Kompas TV nasional sapa indonesia

Kasus Daftar Menu Garuda, Pencemaran Nama Baik atau Membungkam Kritik? Sapa Indonesia Malam

Kamis, 18 Juli 2019 | 21:41 WIB

Unggahan video dan foto secarik kertas menu makanan dengan tulisan tangan di pesawat Garuda Indonesia kelas bisnis tujuan Sydney-Denpasar-Jakarta beberapa waktu lalu berbuntut panjang. Sang pengunggah Rius Vernandes dilaporkan ke polisi atas tuduhan pencemaran nama baik berlandaskan Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik.

Ketua Harian Serikat Karyawan Garuda Indonesia, Tomy Tampatty menyebut postingan Rius itu menimbulkan kerugian bagi perusahaan. Sementara terkait diberikannya menu makanan dengan tulisan tangan kepada penumpang Tomy Tampatty menyebut pihak Garuda Indonesia tengah melakukan penyelidikan internal untuk mengetahui apakah ada kesalahan prosedur yang dilakukan kru pesawat.

Soal menu tulisan tangan itu sudah diklarifikasi oleh pihak Garuda Indonesia di akun twitter mereka @IndonesiaGaruda. “Dapat kami sampaikan bahwa ini bukan kartu menu untuk penumpang melainkan catatan pribadi kabin yang tidak untuk disebarluaskan terima kasih.” Tulis akun @IndonesiaGaruda. Menanggapi hal ini Rius Verdandes mengatakan dirinya melihat penumpang lain dibagikan kertas tulisan tangan sebagai pengganti buku menu.

Sementara itu polisi telah meminta keterangan pelapor dan sejumlah saksi atas laporan terhadap youtuber, Rius Vernandes. Namun Rius batal diperiksa karena ada kegiatan lain. Polisi telah menjadwalkan ulang pemeriksaan terhadap Rius pada 23 Juli mendatang.

Konsumen punya hak untuk menyampaikan pendapat dan keluhannya sementara pelaku usaha wajib mendengarkan keluhan itu. Namun sejauh mana undang-undang melindungi opini konsumen di media sosial. Di mana jeratan UU ITE kini menjadi sorotan khusus agar opini di medsos tak berujung pidana.

Apakah langkah PT Garuda Indonesia yang melaporkan youtuber Rius Vernades sudah tepat? Dan bagaimana reaksi dari Rius Vernandes sendiri?

Kita tanyakan langsung dengan Rius Vernandes. Selain rius juga hadir pengacara dari Rius, Abraham Sridjaja. Kemudian ada anggota Ombudsman, Alvin Lie. Serta pengamat penerbangan sekaligus Direktur Aviatory Indonesia, Ziva Narendra Arifin.

#GarudaIndonesia #RiusVernandes #DaftarMenu

Editor : Imanuel Gilang Krisjanuar



VIDEO REKOMENDASI

BERITA LAINNYA


Berita Daerah

Serunya Bermain Mini RC Adventure

Sabtu, 15 Agustus 2020 | 00:22 WIB
Close Ads x
NEWSTICKER
00:54
POLDA KEPULAUAN RIAU TAHAN DUA ORANG TERSANGKA PERDAGANGAN ORANG KAPAL TIONGKOK   KEMENTERIAN PERDAGANGAN DORONG EKSPOR KOPI INDONESIA KE MEKSIKO   WAKIL WALI KOTA SURABAYA WHISNU SAKTI BUANA SEBUT IBU-IBU BERPERAN PENTING CEGAH PENYEBARAN COVID-19   POLDA METRO JAYA TAHAN DELAPAN ORANG YANG DIDUGA PROVOKATOR KERICUHAN UNJUK RASA DI GEDUNG DPR   KEPALA BKSDA NTT: KEBAKARAN DI KAWASAN CAGAR ALAM WAE WUUL CAPAI 17 HEKTAR   JUBIR SATGAS COVID-19 KOTA BATU: 22 ASN DAN TENAGA HARIAN LEPAS POSITIF COVID-19, 4 DI ANTARANYA MENINGGAL   KETUA SATGAS COVID-19 IDI ZUBAIRI DJOERBAN SARANKAN KAPASITAS TEMPAT TIDUR RS COVID-19 DITAMBAH   KEMENDES PDTT DORONG DESA WISATA PULIHKAN EKONOMI YANG TERPURUK AKIBAT PANDEMI KORONA   MENKEU SRI MULYANI PASTIKAN PEMBIAYAAN MELALUI SKEMA BERBAGI BEBAN DENGAN BANK INDONESIA TAK BERLANJUT DI 2021   PANDEMI KORONA, MENTERI PPN SUHARSO MONOARFA SEBUT PROYEK IBU KOTA NEGARA BARU MASIH TETAP BERLANJUT   BARESKRIM POLRI BAGI PERISTIWA DJOKO TJANDRA MENJADI 3 KLASTER   KASUS KORUPSI PENGHAPUSAN "RED NOTICE" DJOKO TJANDRA, BARESKRIM POLRI SITA 20.000 DOLLAR AS    PRESIDEN JOKOWI HARAP "OMNIBUS LAW" RUU PERPAJAKAN MAMPU PERCEPAT PEMULIHAN EKONOMI PASCA-PANDEMI COVID-19    PRESIDEN JOKOWI TEGASKAN PEMERINTAH BERKOMITMEN PERKUAT PERLINDUNGAN SOSIAL DAN KETAHANAN PANGAN