HARIAN KOMPAS KOMPAS.COM KOMPASIANA.COM TRIBUNNEWS.COM KONTAN.CO.ID BOLASPORT.COM GRID.ID GRIDOTO.COM GRAMEDIA.COM KGMEDIA.ID
Kompas TV / nasional / berita kompas tv

Mabes Polri Ungkap Jaringan Teror Bom Bunuh Diri di Polrestabes Medan

Senin, 18 November 2019 | 17:14 WIB

Penanganan kasus bom bunuh diri di halaman Polrestabes Medan, Rabu (13/11/2019) lalu terus dikembangkan oleh pihak kepolisian.

Hari ini, Kamis (18/11/2019), polisi mengungkap perkembangannya lewat konferensi pers di Divisi Humas Mabes Polri, Jakarta Selatan.

“Tersangka seluruhnya yang diamankan sebanyak 46 orang,” kata Brigjen Dedi Prasetyo, Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karo Penmas) Divhumas Mabes Polri.

Kepada awak media, Dedi menjelaskan bahwa dari 46 tersangka itu, 23 di antaranya ditangkap dalam penggerebekan di Medan dan Banda Aceh.

“Seluruh tersangka memiliki peran yang berbeda,” tutur Dedi.

Peran mereka itu, lanjut Dedi, mulai dari yang penghubung komunikasi hingga perakit bom.

Dari 23 tersangka di wilayah Sumatera, 20 di antaranya masih dalam tahap pemeriksaaan.

Sementara dua lainnya terpaksa dilumpuhkan polisi lantaran melawan saat akan diringkus.

Satu pelaku lagi tak lain adalah RMN yang tewas saat melancarkan aksi bom bunuh diri di Markas Polrestabes Medan itu.

Dedi melanjutkan, petugas kepolisian juga berhasil mengamankan beberapa alat dan bahan yang digunakan untuk merakit bom.

“Bom memiliki daya ledak rendah. Tapi klo digabung bisa punya daya ledak tinggi. Petugas juga menyita sejumlah senjata tajam yang akan digunakan pelaku bom bunuh diri menyerang petugas satuan keamanan,” ujar Dedi.

Dedi menjelaskan, bahwa Sumatera Utara memiliki kaitan dengan Jamaah Ansyarud Daulah (JAD), pecahan dari Jamaah Ansyarut Tauhid (JAT) yang sebelumnya sempalan dari Majelis Mujahidin Indonesia (MMI).

“Yang jaringan Sumut (Sumatera Utara) Aceh sebanyak 23 orang, 4 di antaranya dengan pendekatan keluarga menyerahkan diri. Sedangkan dua orang terpaksa dilakukan tindakan tegas dan terukur karena pada saat penangkapan melawan dengan senjata tajam dan air softgun. Sehingga menyebabkan satu anggota (densus 88) terluka sabetan senjata tajam,” kata Dedi.

Pasca bom bunuh diri di Polrestabes Medan itu, petugas juga mengamankan empat tersangka di wilayah Banten, tiga orang di wilayah Jakarta, sembilan orang di wilayah Jawa Tengah, enam orang di wilayah Jawa Barat, dan satu orang di wilayah Kalimantan Timur.

Jangan lewatkan live streaming Kompas TV 24 jam non stop di www.kompas.tv/live. Supaya tidak ketinggalan berita-berita terkini, terlengkap, serta laporan langsung dari berbagai daerah di Indonesia, yuk subscribe channel youtube Kompas TV. Aktifkan juga lonceng supaya kamu dapat notifikasi kalau ada video baru.

Media sosial Kompas TV : Facebook Instagram Twitter LINE

BERITA LAINNYA

Close Ads x
NEWSTICKER
12:25
PRESIDEN PERANCIS EMMANUEL MACRON DESAK IRAN BEBASKAN DUA WARGA NEGARANYA YANG DITAWAN   SANNA MARIN DILANTIK MENJADI PERDANA MENTERI (PM) FINLANDIA YANG BARU PADA USIA 34 TAHUN   GUBERNUR JATIM KHOFIFAH INDAR PARAWANSA PENUHI PANGGILAN PERSIDANGAN SEBAGAI SAKSI UNTUK TERDAKWA ROMAHURMUZIY   MENTERI ESDM ARIFIN TASRIF MINTA DIRUT PLN RUDIANTARA SELESAIKAN PROGRAM 35.000 MEGAWATT DAN ENERGI BARU TERBARUKAN    KPK PANGGIL PEJABAT PERTAMINA JOKO EKO PURWANTO TERKAIT KASUS DUGAAN SUAP MANTAN ANGGOTA DPR BOWO SIDIK PANGARSO   BALAI KARANTINA PERTANIAN CILEGON SITA 3 TON BAKSO ILEGAL ASAL LAMPUNG YANG TIDAK DILENGKAPI SERTIFIKAT   MENDIKBUD NADIEM MAKARIM: 2021, UJIAN NASIONAL AKAN DIGANTI MENJADI ASESMEN KOMPETENSI MINIMUM DAN SURVEI KARAKTER   BPBD KABUPATEN BOGOR MENCATAT 174 RUMAH WARGA RUSAK AKIBAT ANGIN KENCANG YANG TERJADI PADA 6-9 DESEMBER 2019   TIM PANSEL YANG DITUNJUK PRESIDEN JOKOWI MULAI TES WAWANCARA DELAPAN KANDIDAT CALON HAKIM KONSTITUSI   BAWASLU MENDORONG ADA REVISI UNDANG-UNDANG UNTUK MELARANG MANTAN KORUPTOR IKUT PILKADA   JAMPIDSUS M ADI TOEGARISMAN: SELAMA ALAT BUKTI MEMADAI, KAMI BERKOMITMEN UNTUK SELESAIKAN KASUS HAM MASA LALU   JAMPIDSUS KEJAGUNG M ADI TOEGARISMAN MENGAKU SUDAH KOORDINASI DENGAN KOMNAS HAM SOAL KASUS PELANGGARAN HAM MASA LALU   PRESIDEN JOKOWI MINTA KASUS TEROR NOVEL BASWEDAN DISELESAIKAN HITUNGAN HARI, POLRI: KAMI SEGERA UNGKAP KASUS ITU   PRESIDEN JOKOWI PERINTAHKAN PARA MENTERI UNTUK TINGKATKAN NILAI TAMBAH BAGI PRODUK SEKTOR PERTANIAN DAN KELAUTAN