Kompas TV nasional berita kompas tv

PDIP Dukung Ahok Pimpin BUMN Pertamina, Demokrat Minta Pertimbangkan lagi

Kamis, 14 November 2019 | 18:37 WIB

Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Eriko Sutarduga menanggapi kabar Basuki Tjahaya Purnama alias Ahok yang akan menjadi Komisaris Utama (Komut) Pertamina.

Menurut Eriko, rekam jejak ahok yang pernah menjadi narapidana bukanlah penghambat.

Sebagai kader yang dibanggakan Ahok dirasa memiliki kesempatan yang seimbang dengan dipilihnya sebagai petinggi di BUMN atas restu dari Presiden Joko Widodo atau Jokowi.

“Kami ikuti aturan yang berlaku. Pak Ahok kan bukan soal korupsi. Ini soal masa lalu yang harus dijelaskan lebih lanjut. Dia sudah lakukan yang terbaik dan wajar diberikan kesempatan,” ujar Eriko, di Gedung Parlemen Senayan Jakarta, Kamis (14/11/2019).

Eriko melanjutkan, pihak PDIP akan melepas Ahok jika benar-benar dipilih di BUMN dan mundur dari PDIP.

“Kami akan dukung sepenuhnya karena hal itu sebagai perhargaan dari partai untuk negara,” tutur Eriko

Sementara itu, Wakil Ketua Umum Partai Demokrat Syarief Hasan mengungkapakan bahwa ada banyak kriteria yang harus diperhatikan dalam mengangkat seseorang atau pun Ahok menjadi pejabat.

"Salah satunya menyangkut masalah integritas, behavior juga merupakan pertimbangan. Sekalipun ini wewenang eksekutif, tentunya banyak hal yang harus dipertimbangkan," ujar Syarief.

Syarief mencontohkan, dalam pemilihan kepala daerah saja ada wacana eks narapidana korupsi dilarang maju pilkada.

Seharusnya pemerintah lebih selektif dalam menunjuk pejabat negara.

"Tak boleh hanya karena pertimbangan dia dari pendukung saya, ataupun dari partai saya atau darimana pun, tapi manakala berbicara tentang kepentingan negara dan bangsa, banyak faktor yang harus dipertimbangkan," tutur Syarief.

Syarief enggan menegaskan sikap Demokrat apakah menerima atau menolak terkait rencana pemerintah menujuk Ahok sebagai pimpinan di BUMN itu.

Ia hanya menekankan bahwa memilih pejabat harus memenuhi sejumlah pertimbangan.

"Kita terikat kepada apa yang dikatakan integritas dan behaviour, integritas di dalam memimpin bangsa ini. Saya pikir itu," kata Syarief yang juga Wakil Ketua MPR RI.

Penulis : Deni Muliya


KOMENTAR

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!


BERITA LAINNYA


Close Ads x
NEWSTICKER
12:17
DUA PRAJURIT TNI GUGUR USAI KONTAK SENJATA DENGAN KKB PAPUA YANG TERJADI DI KABUPATEN INTAN JAYA PADA 22 JANUARI 2021   POLRI IMBAU MASYARAKAT HATI-HATI SOAL PENIPUAN BERKEDOK INVESTASI   DITLANTAS POLDA METRO JAYA AKAN KOORDINASI DENGAN TRANSJAKARTA DAN JASA MARGA DALAM PEMASANGAN KAMERA ETLE   DITLANTAS POLDA METRO JAYA AKAN AJUKAN PENAMBAHAN 50 KAMERA ETLE DI SEJUMLAH TITIK DI JAKARTA KE PEMPROV DKI   BPPTKG MEMPREDIKSI ERUPSI GUNUNG MERAPI EFUSIF MAKSIMAL 5 KM   BPPTKG: TERJADI 282 KALI GUGURAN LAVA PIJAR DAN 19 KALI AWAN PANAS GUGURAN DI GUNUNG MERAPI DALAM SEPEKAN TERAKHIR   TIM SAR TELAH EVAKUASI 51 WARGA YANG TERDAMPAK BANJIR DAN LONGSOR DI MANADO, SULAWESI UTARA   TIGA ORANG MENINGGAL DUNIA AKIBAT BANJIR DAN LONGSOR DI MANADO, SULAWESI UTARA, PADA 22 JANUARI 2021   SHANGHAI MEMBERLAKUKAN “LOCKDOWN” DI DUA RUMAH SAKIT SEUSAI MUNCUL KLASTER BARU COVID-19   TOTAL WNI POSITIF COVID-19 DI LUAR NEGERI ADALAH 2.937: 2.075 SEMBUH, 171 MENINGGAL DUNIA, DAN 691 DALAM PERAWATAN   PEMPROV DIY TENGAH BERKOORDINASI MELAKUKAN "TRACING" KASUS POSITIF COVID-19 BUPATI SLEMAN SRI PURNOMO   SEBELUM POSITIF COVID-19, BUPATI SLEMAN SEMPAT BERTEMU MENTERI KP SAKTI WAHYU TRENGGONO & GUBERNUR DIY SRI SULTAN HB X   BUPATI SLEMAN SRI PURNOMO TERKONFIRMASI POSITIF COVID-19 BERDASARKAN HASIL TES USAP PADA 21 JANUARI 2021   KEMENKES: HINGGA SAAT INI SUDAH LEBIH DARI 132.000 TENAGA KESEHATAN YANG DISUNTIK VAKSIN COVID-19