HARIAN KOMPAS KOMPAS.COM KOMPASIANA.COM TRIBUNNEWS.COM KONTAN.CO.ID BOLASPORT.COM GRID.ID GRIDOTO.COM GRAMEDIA.COM KGMEDIA.ID
Kompas TV / nasional / berita kompas tv

Nunung Srimulat: Suami Minta Saya untuk Berhenti Gunakan Narkoba

Selasa, 23 Juli 2019 | 08:35 WIB

Setelah ditangkap polisi akibat kasus narkoba, Nunung dan suaminya July Jan Sambiran muncul di hadapan publik. Nunung mengaku menyesal dan meminta maaf kepada sejumlah pihak. Komedian Nunung telah ditetapkan sebagai tersangka kepemilikan narkoba.

Sebelumnya, komedian Nunung ditangkap bersama suaminya pada Jumat, 19 Juli 2019 di kediamannya di Tebet, Jakarta Selatan. Nunung ditangkap sesaat setelah menggunakan sabu yang dibelinya oleh penjual berinisial TB.

Sejumlah fakta pun terungkap terkait Nunung yang terjerat narkoba. Nunung kerap bertransaksi sabu di depan rumahnya di Tebet, Jakarta Selatan. Penjual sabu, TB, tak pernah diizinkan masuk ke dalam rumah. Nunung dan TB bertransaksi di pintu gerbang. Nunung dan suaminya bertransaksi dengan modus membeli perhiasan.

Saat digerebek, Nunung sempat berusaha menghilangkan barang bukti dengan membuang sabu seberat 2 gram ke dalam kloset. Nunung telah aktif menggunakan sabu sejak 20 tahun lalu, sedangkan suami Nunung aktif sejak 24 tahun lalu. Suami Nunung sempat menasehati agar berhenti mengkonsumsi narkoba.

Di sisi lain, Nunung Srimulat juga menceritakan kronologis dirinya saat polisi menggerebek rumah Nunung. Komedian ini pun berjanji akan membantu polisi membongkar jaringan narkoba. Lalu bagaimana pengakuan Nunung hingga dirinya bisa terjerat narkoba? Jurnalis KompasTV Fristian Griec mewawancarai Nunung secara eksklusif.

#NunungSrimulat #NunungTerjeratNarkoba #NunungDitangkap

Jangan lewatkan live streaming Kompas TV 24 jam non stop di www.kompas.tv/live. Supaya tidak ketinggalan berita-berita terkini, terlengkap, serta laporan langsung dari berbagai daerah di Indonesia, yuk subscribe channel youtube Kompas TV. Aktifkan juga lonceng supaya kamu dapat notifikasi kalau ada video baru.

Media sosial Kompas TV : Facebook Instagram Twitter LINE

BERITA LAINNYA

Close Ads x
NEWSTICKER
16:58
KPK HARAP PRESIDEN JOKOWI DAPAT TINGKATKAN KOORDINASI ANTARLEMBAGA UNTUK MENINGKATKAN INDEKS PERSEPSI KORUPSI   KOMISI I DPR SIAP FASILITASI PENDIRIAN RUMAH PINTAR DI SETIAP KECAMATAN YANG ADA DI PEKALONGAN, JATENG   KEMENTERIAN PAN RB TARGETKAN TRANSFORMASI JABATAN STRUKTURAL ESELON III, IV, DAN V KE FUNGSIONAL SELESAI JUNI 2020   MENTERI AGAMA FACHRUL RAZI: INDONESIA TUNGGU JAWABAN ARAB SAUDI SOAL PENAMBAHAN KUOTA HAJI   KETUA DPR PUAN MAHARANI MINTA TINDAKAN KORUPSI DAN PERILAKU KORUPTIF DIHILANGKAN   POLISI BANTAH ADA TAWURAN ANTAR WARGA SUMBA DI BALI   WAKIL PRESIDEN MA’RUF AMIN AKUI MASIH ADA PERMASALAHAN HAM YANG BELUM SELESAI   KANTOR IMIGRASI TANGERANG TANGKAP 25 WARGA NEGARA ASING YANG LANGGAR IZIN TINGGAL   KETUA KPK AGUS RAHARDJO: KPK SELAMATKAN UANG NEGARA RP 63,9 TRILIUN DALAM 4 TAHUN TERAKHIR   GUBERNUR JAWA BARAT RIDWAN KAMIL SIAPKAN PERGUB BARU UNTUK MENGATUR KAWASAN BANDUNG UTARA   SOAL BANTUAN HUKUM KORBAN FIRST TRAVEL, KEJAKSAAN AGUNG TUNGGU PUTUSAN PK PENASIHAT HUKUM   KOMNAS HAM HARAP PEMERINTAH SELESAIKAN PERMASALAHAN HAM MASA LALU HINGGA KONFLIK AGRARIA DAN SUMBER DAYA ALAM   KETUA MPR BAMBANG SOESATYO HARAP KPK LEBIH GENCAR MEMBERANTAS KORUPSI   PRESIDEN JOKOWI: HUKUMAN MATI BAGI KORUPTOR BISA SAJA DITERAPKAN KALAU MASYARAKAT BERKEHENDAK