Kompas TV TALKSHOW satu meja

Aksi 22 Mei, Siapa Penumpang Gelap? - SATU MEJA (1)

Selasa, 4 Juni 2019 | 23:51 WIB

Dalang dibalik kericuhan 21 dan 22 Mei 2019 masih menjadi misteri. Polisi telah mengidentifikasi tiga kelompok yang menunggangi aksi massa yang menolak hasil pemilu. Salah satu kelompok berencana melakukan pembunuhan terhadap sejumlah tokoh nasional. Pendalaman masih terus dilakukan untuk menguak aktor intelektual di balik kelompok-kelompok tersebut.

Pihak berwenang, termasuk Komnas HAM, juga masih menguak siapa di balik insiden penembakan yang memakan korban jiwa dalam aksi rusuh 21 dan 22 Mei. Lantas, bagaimana penyelidikan yang dilakukan pihak kepolisian? Akankah dalang di balik rekayasa rusuh 21 dan 22 Mei 2019 terungkap?

#SatuMeja #SatuMejaTheForum

Editor : D I M



BERITA LAINNYA


Close Ads x
NEWSTICKER
04:12
PK TERHADAP PERKARA MANTAN KEPALA BPPN SYAFRUDDIN ARSYAD TEMENGGUNG DITOLAK, KPK: KAMI HORMATI PUTUSAN MA   MA TOLAK PERMOHONAN PK YANG DIAJUKAN KPK TERKAIT PUTUSAN MANTAN KEPALA BPPN SYAFRUDDIN ARSYAD TEMENGGUNG   KOORDINATOR MAKI BOYAMIN SAIMAN MENILAI BARESKRIM POLRI PERLU MEMERIKSA JAKSA PINANGKI TERKAIT DJOKO TJANDRA   KPAI SARANKAN KEMENDIKBUD GRATISKAN INTERNET SISWA DARI DANA PROGRAM ORGANISASI PENGGERAK (POP)   SOAL KLAIM HADI PRANOTO, KEMENKES: OBAT HARUS LOLOS UJI ILMIAH   KAROPENMAS SEBUT BARESKRIM PANGGIL PENGACARA DJOKO TJANDRA, ANITA KOLOPAKING SELASA, 4 AGUSTUS 2020   BUPATI BOGOR MINTA PENAMPUNGAN MIGRAN DIPINDAH DARI PUNCAK BOGOR   KEMENKES MINTA MASYARAKAT TIDAK MUDAH PERCAYA KLAIM HADI PRANOTO   TANGGAPI HADI PRANOTO, KEMENKES TEGASKAN PRODUKSI OBAT TIDAK SEMBARANGAN    GUBERNUR JAWA TENGAH GANJAR PRANOTO AKAN POTONG GAJI ASN YANG LANGGAR PROTOKOL KESEHATAN DI KANTOR   KEMENDIKBUD BERI BANTUAN DANA UANG KULIAH TUNGGAL KEPADA 419.605 MAHASISWA TERDAMPAK PANDEMI COVID-19   GUBERNUR JAWA TIMUR KHOFIFAH INDAR PARAWANSA TEGASKAN PENENTUAN ZONA HIJAU BUKAN WEWENANG DAERAH   BAWASLU SEBUT PENYEDIAAN ALAT PELINDUNG DIRI UNTUK PENYELENGGARA PILKADA BELUM 100 PERSEN    KEMENRISTEK TIDAK PERNAH MEMBERIKAN DUKUNGAN UJI KLINIS OBAT HERBAL PRODUKSI BIO NUSWA YANG DIAKUI HADI PRANOTO