HARIAN KOMPAS KOMPAS.COM KOMPASIANA.COM TRIBUNNEWS.COM KONTAN.CO.ID BOLASPORT.COM GRID.ID GRIDOTO.COM GRAMEDIA.COM KGMEDIA.ID
Kompas TV nasional aiman

Kekuatan Mantra #GejayanMemanggil - AIMAN

Senin, 7 Oktober 2019 | 17:10 WIB

Semua berawal dari tagar #GejayanMemanggil yang menggema dari Yogyakarta ke seluruh pelosok Indonesia, yang memberikan energi baru terhadap sejumlah unjuk rasa di wilayah indonesia. Aksi Gejayan Memanggil berlangsung damai tanpa ada kericuhan.

Salah satu Mahasiswa Fisipol, Universitas Gadjah Mada, Yohanna, mengaku mendukung aksi mahasiswa. Menurutnya, UU KPK yang baru melemahkan KPK dan menguatkan koruptor.

Hal sama juga diungkap Yuda, mahasiswa Teknik Mesin UGM. “RKUHP harus diubah,” katanya. “Kami menjunjung tinggi Universitas kami, meskipun ada ricuh kami tetap damai” tambah Yudha, yang juga ikut aksi Gejayan Memanggil.

Sementara itu, meski mengaku bangga dapat mengikuti aksi tersebut, tiga mahasiswi Fisipol UGM menyayangkan ada pihak-pihak yg ingin menunggangi aksi murni meteka. “Menurut saya ada pihak-pihak yang jahat banget, menggunakan kesempatan Gejayan Memanggil untuk membuat suatu hashtag-hashtag yang sebenarnya gak kita pakai atau kita tuntutkan pada saat itu”, kata Hanna.

Aksi Mahasiswa Gejayan Memanggil murni gerakan mahasiswa. Diawali keresahan mahasiswa terhadap tergesa-gesanya perancangan KUHP dan disahkannya revisi UU KPK yang baru. Tidak ada intervensi dari pihak kepolisian maupun pihak manapun untuk mengadakan aksi tersebut.

Seluruh Mahasiswa yang melakukan aksi Gejayan Memanggil mengenakan kaos hitam tanpa menggunakan atribut Universitas, saat melakukan aksi Gejayan Memanggil. Aksi ini memperoleh dukungan dari warganet karena berlangsung kondusif. Gejayan Memanggil dulunya adalah peristiwa berdarah Mei, 21 tahun silam. Mahasiswa Universitas Sanata Dharma, Moses Gatotkaca menjadi korban meninggal dan hingga sekarang belum diketahui penyebabnya. Mahasiswa akan terus mengawal dari tuntutan yang kita ajukan ke Pemerintahan. Presiden punya tanggung jawab untuk mengeluarkan Perppu untuk memperbaiki UU KPK yang baru.

Simak Selengkapnya di Aiman episode 233 Unjuk Rasa dan Penggagalan Pelantikan Presiden? bagian dua berikut ini.

#AIMAN #DemoMahasiswa #GejayanMemanggil

Editor : Yudho Priambodo



BERITA LAINNYA

Close Ads x
NEWSTICKER
12:41
AIRNAV INDONESIA: BENDA PUTIH DI ATAS LANGIT SOLO YANG SEMPAT VIRAL DI MEDIA SOSIAL DIDUGA BALON UDARA   BMKG MEMPREDIKSI SEJUMLAH WILAYAH JABODETABEK HUJAN DENGAN INTENSITAS RINGAN PADA SIANG HINGGA SORE INI   PEMERINTAH ARGENTINA MEMPERPANJANG PEMBERLAKUAN "LOCKDOWN" HINGGA 7 JUNI 2020   PRESIDEN AUSTRIA MEMINTA MAAF KEPADA PUBLIK SETELAH MELANGGAR JAM MALAM UNTUK ANTISIPASI KORONA   PM INGGRIS DITEKAN BANYAK PIHAK UNTUK PECAT KEPALA STAFNYA YANG DILAPORKAN MELANGGAR "LOCKDOWN"   MENDAG MEMINTA MASYARAKAT LAPOR JIKA TEMUKAN PEDAGANG YANG JUAL GULA DENGAN HARGA MAHAL   GUGUS TUGAS KORONA MALUKU UTARA PASTIKAN SEKDA KOTA TIDORE KEPULAUAN MENINGGAL DUNIA AKIBAT KORONA   PT KCI: JUMLAH PENUMPANG KRL PADA HARI PERTAMA IDUL FITRI TURUN 90 PERSEN DIBANDING TAHUN LALU   POLISI AKAN MENYEKAT MULAI DARI JATIM HINGGA JABAR PADA SEJUMLAH TITIK DI JALUR PANTURA DAN JALUR SELATAN   KORLANTAS POLRI PASTIKAN AKAN LARANG MASYARAKAT YANG SUDAH MUDIK UNTUK KEMBALI KE JAKARTA   PEMERINTAH TEGASKAN ASN YANG KEMBALI DARI MUDIK HARUS LAMPIRKAN SURAT PERNYATAAN KAMPUNGNYA BEBAS PSBB   PEMERINTAH IMBAU MASYARAKAT YANG BERADA DI LUAR JAKARTA TAK KEMBALI SELAMA PANDEMI KORONA BERLANGSUNG   WNI POSITIF KORONA DI LUAR NEGERI BERJUMLAH 868 ORANG: 433 SEMBUH, 47 MENINGGAL DUNIA, DAN 388 DALAM PERAWATAN   BELI BERITA BONUS CERITA DI KDP & GRAMEDIA DIGITAL FULL PREMIUM. AKSES: KLIK.KOMPAS.ID/PAKETPREMIUM