HARIAN KOMPAS KOMPAS.COM KOMPASIANA.COM TRIBUNNEWS.COM KONTAN.CO.ID BOLASPORT.COM GRID.ID GRIDOTO.COM GRAMEDIA.COM KGMEDIA.ID
Kompas TV / nasional / singkap

Melati Suci untuk Ibu Fatmawati - SINGKAP

Minggu, 13 Oktober 2019 | 20:40 WIB

Pengasingan seolah telah melekat dengan seorang Ir. Soekarno. Usai menjalani hukuman sebagai interniran di Ende Flores pada tahun 1934 hingga tahun 1938, Bung Karno harus dipindahkan ke daerah lain karena kondisinya melemah akibat penyakit malaria. Maka dengan berbagai pertimbangan, Bung Karno dipindahkan ke daerah Bengkulu. Dalam masa pengasingannya di Bengkulu, Ia tak luput dari pengawasan pemerintah kolonial Belanda mulai dari akses berkelana hingga komunikasi semua dibatasi. Namun itu tak menyurutkan antusias rakyat asli Bengkulu untuk datang dan mengunjungi orang nomor satu tersebut.

Semasa pengasingannya, Bung Karno menerima upah sebagai interniran sebesar 150 gulden dan digunakannya untuk membangun sebuah masjid yang dikenal dengan masjid Jamik. Bukan hanya membangun masjid, untuk menyalurkan kegiatan seni arsitekturnya, Bung Karno juga membuatkan design rumah untuk warga setempat. Selain itu, meskipun mendapat pengawasan ketat Bung Karno berusaha aktif membentuk beberapa komunitas untuk membangkitkan semangat nasionalisme warga setempat. Salah satunya dengan cara membentuk komunitas seni sandiwara monte carlo. Dalam pengasingannya Bung Karno juga berhubungan dengan tokoh-tokoh pergerakan di Bengkulu, salah satunya adalah Hassan Din, yang merupakan ayah dari Fatimah atau Fatmawati. Dari perkenalan inilah perasaan Bung Karno kepada Fatmawati berlanjut, hingga akhirnya mereka menikah ditanggal 1 Juni 1943. Setelah kemerdekaan Ia pun berhak menyandak predikat ibu negara pertama diusianya yang ke 22 tahun. Tidak ada contoh sebelumnya bagaimana seorang ibu negara harus bersikap, tapi dirinya dengan elegan dapat menunjukkan bahwa dirinya layak dan siap.

Pada tahun 1943, menjadi masa yang penuh gejolak dan membuat Bung Karno serta Fatmawati berfikir untuk mempersiapkan segala sesuatu yang berhubungan dengan kemerdekaan sendiri. Salah satunya adalah mempersiapkan bendera sang saka merah putih. Siapa sangka kondisi Fatmawati kala itu sedang hamil besar anak pertama dan harus bersusah payah menjahit bendera berukuran 2 x 3 meter. Tak hanya dikenang sebagai penjahit bendera Indonesia yang pertama, namun Fatmwati juga dikenal sebagai sosok yang memperjuangkan nama Bengkulu sebagai sebuah provinsi. Tak hanya ditengah lingkungan sebagai ibu negara, keteladanan ini juga diperlihatkan ditengah keluarga. Salah satunya seperti cerita yang dilontarkan oleh seorang Guruh Sukarno Putra, anak terakhir Sukarno dan Fatmawati. Hingga akhirnya terciptalah lagu melati suci ciptaannya yang Ia persembahkan untuk sang Ibu.

#Singkap #fatmawati #indonesia

Jangan lewatkan live streaming Kompas TV 24 jam non stop di www.kompas.tv/live. Supaya tidak ketinggalan berita-berita terkini, terlengkap, serta laporan langsung dari berbagai daerah di Indonesia, yuk subscribe channel youtube Kompas TV. Aktifkan juga lonceng supaya kamu dapat notifikasi kalau ada video baru.

Media sosial Kompas TV : Facebook Instagram Twitter LINE

BERITA LAINNYA

Close Ads x
NEWSTICKER
14:30
EMMANUEL PETIT MENILAI CARLO ANCELOTTI MERUPAKAN KANDIDAT SEMPURNA MENJADI MANAJER DI ARSENAL   ZVONIMIR BOBAN SEBUT PELUANG ZLATAN IBRAHIMOVIC KEMBALI BERGABUNG AC MILAN SEMAKIN KECIL   BEK PERSIB BANDUNG, FABIANO BELTRAME, RESMI MENJADI WNI   PRESIDEN JOKOWI MINTA PSSI BERBENAH DAN MEMPERBAIKI PRESTASI SEPAK BOLA INDONESIA YANG TENGAH TURUN   PERSIJA JAKARTA DIKABARKAN TERTARIK MENDATANGKAN GELANDANG BALI UNITED, PAULO SERGIO   LAWAN DISKRIMINASI KELAPA SAWIT, INDONESIA GUGAT UNI EROPA DI WTO    MUI JUGA MINTA AMERIKA SERIKAT HENTIKAN DUGAAN PELANGGARAN HAM TERHADAP RAKYAT AFGHANISTAN DAN PALESTINA   MUI MEMINTA TIONGKOK MENGHENTIKAN KEKERASAN TERHADAP MUSLIM UIGHUR    DINAS BINA MARGA AKAN PASANG TIANG DI TROTOAR WILAYAH RAWASARI, JAKTIM, AGAR TAK DIJADIKAN LAHAN PARKIR   TAUFIK AGUSTONO MERUPAKAN TERSANGKA KASUS SUAP YANG MELIBATKAN EKS ANGGOTA DPR BOWO SIDIK PANGARSO    HARI INI, KPK JADWALKAN PEMERIKSAAN TERHADAP DIREKTUR PT HUMPUSS TRANSPORTASI KIMIA, TAUFIK AGUSTONO   POLDA JABAR PERIKSA 25 ANGGOTA KEPOLISIAN TERKAIT DUGAAN KEKERASAN DALAM PENGGUSURAN RUMAH WARGA TAMANSARI   POLRES CIANJUR BERENCANA MELAKUKAN REKAYASA LALU LINTAS DI KAWASAN PUNCAK PADA LIBUR NATAL & TAHUN BARU   PENYIDIK KPK KEMBALI PANGGIL KOMISARIS UTAMA PTPN VI SYARKAWI RAUF TERKAIT KASUS DUGAAN SUAP DISTRIBUSI GULA