HARIAN KOMPAS KOMPAS.COM KOMPASIANA.COM TRIBUNNEWS.COM KONTAN.CO.ID BOLASPORT.COM GRID.ID GRIDOTO.COM GRAMEDIA.COM KGMEDIA.ID
Kompas TV nasional berita kompas tv

Wabup Karawang: 5.675 Nelayan Terdampak Tumpahan Minyak

Sabtu, 10 Agustus 2019 | 19:20 WIB

Pemerintah Kabupaten Karawang terus menghimpun data terkait kerugian akibat kebocoran pipa Pertamina. Akibat insiden ini ribuan nelayan terancam kehilangan mata pencaharian.

Menurut Data Pemkab Karawang, ada 5.600 lebih nelayan yang terdampak akibat tumpahan minyak. Menurut Wakil Bupati Karawang, Ahmad Jamaksari, insiden kebocoran pipa Pertamina ini sangat berdampak buruk bagi alam di laut karawang dan daerah pesisir.

Editor : Dian Septina



BERITA LAINNYA

Close Ads x
NEWSTICKER
00:38
SATGAS WASPADA INVESTASI OJK NORMALISASI 35 DARI 50 KOPERASI YANG DIDUGA MEMILIKI APLIKASI DARING ILEGAL   MENTERI BUMN ERICK THOHIR TARGETKAN PROYEK KERETA CEPAT JAKARTA-BANDUNG SELESAI PADA SEPTEMBER 2022   KEMENKES IRAN MELAPORKAN 2.189 KASUS BARU KORONA DALAM WAKTU 24 JAM   PEMERINTAH KOREA SELATAN KEMBALI MENUTUP SEKOLAH SETELAH MELAPORKAN KASUS KORONA KEMBALI NAIK   DISHUB DKI: PEMERIKSAAN SIKM DITERAPKAN HINGGA PENETAPAN KORONA SEBAGAI BENCANA NASIONAL DINYATAKAN SELESAI   BANYAK PELANGGARAN SELAMA PSBB, KAPOLDA METRO JAYA: PENGAWASAN PASAR TRADISIONAL DIPERKETAT SAAT "NEW NORMAL"   KAPOLDA METRO JAYA: PASAR TRADISIONAL JADI SALAH SATU LOKASI YANG BANYAK TERJADI PELANGGARAN SELAMA PSBB   PEMERINTAH PERPANJANG MASA PEMBERIAN BANSOS BAGI MASYARAKAT TERDAMPAK PANDEMI HINGGA DESEMBER 2020   GUGUS TUGAS PENANGANAN COVID-19: KASUS KORONA DI KOTA AMBON MERUPAKAN TERTINGGI DI PROVINSI MALUKU   GUBERNUR JABAR RIDWAN KAMIL MENGIMBAU WARGANYA TAK EUFORIA SELAMA MENJALANI "NEW NORMAL"   PEMPROV DKI TEGASKAN SELURUH RUMAH IBADAH HARUS TERAPKAN PROTOKOL KESEHATAN SELAMA "NEW NORMAL"   PEMPROV DKI AKAN BUKA KEMBALI SELURUH TEMPAT IBADAH SAAT "NEW NORMAL" DITERAPKAN   GUBERNUR DKI ANIES BASWEDAN PASTIKAN TAK ADA PEMBANGUNAN BARU DI JAKARTA TAHUN INI   KEMENKES MINTA PANDUAN "NEW NORMAL" DISESUAIKAN DENGAN KONDISI MASING-MASING PERUSAHAAN