NEWSTICKER
Close Ads x

Konsumsi Listrik Melemah, Pemerintah ke Mana?

KOMPAS BISNIS | 29 Juli 2019 10:15 WIB
< 500 Views
Senin
29
Juli
2019
10:15 WIB

Di ujung tahun pemerintahan era kabinet kerja jilid pertama, bayang-bayang perlambatan ekonomi semakin gulita. Terdeteksi konsumsi listrik yang selama ini menjadi indikator utama penggerak pertumbuhan ekonomi melemah.

Data perusahaan listrik negara dari Januari sampai Juni menunjukkan konsumsi listrik sektor tekstil, negatif 1,8 persen, besi dan baja negatif 9,6 persen, semen minus 7,1 persen, dan otomotif minus 1,2 persen. Sektor tekstil merupakan pelanggan listrik industri terbesar, dengan porsi 17 persen. Disusul kimia 10 persen, besi dan baja 10 persen, semen 8 persen, dan otomotif 7 persen.

Memakai istilah ekonom, ada kesalahan struktural pada sistem ekonomi Indonesia. Selama ini pemerintah hanya fokus pada komoditas, dan cenderung abai pada sektor manufaktur. Dampaknya jelas pertumbuhan manufaktur sudah di bawah pergerakan ekonomi. Jika ekonomi kuartal satu 2019 tumbuh 5,07 persen, manufaktur hanya naik 4,45 persen.

Memberi perhatian pada sektor manufakturbukan sekadar mengundang investor asing dan mendirikan pabrik berkapasitas raksasa. Industri butuh kepastian lain, terutama pembangunan "pasarnya". Menciptakan permintaan yang cukup, agar investasi industri berputar.

#LISTRIK #KONSUMSILISTRIK #INDUSTRILISTRIK

TAG : listrik konsumsi listrik pln industri listrik ekonomi tekstil baja dan semen otomotif manufaktur investasi berita terkini
VIDEO TERPOPULER
1
2
3
4
5
6
7
BERITA LAINNYA
| 01:12

| 01:19

| 09:20

| 04:56
18 September 2019 12:20 WIB

Penjualan Alat Berat Terusik Harga Batubara


| 02:39
18 September 2019 12:10 WIB

Utang 6 BUMN Kian Mengkhawatirkan


| 01:09

| 01:55

| 01:25