HARIAN KOMPAS KOMPAS.COM KOMPASIANA.COM TRIBUNNEWS.COM KONTAN.CO.ID BOLASPORT.COM GRID.ID GRIDOTO.COM GRAMEDIA.COM KGMEDIA.ID
Kompas TV nasional berita kompas tv

Tiga Pimpinan KPK Ajukan Uji Materi UU KPK Hasil Revisi, Pramono: Istana Tunggu Putusan MK

Kamis, 21 November 2019 | 16:31 WIB

Tiga pimpinan KPK mengajukan uji materi terhadap Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2019 tentang KPK ke Mahkamah Konstitusi (MK).

Pengajuan itu telah teregistrasi dengan nomor 1927-0/PAN.MK/XI/2019 dan mengatasnamakan tim advokasi UU KPK.

Tim itu terdiri dari tiga pimpinan KPK yang mengajukan secara pribadi.

Di antaranya Ketua KPK Agus Rahardjo, Wakil ketua KPK Laode Muhammad Syarif, dan Wakil Ketua KPK Saut Situmorang.

Salah satu pemohon, Laode Muhammad Syarif menyatakan bahwa pengajuan tersebut sangat tepat karena pihaknya memiliki legal standing guna menguji UU KPK terbaru.

"Kami berharap MK menerima, kami memiliki legal standing untuk mengajukannya," ujar Laode M Syarif di Gedung MK, Jalan Medan Merdeka Barat, Rabu (20/11/2019).

Laode menjelaskan, dokumen pengajuan uji formil yang diserahkan ke MK sebagian berisikan mengenai materi dari UU KPK terbaru.

Adanya aspek materi tersebut terjadi karena proses revisi UU KPK yang dilakukan DPR banyak kesalahan pada aspek material.

Tetapi Laode menegaskan bahwa tujuan utama dari pengajuan judicial review itu tetap mengacu pada aspek formil.

"Karena kami melihat bahwa proses pembentukan UU revisi KPK tidak sesuai dengan syarat-syarat pembentukan UU," tutur Laode.

Sekretaris Kabinet Pramono Anung merespon hal tersebut dengan baik.

Menurut Pramono, pihak istana menghormati proses uji materi UU KPK tersebut.

“Indonesia negara hukum. Kita hormati sepenuhnya apa yang dilakukan oleh siapa pun uji materi terhadap UU KPK,” kata Pramono, di Kantor Presiden, Jakarta.

Dalam hal ini istana menunggu keputusan MK terkait uji materi UU KPK tersebut.

“Karena sudah masuk wilayah hukum di MK, tentu kita hormati dan menunggu apa pun yang sudah diputuskan oleh MK, siapa pun harus hormati dan menjalankan itu,” ujarnya. (DMB)

Jangan lewatkan live streaming Kompas TV 24 jam non stop di www.kompas.tv/live. Supaya tidak ketinggalan berita-berita terkini, terlengkap, serta laporan langsung dari berbagai daerah di Indonesia, yuk subscribe channel youtube Kompas TV. Aktifkan juga lonceng supaya kamu dapat notifikasi kalau ada video baru.

Media sosial Kompas TV : Facebook Instagram Twitter LINE

BERITA LAINNYA

Close Ads x
NEWSTICKER
11:39
PETENIS NICK KYRGIOS DIDENDA SEKITAR RP 40 JUTA KARENA BANTING RAKET SAAT KALAH DARI RAFAEL NADAL DI AUSTRALIAN OPEN   NATIONAL SAFETY BOARD MULAI SELIDIKI PENYEBAB KECELAKAAN HELIKOPTER YANG TEWASKAN LEGENDA NBA, KOBE BRYANT   CHRISTIAN ERIKSEN RESMI BERGABUNG DENGAN INTER MILAN PADA BURSA TRANSFER MUSIM DINGIN JANUARI 2020   PERSIB BANDUNG RESMI MENDATANGKAN PEMAIN ASAL BELANDA, GEOFFREY CASTILLION   PENJAGA GAWANG PS TIRA PERSIKABO ANGGA SAPUTRA RESMI BERGABUNG PERSEBAYA SURABAYA PADA BURSA TRANSFER LIGA 1 2020   RAPIM TNI 2020 DIAGENDAKAN UNTUK BAHAS PROSEDUR DAN MEKANISME KERJA TIGA BADAN PELAKSANA PUSAT BARU TNI   HARI INI, PANGLIMA TNI MARSEKAL HADI TJAHJANTO MEMBUKA RAPIM 2020 DI MABES TNI, CILANGKAP, JAKARTA TIMUR   KETUA BAWASLU ABHAN SEBUT DINASTI POLITIK JADI SALAH SATU INDIKATOR DALAM INDEKS KERAWANAN PILKADA 2020    MENKO POLHUKAM MAHFUD MD MENILAI TINDAKAN DARURAT BELUM PERLU DILAKUKAN PEMERINTAH TERKAIT VIRUS KORONA    MAHASISWA DAN WARGA NEGARA INDONESIA DI WUHAN, TIONGKOK, BERHARAP SEGERA DIEVAKUASI OLEH PEMERINTAH    TERKAIT WABAH VIRUS KORONA, MENKO PMK MINTA MASYARAKAT HINDARI STEREOTIP TERHADAP KELOMPOK ATAU ETNIS TERTENTU   WAKIL KETUA KOMISI I DPR TEUKU RIEFKY HARSYA MINTA PEMERINTAH SEGERA EVAKUASI 243 WNI YANG TERISOLASI DI TIONGKOK   RSUD RAJA AHMAD TABIB TANJUNG PINANG SIAPKAN 12 RUANG ISOLASI UNTUK PASIEN YANG TERPAPAR VIRUS KORONA   TERKAIT 150 TURIS TIONGKOK KE SUMATERA BARAT, KEMENKES MINTA MASYARAKAT TAK TAKUT BERLEBIHAN