HARIAN KOMPAS KOMPAS.COM KOMPASIANA.COM TRIBUNNEWS.COM KONTAN.CO.ID BOLASPORT.COM GRID.ID GRIDOTO.COM GRAMEDIA.COM KGMEDIA.ID
Kompas TV nasional berita kompas tv

Kasus Novel Baswedan, TGPF Rekomendasikan Polri untuk Bentuk Tim Lagi

Kamis, 18 Juli 2019 | 08:05 WIB

Setelah dibentuk Kapolri Jenderal Tito Karnavian pada Januari 2019, Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) kasus teror terhadap Novel Baswedan akhirnya merilis hasil kerja mereka.

Dari hasil kerja mereka, TGPF mengeluarkan dua rekomendasi untuk dilanjutkan polri, yakni membentuk tim teknis untuk menyelidiki pelaku penyiraman. Tim teknis direkomendasikan untuk menyelidiki tiga orang yang diduga berhubungan dengan aksi penyiraman air keras terhadap Novel Baswedan.

Dalam laporan setebal 2.700 halaman, tim pencari fakta meyakini pelaku bermaksud membalas sakit hati atau memberikan pelajaran kepada Novel sehingga menggunakan cairan yang tidak mematikan.

Dalam laporan akhirnya, tim pencari fakta juga meminta Kapolri menyelidiki sekurangnya enam kasus yang pernah dan sedang ditangani Novel Baswedan saat teror terjadi.

Enam kasus yang dimaksud adalah megakorupsi KTP elektronik yang menyeret Ketua DPR saat itu, Setya Novanto, kasus suap Ketua MK yang Menyeret Akil Mochtar dengan vonis seumur hidup. Di tahun 2012, Novel juga menjadi penyidik dalam kasus simulator SIM di Korlantas Polri.

Di tahun 2011, Novel tercatat terlibat dalam penyelidikan suap mantan Bupati Buol dengan tersangka Amran Batalipu. Korupsi wisma atlet SEA Games hingga suap dana Percepatan Pembangunan Infrastruktur Daerah (PPID) Wa Ode Nurhayati.

Atas rekomendasi dari TGPF kasus Novel Baswedan, polri segera membentuk tim teknis lapangan yang dipimpin Kabareskrim Polri Komjen Idham Azis. Tim dibentuk untuk bekerja selama enam bulan dan bisa diperpanjang jika diperlukan.

#NovelBaswedan #InvestigasTGPF #TGPF

Penulis : Desy Hartini



BERITA LAINNYA

Close Ads x
NEWSTICKER
03:07
PEKAN DEPAN, BALEG DPR AKAN BENTUK PANITIA KERJA UNTUK BAHAS DRAF "OMNIBUS LAW" RUU CIPTA KERJA   KETUA KOMISI III DPR HERMAN HERY BANTAH PEMBAHASAN RKUHP & RUU PEMASYARAKATAN AKAN DIKEBUT DALAM SEPEKAN   EVI NOVIDA GINTING SAMPAIKAN SURAT KEBERATAN ATAS KEPPRES YANG BERHENTIKAN DIRINYA SEBAGAI KOMISIONER KPU   KOMISI PENGAWAS PERSAINGAN USAHA DESAK PELAKU IMPORTIR SEGERA REALISASIKAN IMPOR BAWANG PUTIH   MENKES ISRAEL YAAKOV LITZMAN DINYATAKAN POSITIF TERINFEKSI VIRUS KORONA   KETUA MPR BAMBANG SOESATYO IMBAU MASYARAKAT TAK KUCILKAN TENAGA MEDIS YANG TANGANI PASIEN KORONA   GUBERNUR RIAU SYAMSUAR TINGKATKAN STATUS SIAGA MENJADI TANGGAP DARURAT VIRUS KORONA   IAKMI NILAI KEBIJAKAN "SOCIAL DISTANCING" UNTUK CEGAH VIRUS KORONA BELUM BERJALAN DENGAN BAIK   MENDAGRI TITO KARNAVIAN INSTRUKSIKAN KEPALA DAERAH ISOLASI TKI DARI MALAYSIA YANG MEMILIKI GEJALA VIRUS KORONA   KPK BENTUK TIM KHUSUS UNTUK AWASI PENGGUNAAN ANGGARAN PENANGANAN VIRUS KORONA   POLRI TANGANI 70 KASUS HOAKS TERKAIT VIRUS KORONA PER 2 APRIL 2020   MENKES TERAWAN AGUS PUTRANTO: HAMPIR 8.500 VENTILATOR DIDISTRIBUSIKAN KE SEMUA RS RUJUKAN KORONA DI INDONESIA   PEMPROV DKI JAKARTA BUAT LABORATORIUM UNTUK PERCEPAT TES VIRUS KORONA   GUBERNUR DKI ANIES BASWEDAN TUNGGU ARAHAN MUI SOAL KEBIJAKAN BERIBADAH SELAMA BULAN RAMADAN