HARIAN KOMPAS KOMPAS.COM KOMPASIANA.COM TRIBUNNEWS.COM KONTAN.CO.ID BOLASPORT.COM GRID.ID GRIDOTO.COM GRAMEDIA.COM KGMEDIA.ID
Kompas TV nasional berita kompas tv

Reka Ulang Jenazah Dicor Kuatkan Dugaan Motif Pembunuhan Berencana

Kamis, 21 November 2019 | 10:25 WIB

Polisi menggelar reka ulang kasus pembunuhan korban yang dicor di mushala di Jember, Jawa Timur. Dari reka adegan menguatkan bahwa motif pembunuhan terencana. Reka ulang dilakukan di rumah korban yang merupakan tempat kejadian perkara pembunuhan.

Tersangka memperagakan 37 adegan, dimulai dari ruang tamu, saat menyiapkan alat yang digunakan untuk membunuh hingga korban dicor. Reka ulang disaksikan anak kedua korban. Tersangka utama yang merupakan anak pertama korbantidak dihadirkan dengan alasan kondisi keamanan dan kesehatan. Peran tersangka akhirnya digantikan oleh petugas kepolisian.

Kasus pembunuhan berencana ini terjadi pada bulan Maret 2019 lalu. Untuk menghindari kecurigaan dan agar proses pembusukan jenazah tidak tercium, kuburan korban kemudian dicor dua lapisdan di atasnya dibangun sebuah mushala kecil. Pada 7 November 2019, polisi telah menetapkan istri dan anak kandung korban sebagai pelaku pembunuhan berencana.

Penulis : Idham Saputra | Editor : Reny Mardika




BERITA LAINNYA

Berita Daerah

Harus Perhatikan Habitat Orang Utan

Jumat, 21 Februari 2020 | 09:59 WIB
Close Ads x
NEWSTICKER
10:29
PERSATUAN WARTAWAN INDONESIA MINTA PEMERINTAH TARIK DAN PERBAIKI RUU “OMNIBUS LAW” SEBELUM DIAJUKAN KE PARLEMEN.    BMKG: GEMPA BERMAGNITUDO 4,9 MENGGUNCANG TASIKMALAYA, TIDAK BERPOTENSI TSUNAMI   KORBAN MENINGGAL AKIBAT VIRUS KORONA DI TIONGKOK HINGGA 21 FEBRUARI 2020 MENCAPAI 2.233 ORANG   AUSTRALIA SEBUT DUA WARGANYA YANG DIEVAKUASI DARI KAPAL PESIAR DIAMOND PRINCESS POSITIF TERINFEKSI VIRUS KORONA   WAKIL KETUA KOMISI VII DPR ACE HASAN SYADZILY MINTA MENKO PMK MUHADJIR EFFENDY TIDAK IKUT CAMPUR SOAL JODOH   KEJAGUNG GANDENG DITJEN PAJAK, KEMENKEU, DAN PPATK TELUSURI ASET TERSANGKA KASUS JIWASRAYA   PERKUMPULAN AHLI ARKEOLOGI INDONESIA MENDESAK GUBERNUR DKI JAKARTA ANIES BASWEDAN BATALKAN FORMULA E DI MONAS   KLHK BANTAH RUU "OMNIBUS LAW" MENGABAIKAN PRINSIP LINGKUNGAN DAN PRO-PEBISNIS BESAR   KEJAGUNG SEBUT BERKAS 5 TERSANGKA KASUS DUGAAN KORUPSI PT JIWASRAYA SUDAH 85 PERSEN RAMPUNG   PBNU MENILAI USULAN MENKO PMK MUHADJIR EFFENDY SOAL FATWA SI KAYA NIKAHI SI MISKIN TIDAK TEPAT    KEMENDAGRI SEBUT PEMERINTAH AKAN MENYALURKAN DANA DESA SEBESAR RP 72 TRILIUN KEPADA 74.953 DESA DI SELURUH INDONESIA   MENDIKBUD NADIEM MAKARIM INGIN BAHASA INDONESIA JADI BAHASA PENGANTAR DI KAWASAN ASIA TENGGARA   WAKIL KETUA MPR LESTARI MOERDIJAT SEBUT RUU KETAHANAN KELUARGA MENGABAIKAN HAM   KPK: KASUS-KASUS BESAR TIDAK TERMASUK YANG DIHENTIKAN PENYELIDIKANNYA