HARIAN KOMPAS KOMPAS.COM KOMPASIANA.COM TRIBUNNEWS.COM KONTAN.CO.ID BOLASPORT.COM GRID.ID GRIDOTO.COM GRAMEDIA.COM KGMEDIA.ID
Kompas TV nasional berita kompas tv

Hitung Cepat Parpol 2019 Litbang Kompas: PDI-P Unggul Disusul Golkar & Gerindra

Rabu, 17 April 2019 | 17:56 WIB

Direktur Riset Charta PoliticaMuslimin membahas mengenai hasil Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 dan efeknya terhadap partai politik, karena saat ini penghitungan suara dari pileg DPR RI sudah dimulai, Rabu (17/4).

Berikut pemaparan dari Muslimin mengenai hasil sementara dari perolehan suara partai politik berdasarkan Charta Politica dan Litbang Kompas. Data Litbang Kompas ini tercatat pada pukul 17.30 WIB dengan data masuk sebesar 23,30%.

#Pilpres2019 #HitungCepatPemilu #Pemilu2019

Editor : Desy Hartini



BERITA LAINNYA

Close Ads x
NEWSTICKER
20:05
JUMLAH KASUS KORONA DI ARMENIA: 9.492 POSITIF, 3.402 SEMBUH, 139 MENINGGAL DUNIA   PM ARMENIA NIKOL PASHINYAN MENYATAKAN DIA BERSAMA DENGAN KELUARGANYA POSITIF TERINFEKSI KORONA   ANGGOTA POLSEK DAHA SELATAN, KALSEL, BRIGADIR LEONARDO LATUPA YANG DISERANG KELOMPOK TERORIS NAIK PANGKAT   KEMENDAG: PENGUNJUNG PASAR DAN TOKO SWALAYAN DIBATASI MAKSIMAL 40% SAAT PENERAPAN TATANAN NORMAL BARU   JUMLAH PENGUNJUNG PUSAT PERBELANJAAN DIBATASI 35% SAAT KENORMALAN BARU DITERAPKAN   KEMENDAG: PENGELOLA PUSAT PERBELANJAAN WAJIB TERAPKAN PROTOKOL KESEHATAN YANG KETAT SAAT PENERAPAN "NEW NORMAL""   PSBB DI KOTA TANGERANG SELATAN DIPERPANJANG HINGGA 14 JUNI 2020   DITANGKAP KARENA GANJA, ARTIS PERAN DWI SASONO AJUKAN ASESMEN REHABILITASI   KABID HUMAS POLDA METRO JAYA: ARTIS PERAN DWI SASONO RUTIN KONSUMSI GANJA SELAMA BERADA DIRUMAH   HINGGA 1 JUNI 2020, DINKES DKI JAKARTA UJI 152.436 SPESIMEN DENGAN METODE PCR   HINGGA AKHIR MEI 2020, KEMENPERIN TERBITKAN SEKITAR 17.000 IZIN OPERASIONAL MOBILITAS DAN KEGIATAN INDUSTRI (IOMKI)   MENPAN RB TJAHJO KUMOLO INGATKAN ASN BERADAPTASI DENGAN SISTEM KERJA BARU SAAT PENERAPAN "NEW NORMAL"   KAPOLRI JENDERAL IDHAM AZIS AJAK MASYARAKAT TINGKATKAN PERSATUAN DAN KESATUAN DALAM PENERAPAN "NEW NORMAL"   YLBHI MINTA TNI TAK DILIBATKAN DALAM KENORMALAN BARU KARENA BERTENTANGAN DENGAN REFORMASI DAN TAP MPR