Kompas TV nasional sapa indonesia

[DIALOG] Efektifkah Koalisi "Gemuk" di Parlemen? (Bag. 2)

Senin, 28 Oktober 2019 | 11:20 WIB

Bertambahnya partai di koalisi Jokowi - Ma'ruf dengan merapatnya Gerindra ke pemerintahan, di satu sisi tentu dapat membawa kemudahan bagi kerja pemerintah selama lima tahun mendatang.

Khususnya dalam memuluskan kebijakan dan pembuatan Undang - Undang di parlemen.

Namun koalisi yang terlalu "gemuk" juga dapat membuat pemerintahan tidak efektif serta kurang mengalami proses "check and balances".

Dengan kurangnya partai oposisi penyeimbang di parlemen, akankah fungsi pengawasan terhadap pemerintah tetap dapat terlaksana? Akan dibahas bersama Eriko Sotarduga, Ketua DPP PDI-P, Nizar Zahro, Ketua DPP Partai Gerindra, dan Analis Politik Konstitusi dan Demokrasi Inisiatif, Veri Junaidi.

#Koalisi #partai #Oposisi

Editor : edika ipelona



BERITA LAINNYA


Close Ads x
NEWSTICKER
00:20
HOTLINE KBRI BEIRUT +961 3199 493   TERCATAT 1.447 WNI BERADA DI LEBANON, 1.234 DI ANTARANYA ADALAH PASUKAN KONTINGEN GARUDA   KEMENLU TERUS PANTAU DAN PASTIKAN KONDISI WNI PASCA-LEDAKAN DI PELABUHAN BEIRUT, LEBANON   PERANCIS KIRIM 2 PESAWAT MILITER KE BEIRUT UNTUK BANTUAN PENCARIAN DAN PENYELAMATAN PASCA-LEDAKAN BESAR   SEBANYAK 300.000 PENDUDUK KEHILANGAN RUMAH AKIBAT LEDAKAN DI PELABUHAN BEIRUT, LEBANON   PRESIDEN LEBANON MICHEL AOUN JANJIKAN PENYELIDIKAN TRANSPARAN ATAS LEDAKAN DI PELABUHAN BEIRUT   ISRAEL BANTAH TERLIBAT DALAM LEDAKAN DI PELABUHAN BEIRUT, LEBANON   SEBANYAK 30 TENAGA KESEHATAN RSUD SOGATEN, KOTA MADIUN, TES "SWAB" SETELAH 1 DOKTER POSITIF TERINFEKSI KORONA   BUPATI OGAN ILIR, SUMATERA SELATAN, ILYAS PANJI ALAM, SEMBUH DARI KORONA   BUKA PARIWISATA UNTUK TURIS DOMESTIK, PEMPROV BALI FOKUS BANGUN KEPERCAYAAN WISATAWAN DI TENGAH PANDEMI   PENDAKIAN GUNUNG CIREMAI DI WILAYAH KUNINGAN, JABAR, DIBUKA KEMBALI MULAI SABTU, 8 AGUSTUS 2020   KEMENDIKBUD MINTA PEMKOT BEKASI HENTIKAN SIMULASI KEGIATAN BELAJAR MENGAJAR TATAP MUKA DI 6 SEKOLAH   WALI KOTA BEKASI RAHMAT EFFENDI IMBAU WARGANYA TIADAKAN LOMBA 17-AN YANG SIFATNYA MENGUNDANG KERUMUNAN   DINKES DKI JAKARTA INGATKAN MASYARAKAT UNTUK BAHU-MEMBAHU ATASI PANDEMI KORONA