HARIAN KOMPAS KOMPAS.COM KOMPASIANA.COM TRIBUNNEWS.COM KONTAN.CO.ID BOLASPORT.COM GRID.ID GRIDOTO.COM GRAMEDIA.COM KGMEDIA.ID
Kompas TV nasional berita kompas tv

Angeli Jadi Kepala Desa, Risa Rektor Termuda di Indonesia

Jumat, 8 November 2019 | 14:02 WIB

Tanggal 7 November 2019 kemarin menjadi hari yang menyenangkan bagi Angeli Emitasari. Penyanyi dangdut cantik berusia 28 tahun ini terpilih menjadi seorang kepala desa.

Ia resmi menjabat Kepala Desa Kedungkempul setelah dilantik Bupati Lamongan Fadeli di Pendopo Lokakantra, Kamis (7/11/2019). Angeli dilantik bersama 368 kepala desa lainnya.

Biduan dangdut ini turut mencalonkan diri sebagai kepala desa dalam Pilkades serentak kemarin atas dorongan dari warga Desa Kedungkempul.

“Kemarin itu mendapat dorongan dari warga, saya diminta untuk maju sebagai kepala desa,” ungkap Angeli kepada jurnalis kompas.com usai acara pelantikannya.

Pada saat pilkades itu, Angeli mendapatkan nomor urut 2 dan berhasil mendulang 1.260 suara dari 3.321 Daftar Pemilih Tetap (DPT).

Ia juga menyisihkan dua kandidat lainnya atas nama Yusman dan Jajud. Angeli menjelaskan bahwa dirinya turut mencalonkan diri ini bertujuan untuk membangun Desa Kedungkempul.

“Saya juga punya keinginan bagaimana bisa membangun desa supaya lebih maju lagi,” tutur Angeli.

Ke depannya, menurut Angeli, meskipun menjabat sebagai kepala desa, ia tetap akan menekuni dunia tarik suara yang sudah digelutinya sejak masa SMA.

Angeli mengaku tidak bisa menghilangkan hal itu dari dirinya karena sejak kecil hobinya memang bernyanyi.

“Sampai kemarin sebelum ikut pemilihan (kepala desa) saya juga masih menyanyi. Kalau ada waktu luang, saya akan menyanyi lagi. Tapi karena saat ini saya sudah terjun ke dunia pemerintahan, maka saya akan fokus di sini dulu (sebagai kepala desa)," ujarnya.

Fenomena perempuan muda dan cantik yang menjadi pemimpin juga dirasakan Risa Santoso, 27 tahun.

Awal November lalu, wanita kelahiran Surabaya, 27 Oktober 1992 ini diamanahi menjadi Rektor Institut Teknologi & Bisnis ASIA, Kota Malang, Jawa Timur. Ia bahkan didapuk sebagai rektor termuda di Indonesia.

Institut Teknologi & Bisnis ASIA merupakan merger STIE dan STMIK ASIA di Malang. Kampus ini berada di bawah naungan Yayasan Wahana Edukasi Cendekia Malang.

Mengutip laman Business Wisdom Institute, kampus berbasis digital ini juga digawangi oleh ayah Risa, Tanadi santoso.

Tanadi merupakan pengusaha yang salah satu usahanya bergerak dalam bidang pendidikan dan tercatat menjadi trainer di Business Wisdom Institute.

Risa merupakan lulusan S1 Universitas di California, Amerika Serikat dan kemudian melanjutkan S2 di Harvard University, Amerika Serikat.

Sebelum menjadi rektor, Risa bergabung di kantor staf kepresidenan (KSP) sebagai ahli tenaga muda.

“Salah satu kendala ke depannya adalah penyesuaian dengan para senior di kampus, bagaimana mengkomunikasikan visi-misi dan bekerja secara tim (team work),” ungkap Risa. (DMB)

Penulis : Idham Saputra | Editor : Deni Muliya




BERITA LAINNYA

Close Ads x
NEWSTICKER
12:47
BARESKRIM PERIKSA 7 SAKSI TERKAIT LIMBAH RADIOAKTIF DI PERUMAHAN BATAN INDAH, TANGERANG SELATAN    SOAL RUU CIPTA KERJA, MENTERI LHK SITI NURBAYA: NEGARA TIDAK AKAN LEMAH PADA PENJAHAT LINGKUNGAN    MENTERI LHK SITI NURBAYA BANTAH RUU CIPTA KERJA MENGABAIKAN PRINSIP LINGKUNGAN   TANAM MANGROVE, KAPOLRI DAN PANGLIMA TNI MENGAJAK GENERASI MUDA PEDULI LINGKUNGAN    KPK: TINGKAT KEPATUHAN LHKPN SECARA NASIONAL MASIH RELATIF RENDAH YAITU SEBESAR 38,90 PERSEN   KPK SEBUT 7 STAF KHUSUS BARU PRESIDEN JOKOWI SUDAH MENYETORKAN LHKPN   PRESIDEN JOKOWI RESMIKAN REHABILITASI MADRASAH DI PEKANBARU, RIAU    GUBERNUR JABAR RIDWAN KAMIL SETUJU BAYAR SPP MENGGUNAKAN UANG ELEKTRONIK   KPK PANGGIL 4 PEGAWAI PT WASKITA KARYA SEBAGAI SAKSI KASUS DUGAAN KORUPSI PROYEK FIKTIF   KPK PANGGIL SOEPRIYONO SEBAGAI SAKSI TERKAIT KASUS DUGAAN SUAP MANTAN SEKRETARIS MAHKAMAH AGUNG NURHADI   POLRES METRO JAKPUS: 2.300 PERSONEL TNI DAN POLRI AMANKAN UNJUK RASA FPI, GNPF, DAN ALUMNI 212    ORANGTUA DILARANG MEROKOK DI DEPAN ANAK PADA DRAF RUU KETAHANAN KELUARGA    KOMNAS PEREMPUAN MENILAI RUU KETAHANAN KELUARGA MENGGUNAKAN SPIRIT PATRIARKI   JUBIR MENHAN: MANTAN TERORIS ATAU SIAPA PUN YANG MEMILIKI CATATAN KRIMINAL TAK BISA IKUT KOMPONEN CADANGAN