HARIAN KOMPAS KOMPAS.COM KOMPASIANA.COM TRIBUNNEWS.COM KONTAN.CO.ID BOLASPORT.COM GRID.ID GRIDOTO.COM GRAMEDIA.COM KGMEDIA.ID
Kompas TV nasional sapa indonesia

Omset Turun 50%, Pedagang Minta Perluasan Ganjil Genap Dikaji Ulang

Senin, 2 September 2019 | 11:50 WIB

Para pedagang dan karyawan di kawasan Gajah Mada dan Glodok Jakarta meminta Pemprov DKI Jakarta mengkaji ulang dan membatalkan perluasan ganjil genap karena telah berdampak pada menurunnya omzet penjualan mereka hingga 50%.

Kekhawatiran pedagang dan karyawan yang terimbas langsung penerapan perluasan sistim ganjil genap disuarakan melalui deklarasi menolak kebijakan ganjil genap di kawasan Gajah Mada dan Glodok, Jakarta Pusat. Karena setelah diadakannya uji coba perluasan ganjil genap untuk kendaraan roda empat omset penjualan pedagang khususnya di kawasan Glodok turun hingga 50 persen.

Omzet mereka turun lantaran berkurangnya pembeli yang lebih memilih belanja secara online dibanding harus keluar rumah namun terhadang oleh kebijakan ganjil-genap. Untuk itu mereka sepakat meminta Pemprov DKI Jakarta mengkaji ulang kebijakan penerapan perluasan ganjil genap sesuai nomor kendaraan.

#PerluasanGanjilGenap #PemprovDKIJakarta #PedagangGlodok

Editor : Imanuel Gilang Krisjanuar



BERITA LAINNYA

Close Ads x
NEWSTICKER
19:08
POLDA SUMBAR TERJUNKAN 6.000 PERSONEL UNTUK KAWAL PENERAPAN "NEW NORMAL"   CEGAH PENUMPUKAN PENUMPANG, PT MRT MINTA JAM KERJA PERKANTORAN DI JAKARTA FLEKSIBEL JIKA "NEW NORMAL" BERLAKU   BERSIAP "NEW NORMAL", PT MRT JAKARTA AJUKAN PENAMBAHAN JUMLAH MAKSIMAL PENUMPANG   MENPAREKRAF WISHNUTAMA SEBUT PARIWISATA AKAN DIHENTIKAN LAGI JIKA ANGKA KASUS KORONA NAIK   PRESIDEN JOKOWI MEMINTA PEMBUKAAN SEKTOR PARIWISATA DI TENGAH PANDEMI KORONA TAK TERGESA-GESA   DKI JAKARTA JADI PROVINSI DENGAN JUMLAH KASUS POSITIF KORONA, SEMBUH, DAN MENINGGAL TERBANYAK DI INDONESIA   WNI TERINFEKSI KORONA DI LUAR NEGERI MENCAPAI 934 ORANG: 467 SEMBUH, 49 MENINGGAL DUNIA, 418 DALAM PERAWATAN   PEMERINTAH SEBUT DANA BANTUAN YANG MASUK UNTUK PENANGANAN KORONA SENILAI RP 227,8 MILIAR   PEMERINTAH: HINGGA 28 MEI, ADA 48.749 ODP DAN 13.250 PDP KORONA DI INDONESIA   PEMERINTAH: ADA 4 PROVINSI DAN 23 KABUPATEN/KOTA YANG TERAPKAN PSBB   PEMERINTAH: ADA 34 PROVINSI DAN 412 KABUPATEN/KOTA YANG TERDAMPAK KORONA   JUMLAH KASUS KORONA DI INDONESIA PER 28 MEI 2020 MENCAPAI 24.538 POSITIF, 6.240 SEMBUH, 1.496 MENINGGAL DUNIA   PEMERINTAH: JUMLAH SPESIMEN KORONA YANG TELAH DIPERIKSA MENCAPAI 289.906   PEMERINTAH: PEMERIKSAAN SPESIMEN KORONA DENGAN METODE PCR SUDAH BISA DILAKUKAN DI 87 LABORATORIUM