HARIAN KOMPAS KOMPAS.COM KOMPASIANA.COM TRIBUNNEWS.COM KONTAN.CO.ID BOLASPORT.COM GRID.ID GRIDOTO.COM GRAMEDIA.COM KGMEDIA.ID
Kompas TV nasional sapa indonesia

[DIALOG] Kabinet Baru Perlu Jawab Kinerja yang Fluktuatif

Jumat, 18 Oktober 2019 | 11:55 WIB

Litbang kompas telah merilis hasil survei tingkat kepuasan publik atas kinerja pemerintahan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla di sejumlah bidang.

Apa catatan dari survei litbang kompas yang sebaiknya menjadi perhatian Presiden Joko Widodo, untuk menentukan komposisi kabinet mendatang?

Simak Dialog Berikut.

#KabinetKerja #JokowiMa’ruf #Jokowi

Editor : Reny Mardika



BERITA LAINNYA

Cerita Rasa

Cara Mudah Membuat Asinan Buah

Kamis, 28 Mei 2020 | 11:00 WIB
Close Ads x
NEWSTICKER
11:18
MALANG RAYA AKAN JALANI MASA TRANSISI SELAMA 7 HARI SEBELUM PENERAPAN "NEW NORMAL"   MASA PENERAPAN PSBB DI MALANG RAYA AKAN BERAKHIR PADA SABTU, 30 MEI 2020   PT KAI DAOP 6 YOGYAKARTA PERPANJANG PEMBATALAN KERETA API JARAK JAUH DAN BANDARA HINGGA 30 JUNI 2020   PEMDA YOGYAKARTA PERPANJANG STATUS TANGGAP DARURAT VIRUS KORONA HINGGA 30 JUNI 2020   POLDA JABAR SEBUT PERSONEL YANG LAKUKAN PENJAGAAN SAAT PENERAPAN “NEW NORMAL” TIDAK DILENGKAPI SENJATA   BPTJ TEGASKAN PENUMPANG PESAWAT KE DKI JAKARTA WAJIB TUNJUKKAN HASIL PCR SERTA SURAT IZIN KELUAR MASUK JABODETABEK   KEMENSOS: BANTUAN LANGSUNG TUNAI TAHAP KEDUA BAGI WARGA TERDAMPAK PANDEMI KORONA CAIR AWAL BULAN JUNI 2020   IKATAN GURU INDONESIA (IGI) MINTA KEMENDIKBUD GESER TAHUN AJARAN BARU KE JANUARI 2021 KARENA PANDEMI BELUM MEREDA   HARI INI, MANTAN KOMISIONER KPU WAHYU SETIAWAN JALANI SIDANG PERDANA KASUS DUGAAN SUAP DI PENGADILAN TIPIKOR   PERLUDEM MENGINISIASI PETISI PENUNDAAN PILKADA 2020 KE 2021 KARENA PANDEMI KORONA   PERLUDEM SAYANGKAN PUTUSAN PILKADA 2020 TETAP DIGELAR DI TENGAH PANDEMI KORONA   KPU BUTUH TAMBAHAN ANGGARAN RP 535,981 MILIAR UNTUK TETAP MENGGELAR PILKADA TAHUN INI   PEMERINTAH AKAN CABUT REGULASI PSBB UNTUK MELAKSANAKAN PROTOKOL TATANAN NORMAL BARU   PRESIDEN JOKOWI MINTA PROTOKOL TATANAN NORMAL BARU DISOSIALISASIKAN SECARA MASIF KE MASYARAKAT