HARIAN KOMPAS KOMPAS.COM KOMPASIANA.COM TRIBUNNEWS.COM KONTAN.CO.ID BOLASPORT.COM GRID.ID GRIDOTO.COM GRAMEDIA.COM KGMEDIA.ID
Kompas TV nasional berita kompas tv

Jokowi: UU KPK Tak Mengatur Pengembalian Mandat

Senin, 16 September 2019 | 22:20 WIB

Presiden Joko Widodo angkat suara terkait pernyataan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Agus Rahardjo yang menyerahkan tanggung jawab atau mandat pengelolaan lembaga antirasuah kepada dirinya.

Terkait pernyataan ketua KPK Agus Rahardjo, Presiden Joko Widodo menyatakan undang-undang KPK tak mengatur soal pengembalian mandat. Jokowi juga menyatakan revisi undang-undang KPK merupakan inisiatif DPR.

Editor : Dian Septina



BERITA LAINNYA

Close Ads x
NEWSTICKER
10:39
MALANG RAYA AKAN JALANI MASA TRANSISI SELAMA 7 HARI SEBELUM PENERAPAN "NEW NORMAL"   MASA PENERAPAN PSBB DI MALANG RAYA AKAN BERAKHIR PADA SABTU, 30 MEI 2020   PT KAI DAOP 6 YOGYAKARTA PERPANJANG PEMBATALAN KERETA API JARAK JAUH DAN BANDARA HINGGA 30 JUNI 2020   PEMDA YOGYAKARTA PERPANJANG STATUS TANGGAP DARURAT VIRUS KORONA HINGGA 30 JUNI 2020   POLDA JABAR SEBUT PERSONEL YANG LAKUKAN PENJAGAAN SAAT PENERAPAN “NEW NORMAL” TIDAK DILENGKAPI SENJATA   BPTJ TEGASKAN PENUMPANG PESAWAT KE DKI JAKARTA WAJIB TUNJUKKAN HASIL PCR SERTA SURAT IZIN KELUAR MASUK JABODETABEK   KEMENSOS: BANTUAN LANGSUNG TUNAI TAHAP KEDUA BAGI WARGA TERDAMPAK PANDEMI KORONA CAIR AWAL BULAN JUNI 2020   IKATAN GURU INDONESIA (IGI) MINTA KEMENDIKBUD GESER TAHUN AJARAN BARU KE JANUARI 2021 KARENA PANDEMI BELUM MEREDA   HARI INI, MANTAN KOMISIONER KPU WAHYU SETIAWAN JALANI SIDANG PERDANA KASUS DUGAAN SUAP DI PENGADILAN TIPIKOR   PERLUDEM MENGINISIASI PETISI PENUNDAAN PILKADA 2020 KE 2021 KARENA PANDEMI KORONA   PERLUDEM SAYANGKAN PUTUSAN PILKADA 2020 TETAP DIGELAR DI TENGAH PANDEMI KORONA   KPU BUTUH TAMBAHAN ANGGARAN RP 535,981 MILIAR UNTUK TETAP MENGGELAR PILKADA TAHUN INI   PEMERINTAH AKAN CABUT REGULASI PSBB UNTUK MELAKSANAKAN PROTOKOL TATANAN NORMAL BARU   PRESIDEN JOKOWI MINTA PROTOKOL TATANAN NORMAL BARU DISOSIALISASIKAN SECARA MASIF KE MASYARAKAT