HARIAN KOMPAS KOMPAS.COM KOMPASIANA.COM TRIBUNNEWS.COM KONTAN.CO.ID BOLASPORT.COM GRID.ID GRIDOTO.COM GRAMEDIA.COM KGMEDIA.ID
Kompas TV klik360 cerita indonesia

Tradisi Penjamasan Pusaka Sunan Kalijaga

Jumat, 23 Agustus 2019 | 22:35 WIB

Prosesi ritual penjamasan pusaka keris serta baju Kotang Onto Kusumo milik Kanjeng Sunan Kalijaga di Kadilangu Demak, Jawa Tengah, dari awal hingga akhir berlangsung sakral. Selama proses penjamasan pusaka di dalam cungkup makam kondisi mata harus terpejam, jika sabda dari Sunan Kalijaga tersebut dilanggar maka mereka akan mengalami kebutaan.

Setiap tanggal 10 Dzulhijah, tepatnya hari raya Idhul Adha, seluruh putro wayah,anak cucu Kanjeng Sunan Kalijaga di Kadilangu, Kabupaten Demak, Jawa Tengah selalu menjalankan wasiat penjamasan pusaka. Adapun pusaka yang hendak dijamas berupa Keris Kyai Crubuk serta baju Kotang Onto Kusumo yang sejak ratusan tahun hingga kini masih tersimpan di dalam cungkup makam.

Sebelum pelaksanaan prosesi penjamasan dimulai terlebih dahulu para abdi dalem mengambil minyak jamas di dalam gedung Pangeran Wijil V. Rupanya minyak yang hendak digunakan untuk menjamas pusaka adalah minyak khusus yang berasal dari campuran minyak Kadilangu Demak Bintoro serta minyak kiriman dari Kasunan Surakarta Hadiningrat yang diserahkan langsung oleh Kanjeng Gusti Pangeran Dipo Kusumo. Bahkan prosesi serah terima minyak kiriman dari Kasunan Surakarta Hadiningrat yang diberikan kepada Kasepuhan Kadilangu juga melalui tata cara keraton dengan pengawalan prajurit khusus kasunan.
Menurut Kanjeng Gusti Pangeran Dipokusumo Datu dari Keraton Kasunan Surakarta Hadiningrat mengatakan pengiriman abon-abon minyak serta berbagai ubo rampe dari Kasunanan Surakarta ke Kasepuhan Kadilangu Demak merupakan sebuah kewajiban untuk menghormati Kanjeng Sunan Kalijaga yang telah berjasa menata pemerintahan Mataram pada saat itu. Minyak tersebut selanjutnya dicampur dengan minyak Kadilangu untuk menjamas pusaka milik Kanjeng Sunan berupa keris dan ageman baju Kotang Onto Kusumo.

Selama berlangsung prosesi prosesi penjamasan pusaka menjadi daya tarik tersendiri bagi warga sekitar maupun luar daerah. Lantaran sebelum proses penjamasan dimulai seluruh kerabat Sunan Kalijaga melakukan kirab sambil membawa minyak jamas.
Sesampai di depan makam seluruh kerabat tidak diizinkan masuk ke dalam cungkup sebelum melaksanakan prosesi sungkeman yang dilanjutkan dengan doa tawasulan. Begitu pintu cungkup dibuka oleh juru kunci tidak semuanya diperbolehkan masuk. Hanya 7 orang yang sudah ditunjuk yang diperbolehkan masuk untuk melakukan penjamasan. Mereka yang ditunjuk oleh sesepuh tidak sembarangan karena mereka wajib puasa selama 7 hari serta tidak boleh tidur sehari semalam. Hal ini dimaksudkan agar para penjamas saat menjalankan tugas tidak disertai dengan hawa nafsu. Hati mereka harus benar-benar terjaga.

Selama berlangsung ritual penjamasan di dalam cukup makam Sunan Kalijaga, tak satupun dari mereka diijinkan untuk melihat pusaka yang dijamas. Seluruhnya dilakukan dengan mata terpejam. Siapapun yang berani melanggar wasiat tersebut akan menerima akibat hingga kedua mata bisa mengalami kebutaan. Hal inilah yang menjadikan prosesi ritual penjamasan pusaka Sunan Kalijaga sangat sakral, tak satupun yang berani melanggar wasiat.
Menurut Raden Agus, salah satu cucu Sunan Kalijaga selaku tim penjamas pusaka mengatakan sesuai dengan wasiat Kanjeng Sunan Kalijaga seluruh anak cucu yang menjamas pusaka tidak boleh ada yang berani membuka mata selama berlangsung prosesi menjamas di dalam cungkup makam, maka cara menjamas pusaka seluruhnya dilakukan dengan mata terpejam. Hanya kedua tangan yang dimasukkan dalam bokor minyak jika ada yang berani melihat langsung bentuk pusaka yang dijamas akan mengalami kebutaan.

Bekas minyak yang menempel di tangan ini yang dipergunakan untuk melumasi pusaka. Oleh karena itu setelah prosesi penjamasan berakhir para pengunjung mendatangi gedung pangeran, untuk minta jabat tangan dengan sesepuh. Harapan para penunjung bekas minyak yang menempel di tangan bisa membawa berkah tersendiri.

Jangan lewatkan live streaming Kompas TV 24 jam non stop di www.kompas.tv/live. Supaya tidak ketinggalan berita-berita terkini, terlengkap, serta laporan langsung dari berbagai daerah di Indonesia, yuk subscribe channel youtube Kompas TV. Aktifkan juga lonceng supaya kamu dapat notifikasi kalau ada video baru.

Media sosial Kompas TV : Facebook Instagram Twitter LINE
TAG :

BERITA LAINNYA

CERITA INDONESIA

Monas Gundul Demi Sebuah Mal?

Selasa, 28 Januari 2020 | 10:23 WIB
Close Ads x
NEWSTICKER
10:30
KALAHKAN NICK KYRGIOS, PETENIS ASAL SPANYOL RAFAEL NADAL LOLOS KE BABAK PEREMPAT FINAL AUSTRALIAN OPEN 2020   ARSENAL SUKSES MELAJU KE PUTARAN KELIMA PIALA FA SETELAH MENGALAHKAN BOURNEMOUTH DENGAN SKOR 2-1   SEMBILAN KORBAN KECELAKAAN HELIKOPTER PRIBADI MILIK KOBE BRYANT TELAH TERIDENTIFIKASI   MENPORA ZAINUDIN AMALI MENANTANG TIMNAS U19 MASUK KE BABAK SEMIFINAL PIALA DUNIA U20 2021   SOAL VIRUS KORONA, PBSI BATALKAN KEIKUTSERTAAN TIM BULU TANGKIS INDONESIA DARI TURNAMEN LINGSHUI CHINA MASTERS 2020    MENDAGRI MENILAI SEKTOR PERTANIAN MASIH MENJADI DOMAIN UTAMA PENCIPTAAN LAPANGAN KERJA DI INDONESIA   MENDAGRI TITO KARNAVIAN: PERLU ADA DESAIN BESAR ATAU "GRAND DESAIN" UNTUK MEMAJUKAN SEKTOR PERTANIAN DI INDONESIA   PANGLIMA TNI MARSEKAL HADI TJAHJANTO TEKANKAN SELURUH JAJARAN MENJAGA NETRALITAS PADA PILKADA SERENTAK 2020   HARI INI, TNI DAN POLRI GELAR RAPAT PIMPINAN BERSAMA UNTUK BAHAS PENGAMANAN PILKADA SERENTAK DAN PON 2020    KOMISI VII DPR MINTA MENTERI ESDM MENYAMPAIKAN KE MASYARAKAT SOAL TAK ADA KENAIKAN HARGA ELPIJI 3 KILOGRAM    PRESIDEN JOKOWI AKAN MENYERAHKAN SURPRES RUU "OMNIBUS LAW" PERPAJAKAN KE DPR PEKAN INI   PEMERINTAH PERANCIS & AS AKAN MEMULANGKAN SELURUH WARGANYA YANG BERADA DI WUHAN TERKAIT WABAH VIRUS KORONA    PEMERINTAH MONGOLIA MEMUTUSKAN TUTUP PERBATASAN DENGAN TIONGKOK UNTUK CEGAH PENYEBARAN WABAH VIRUS KORONA    KEMENLU IMBAU WNI YANG AKAN BERKUNJUNG KE TIONGKOK PANTAU APLIKASI SAFE TRAVEL SOAL PENYEBARAN VIRUS KORONA