HARIAN KOMPAS KOMPAS.COM KOMPASIANA.COM TRIBUNNEWS.COM KONTAN.CO.ID BOLASPORT.COM GRID.ID GRIDOTO.COM GRAMEDIA.COM KGMEDIA.ID
Kompas TV nasional kompas bisnis

Hanya Selektif, Perbankan Tidak Alergi Tekstil

Kamis, 25 Juli 2019 | 11:55 WIB

Perbankan akan semakin selektif menyalurkan kredit ke sektor tekstil pasca meledaknya krisis utang anak usaha Duniatex Group, yaitu PT Delta Merlin Dunia Textile. Bank Mandiri misalnya, sudah mengalkulasi bahwa pasar tekstil berpotensi memiliki kinerja kurang prima. Penyebabnya adalah perang dagang Amerika Serikat dan Tiongkok.

Di sektor tekstil, Bank Mandiri punya eksposur kredit ke Duniatex Group cukup besar tapi turun. Nilainya dari semula Rp 5,5 triliun, kini menjadi Rp 2,2 triliun tetapi ditegaskan eksposur ini adalah ke induk usaha, bukan anak usaha yang sedang krisis.

Acuan utama perbankan dalam menyalurkan kredit adalah kesehatan calon debitor. Salah satunya dilihat dari peringkat utang. Memakai kasus anak usaha Duniatex Group, lembaga pemeringkat standard and poor’s alias s&p memangkas peringkat utang obligasi PT Delta Merlin Dunia Textile.

#Tekstil #Perbankan #KrisisGagalBayar

Editor : Desy Hartini



BERITA LAINNYA

Close Ads x
NEWSTICKER
00:28
SATGAS WASPADA INVESTASI OJK NORMALISASI 35 DARI 50 KOPERASI YANG DIDUGA MEMILIKI APLIKASI DARING ILEGAL   MENTERI BUMN ERICK THOHIR TARGETKAN PROYEK KERETA CEPAT JAKARTA-BANDUNG SELESAI PADA SEPTEMBER 2022   KEMENKES IRAN MELAPORKAN 2.189 KASUS BARU KORONA DALAM WAKTU 24 JAM   PEMERINTAH KOREA SELATAN KEMBALI MENUTUP SEKOLAH SETELAH MELAPORKAN KASUS KORONA KEMBALI NAIK   DISHUB DKI: PEMERIKSAAN SIKM DITERAPKAN HINGGA PENETAPAN KORONA SEBAGAI BENCANA NASIONAL DINYATAKAN SELESAI   BANYAK PELANGGARAN SELAMA PSBB, KAPOLDA METRO JAYA: PENGAWASAN PASAR TRADISIONAL DIPERKETAT SAAT "NEW NORMAL"   KAPOLDA METRO JAYA: PASAR TRADISIONAL JADI SALAH SATU LOKASI YANG BANYAK TERJADI PELANGGARAN SELAMA PSBB   PEMERINTAH PERPANJANG MASA PEMBERIAN BANSOS BAGI MASYARAKAT TERDAMPAK PANDEMI HINGGA DESEMBER 2020   GUGUS TUGAS PENANGANAN COVID-19: KASUS KORONA DI KOTA AMBON MERUPAKAN TERTINGGI DI PROVINSI MALUKU   GUBERNUR JABAR RIDWAN KAMIL MENGIMBAU WARGANYA TAK EUFORIA SELAMA MENJALANI "NEW NORMAL"   PEMPROV DKI TEGASKAN SELURUH RUMAH IBADAH HARUS TERAPKAN PROTOKOL KESEHATAN SELAMA "NEW NORMAL"   PEMPROV DKI AKAN BUKA KEMBALI SELURUH TEMPAT IBADAH SAAT "NEW NORMAL" DITERAPKAN   GUBERNUR DKI ANIES BASWEDAN PASTIKAN TAK ADA PEMBANGUNAN BARU DI JAKARTA TAHUN INI   KEMENKES MINTA PANDUAN "NEW NORMAL" DISESUAIKAN DENGAN KONDISI MASING-MASING PERUSAHAAN