOVIC KEMBALI BERGABUNG AC MILAN SEMAKIN KECIL   BEK PERSIB BANDUNG, FABIANO BELTRAME, RESMI MENJADI WNI   PRESIDEN JOKOWI MINTA PSSI BERBENAH DAN MEMPERBAIKI PRESTASI SEPAK BOLA INDONESIA YANG TENGAH TURUN   PERSIJA JAKARTA DIKABARKAN TERTARIK MENDATANGKAN GELANDANG BALI UNITED, PAULO SERGIO   LAWAN DISKRIMINASI KELAPA SAWIT, INDONESIA GUGAT UNI EROPA DI WTO    MUI JUGA MINTA AMERIKA SERIKAT HENTIKAN DUGAAN PELANGGARAN HAM TERHADAP RAKYAT AFGHANISTAN DAN PALESTINA   MUI MEMINTA TIONGKOK MENGHENTIKAN KEKERASAN TERHADAP MUSLIM UIGHUR    DINAS BINA MARGA AKAN PASANG TIANG DI TROTOAR WILAYAH RAWASARI, JAKTIM, AGAR TAK DIJADIKAN LAHAN PARKIR   TAUFIK AGUSTONO MERUPAKAN TERSANGKA KASUS SUAP YANG MELIBATKAN EKS ANGGOTA DPR BOWO SIDIK PANGARSO    HARI INI, KPK JADWALKAN PEMERIKSAAN TERHADAP DIREKTUR PT HUMPUSS TRANSPORTASI KIMIA, TAUFIK AGUSTONO   POLDA JABAR PERIKSA 25 ANGGOTA KEPOLISIAN TERKAIT DUGAAN KEKERASAN DALAM PENGGUSURAN RUMAH WARGA TAMANSARI   POLRES CIANJUR BERENCANA MELAKUKAN REKAYASA LALU LINTAS DI KAWASAN PUNCAK PADA LIBUR NATAL & TAHUN BARU   PENYIDIK KPK KEMBALI PANGGIL KOMISARIS UTAMA PTPN VI SYARKAWI RAUF TERKAIT KASUS DUGAAN SUAP DISTRIBUSI GULA