HARIAN KOMPAS KOMPAS.COM KOMPASIANA.COM TRIBUNNEWS.COM KONTAN.CO.ID BOLASPORT.COM GRID.ID GRIDOTO.COM GRAMEDIA.COM KGMEDIA.ID
Kompas TV nasional sapa indonesia

Lebih 62.000 Surat Suara Terlambat Tiba di PPLN Malaysia, Bawaslu Menolak Untuk Dihitung

Senin, 20 Mei 2019 | 10:32 WIB

Rapat pleno rekapitulasi suara tingkat nasional di Gedung KPU Pusat, Jakarta pada Senin (20/5/2019) dini hari membahas 62 ribu lebih surat suara yang tiba terlambat di PPLN Kuala Lumpur Malaysia.

Dalam rapat yang berakhir Senin (20/5/2019) dini hari ini Bawaslu akhirnya mengeluarkan rekomendasi tertulis untuk tidak menghitung 62 ribu lebih surat suara yang tiba terlambat di PPLN Kuala Lumpur, Malaysia.

Sehingga surat suara yang dianggap sah hanya surat suara yang tiba paling lambat tanggal 15 Mei 2019 yaitu sebanyak 22.807 surat suara. Sementara itu Komisi Pemilihan Umum RI berpendapat bahwa 62 ribu surat suara tersebut masih bisa dianggap sah mengingat surat suara via pos ini tiba di hari penghitungan. Namun KPU mengaku akan tetap menjalankan rekomendasi dari Bawaslu.

#Bawaslu #Pemilu2019 #PPLNMalaysia

Editor : Imanuel Gilang Krisjanuar



BERITA LAINNYA

Close Ads x
NEWSTICKER
07:48
JUMLAH KASUS KORONA DI SPANYOL: 235.290 POSITIF, 150.376 SEMBUH, 28.678 MENINGGAL DUNIA   SPANYOL SIAP BUKA PARIWISATANYA BAGI TURIS LUAR NEGERI MULAI JULI 2020   TIONGKOK BERENCANA BERI VAKSIN KORONA KE BEBERAPA KELOMPOK PADA AKHIR TAHUN MESKI UJI COBA BELUM SELESAI   MENLU TIONGKOK WANG YI SEBUT AS DAN TIONGKOK BERADA DI AMBANG PERANG DINGIN YANG BARU   JUMLAH KASUS KORONA DI KALIMANTAN BARAT: 168 POSITIF, 38 SEMBUH, 4 MENINGGAL DUNIA   SEBANYAK 40 TENAGA KESEHATAN DI KALIMANTAN BARAT TERINFEKSI VIRUS KORONA   UNJ SEBUT TIDAK ADA UNSUR KETERLIBATAN PEJABAT NEGARA DALAM OTT KPK TERHADAP SALAH SATU STAF UNJ   UNIVERSITAS NEGERI JAKARTA (UNJ): TIDAK BENAR TERJADI OTT TERHADAP REKTOR UNJ   UNIVERSITAS NEGERI JAKARTA (UNJ) MEMBENARKAN TELAH TERJADI OTT KPK TERHADAP SALAH SATU STAF UNJ   KEMENHUB SEBUT TRANSPORTASI KELUAR MASUK JABODETABEK TERKENDALI DI HARI PERTAMA IDUL FITRI   PEMERINTAH IMBAU MASYARAKAT TETAP TERAPKAN PROTOKOL KESEHATAN PENCEGAHAN KORONA KARENA BELUM ADA VAKSIN   PEMERINTAH MINTA MASYARAKAT MEMPUNYAI PARADIGMA BARU GUNA MENGANTISIPASI PANDEMI KORONA BERKEPANJANGAN   ACHMAD YURIANTO: KITA MASIH AKAN MELALUI TAHAPAN-TAHAPAN YANG CUKUP BERAT DI TENGAH PANDEMI   JUBIR PEMERINTAH PENANGANAN KORONA ACHMAD YURIANTO TEGASKAN SITUASI YANG SEDANG DIHADAPI SAAT INI BELUM NORMAL