HARIAN KOMPAS KOMPAS.COM KOMPASIANA.COM TRIBUNNEWS.COM KONTAN.CO.ID BOLASPORT.COM GRID.ID GRIDOTO.COM GRAMEDIA.COM KGMEDIA.ID
Kompas TV nasional sapa indonesia

[DIALOG] Belajar dari First Travel, Ombudsman: Siapa yang Dapat Manfaat dari Hasil Penipuan?

Kamis, 21 November 2019 | 13:13 WIB

Sejumlah korban penipuan agen perjalanan umrah yang tidak terima dengan putusan kasasi mahkamah agung melayangkan gugatan perdata. Gugatan diajukan lima orang perwakilan korban yakni, Anny Suhartaty, Ira Faizah, Devi Kusrini, Zuherial, dan Ario Tedjo .

Pengembalian aset kepada korban first travel, tak mudah. Putusan kasasi MA, telah inkrah atau berkekuatan hukum tetap. Pakar hukum pidana, yang juga mantan hakim, Asep Iwan Iriawan menilai, pengembalian aset first travel kepada korban first travel juga akan menimbulkan banyak masalah.

Sementara itu sejumlah aset first travel berupa kendaraan bermotor mulai dipindahkan oleh kejaksaan negeri kota Depok, karena dinilai mengganggu area aktivitas kantor kejaksaan.
Jumlah aset yang tidak sebanding dengan kerugian yang ditimbulkan, ditambah pula dengan ketiadaan landasan hukum untuk perampasan, pengembalian, dan pembagian aset kepada korban, menjadikan para korban first travel sulit mendapatkan ganti rugi yang diinginkan dan kembali berada dalam ketidakpastian.

Sejumlah korban first travel yang tidak terima pada keputusan kasasi Mahkamah Agung terus mencari upaya, agar mendapatkan ganti rugi, dengan menempuh jalur hukum perdata. Para korban tidak terima, aset first travel akan disita oleh negara.


Apakah upaya hukum jalur perdata yang diajukan bisa mengembalikan aset korban penipuan agen perjalanan umrah ini? Bagaimana solusi terbaiknya ?
Simak dialog berikut bersama juru bicara jemaah first travel, Olivia Febriyana, anggota Ombudsman, Ninik Rahayu, dan juga kuasa hukum first travel, Boris Tampubolon.

Jangan lewatkan live streaming Kompas TV 24 jam non stop di www.kompas.tv/live. Supaya tidak ketinggalan berita-berita terkini, terlengkap, serta laporan langsung dari berbagai daerah di Indonesia, yuk subscribe channel youtube Kompas TV. Aktifkan juga lonceng supaya kamu dapat notifikasi kalau ada video baru.

Media sosial Kompas TV : Facebook Instagram Twitter LINE

BERITA LAINNYA

Inspirasi Musik

The Brandals - Retorika

Minggu, 19 Januari 2020 | 16:27 WIB
Inspirasi Musik

The Brandals - Obsesi Mesin Kota

Minggu, 19 Januari 2020 | 16:24 WIB
Inspirasi Musik

The Brandals – Lingkar Labirin

Minggu, 19 Januari 2020 | 16:12 WIB
Close Ads x
NEWSTICKER
17:02
GANDA PUTRA MARCUS FERNALDI GIDEON/KEVIN SANJAYA SUKAMULJO JADI JUARA INDONESIA MASTERS 2020   BPPT: MODIFIKASI CUACA BERHASIL KURANGI HUJAN JABODETABEK HINGGA 44 PERSEN   KEMENHUB MELARANG TRUK DENGAN MUATAN DAN DIMENSI BERLEBIH MENYEBERANG DARI MERAK KE BAKAUHENI   KEMENTERIAN KELAUTAN DAN PERIKANAN SEBUT 840.000 HEKTAR LAHAN EFEKTIF BELUM TERMANFAATKAN UNTUK RUMPUT LAUT   PT JASA MARGA: TOL JAKARTA-CIKAMPEK SELATAN BISA DIGUNAKAN UNTUK MUDIK LEBARAN 2020   KEMKOMINFO BERI BANTUAN 138 PERANGKAT JARINGAN INTERNET NUSANTARA KEPADA MASYARAKAT JAYAPURA, PAPUA   PEMPROV KEPULAUAN RIAU OPTIMISTIS KUNJUNGAN WISATAWAN PADA 2020 MENCAPAI 3 JUTA ORANG   TIONGKOK DAN MYANMAR SEPAKAT TANDA TANGANI KERJA SAMA PROYEK MEGA-INFRASTRUKTUR SEBESAR 3,6 MILIAR DOLLAR AS   MENTERI BUMN ERICK THOHIR: PENCAIRAN TAHAP AWAL SEBESAR RP 2 TRILIUN AKAN DILAKUKAN MULAI AWAL MARET 2020   STAF KHUSUS MENTERI BUMN: DANA RP 5 TRILIUN BERASAL DARI “HOLDING” ASURANSI BUMN RP 2 TRILIUN DAN INVESTOR RP 3 TRILIUN   KEMENTERIAN BUMN SIAPKAN SUNTIKAN DANA RP 5 TRILIUN UNTUK GANTI UANG NASABAH ASURANSI JIWASRAYA   LPSK SIAP BERIKAN PERLINDUNGAN BAGI SAKSI DALAM KASUS DUGAAN SUAP WAHYU SETIAWAN   ANGGOTA KOMISI VI DPR FRAKSI PDI-P DEDDY SITORUS NILAI TAK ADA URGENSI PEMBENTUKAN PANITIA KHUSUS UNTUK JIWASRAYA   KECELAKAAN BUS DI SUBANG, PEMKOT DEPOK SANTUNI RP 10 JUTA UNTUK KORBAN MENINGGAL & BIAYA PENGOBATAN BAGI KORBAN LUKA