HARIAN KOMPAS KOMPAS.COM KOMPASIANA.COM TRIBUNNEWS.COM KONTAN.CO.ID BOLASPORT.COM GRID.ID GRIDOTO.COM GRAMEDIA.COM KGMEDIA.ID
Kompas TV nasional singkap

WARA, Kisah Srikandi Udara - SINGKAP

Jumat, 30 Agustus 2019 | 22:00 WIB

Emansipasi wanita, menjadi landasan kaumhawa untuk membuktikan kesetaraan dengan kaum adam. Termasuk terjun ke bidang yang selama ini dianggap maskulin. Salah satunya dengan masuk keanggotaan militer, seperti wara atau wanita angkatan udara. Dalam penugasannya dahulu wara berperan untuk membantu pangkalan AURI baik dibidang kesehatan, administrasi, dapur umum hingga pelipatan payung. Salah satu yang menjadi saksi terbentuknya wara adalah seorang Letnan II Herdini. Ia menjadi satu dari 30 wanita yang patut berbangga karena berhasil menyandang sebutan wara angkatan pertama, dan juga penerbang wanita pertama di TNI AU.

Kiprah wara tak berhenti sampai sang penerbang pertama saja, ada pula sosok wara yang berhasil menjadi penerbang militer andalan dan telah banyak membantu misi pertolongan pertama bencanadengan pesawat yang dikendarainya. Adalah Mayor Penerbang Sektu Ambarwati, pasca dilantik dirinya ditugaskan di skadron 2 Lanud Halim Perdanakusuma Jakarta, disana Ia menerbangkan pesawat angkut CN-235, dan melakukan sejumlah operasi udara seperti pengangkutan logistik, personel, hingga menjalankan misi SAR di beberapa peristiwa. Selain Ambar adapula sosok Mayor Penerbang Fariana Dewi Djakaria yang awalnya ditugaskan di Skadron Udara 7 Pangkalan Udara Suryadarma Subang dan menjadi perempuan pertama sebagai penerbang helikopter. Disana Ia bertugas untuk siaga mengantisipasi jika ada kejadian yang membutuhkan pergerakan cepat seperti operasi bantuan bencana alam.

Kedua wara tersebut bukan hanya telah membantu berbagai misi untuk menjaga Indonesia, namun dari tangan mereka juga lahir bibit baru wara masa kini yang siap asah kemampuan untuk berada di barisan depan TNI AU membawa nama Indonesia. Di sekolah penerbang TNI AU yang bernaung dibawah wing pendidikan terbang lanud Adisucipto Yogyakarta ini,para sekbang melatih ketrampilannya untuk menerbangkan pesawat. Selain berlatih menerbangkan pesawat, disini juga terdapat sekolah navigator atau seknav. Siswa seknav dituntut untuk lihai membaca peta dan menghitung arah angin untuk membantu pilot atau penerbang mengarahkan pesawatnya tanpa harus bergantung pada teknologi seperti GPS.

Lantas seperti apa kisah lengkap para wara TNI AU tersebut ? Dan bagaimana sejarah awal mula terbentuknya TNI AU ?

Editor : edika ipelona



BERITA LAINNYA

Close Ads x
NEWSTICKER
16:50
ANTISIPASI PENYEBARAN COVID-19, TNI AD AKAN GUNAKAN HELM PENDETEKSI SUHU TUBUH SESEORANG DARI JARAK JAUH   PRESIDEN AS DONALD TRUMP TUNDA PELAKSANAAN KTT G7 DAN BUKA PELUANG NEGARA LAIN BERGABUNG   DEWAN MASJID INDONESIA MINTA PEMERINTAH BUAT ATURAN JELAS SOAL PEMBUKAAN KEMBALI RUMAH IBADAH DI TATANAN NORMAL BARU    MENKO POLHUKAM MAHFUD MD TEGASKAN PEMERINTAH TAK MAIN-MAIN SOAL KESEHATAN DALAM MENANGGULANGI PANDEMI KORONA   TATANAN NORMAL BARU, KOALISI PEJALAN KAKI MINTA PEMPROV DKI BUAT JALUR JAGA JARAK DI TROTOAR DAN HALTE   KEMENTERIAN PUPR: PROGRES KONSTRUKSI RUSUN PASAR JUMAT, JAKARTA, CAPAI 88 PERSEN   KEMENDIKBUD TELAH DISTRIBUSIKAN 268.381 ALAT PELINDUNG DIRI DAN 16 SET ALAT PCR PADA RUMAH SAKIT PENDIDIKAN   KEMENTERIAN SOSIAL TEGASKAN MASYARAKAT BISA TUKARKAN BANSOS SEMBAKO YANG MILIKI KUALITAS KURANG BAGUS   PANGKOGABWILHAN I: PER 31 MEI 2020, RSD WISMA ATLET KEMAYORAN CATAT 2.472 ORANG SEMBUH DARI COVID-19   KEMENLU: PER 31 MEI 2020, ADA 508 WNI DINYATAKAN SEMBUH DARI TOTAL KASUS TERKONFIRMASI POSITIF KORONA 956 ORANG   PEMPROV BANTEN PERPANJANG MASA PSBB DI WILAYAH TANGERANG RAYA HINGGA 15 JUNI 2020   PEMPROV GORONTALO PERPANJANG MASA PEMBATASAN SOSIAL BERSKALA BESAR HINGGA 14 JUNI 2020   IKATAN DOKTER INDONESIA: TATANAN NORMAL BARU BISA DITERAPKAN BERTAHAP DI ZONA HIJAU COVID-19   KEMENTERIAN KEUANGAN: PEMERINTAH TARGETKAN PUNGUT PAJAK NETFLIX, SPOTIFY, HINGGA ZOOM MULAI AGUSTUS 2020