Kompas TV nasional berita kompas tv

Aktivis HAM Robertus Robet Ditangkap Polisi

Kamis, 7 Maret 2019 | 10:59 WIB

Rabu (6/3) malam, aktivis Hak Asasi Manusia yang jugadosen Universitas Negeri Jakarta, Robertus Robet ditangkap pihak kepolisian.

Wasekjen Partai Demokrat Rahlan Nasidik yang datang dan mendampingi robet di Mabes Polri untuk memeriksa kebenaran informasi penangkapan tersebut.

Menurut Rahlan, saat ini Robet sempat menjalani pemeriksaan yang dampingi tim kuasa hukumserta sejumlah rekan aktivis HAM.

Rahlan juga menjelaskan, penangkapan Robertus Robet berkaitan acara Kamisan di depan Istana Presiden pada 28 Februari lalu saat acara tersebut merupakan media untuk menyuarakan aspirasi rakyat kepada pemerintah.

Penulis : Sadryna Evanalia | Editor : Desy Hartini




BERITA LAINNYA


Close Ads x
NEWSTICKER
09:10
MENDIKBUD NADIEM MAKARIM: KKN TEMATIK COVID-19 LIBATKAN 5.600 MAHASISWA DARI 200 PERGURUAN TINGGI   KLHK: KAIDAH KONSERVASI DITAATI DALAM PENATAAN SARANA DI TAMAN NASIONAL KOMODO   WAPRES MA'RUF AMIN: PERAN PEMUDA DIPERLUKAN DALAM MEMUTUS PENYEBARAN COVID-19   PEMPROV DKI WAJIBKAN PENGELOLA TEMPAT WISATA BATASI PENGUNJUNG MAKSIMAL 25 PERSEN SELAMA LIBUR PANJANG   ANTISIPASI BEGAL SEPEDA, DPRD DKI JAKARTA MINTA PEMPROV TAMBAH KAMERA PEMANTAU DI SEJUMLAH TITIK   PEMPROV JABAR MINTA PEMDA TEKAN RISIKO PENULARAN COVID-19 SEMASA LIBUR PANJANG   MENTERI BUMN ERICK THOHIR SIAP DUKUNG PELAKU UMKM DALAM INFRASTRUKTUR, PENDANAAN, DAN AKSES PASAR   KEMENTERIAN BUMN TARGETKAN REKRUT 1.000 PUTRA-PUTRI PAPUA DAN PAPUA BARAT DALAM PROGRAM PEREKRUTAN BERSAMA BUMN   KAMPANYE TATAP MUKA MASIF, BAWASLU DORONG PENGUATAN DISIPLIN PROTOKOL KESEHATAN   MENDAGRI TITO KARNAVIAN HARAP MAHASISWA IKUT SOSIALISASIKAN PENCEGAHAN COVID-19   MENDAGRI TITO KARNAVIAN: HARUS DICARI RUMUS KESEIMBANGAN UNTUK KESEHATAN DAN EKONOMI DI TENGAH PANDEMI COVID-19   PRESIDEN JOKOWI: BERSATU DAN BEKERJA SAMA KUNCI INDONESIA MAJU    KETUA BAWASLU MENGAKU KESULITAN MEREKRUT PENGAWAS TEMPAT PEMUNGUTAN SUARA (TPS) AKIBAT PANDEMI COVID-19    GUBERNUR ANIES BASWEDAN SEBUT 39 PERSEN KASUS COVID-19 DI DKI JAKARTA TERJADI DARI KLASTER KELUARGA