Kompas TV nasional berita kompas tv

Klarifikasi Aktivis HAM Robertus Robet Soal Nyanyian di Orasinya

Kamis, 7 Maret 2019 | 10:33 WIB

Rabu (6/3) malam, #aktivis Hak Asasi Manusia yang juga dosen Universitas Negeri Jakarta, #RobertusRobet ditangkap pihak kepolisian. Wasekjen Partai Demokrat Rahlan Nasidik yang datang dan mendampingi robet di Mabes Polri untuk memeriksa kebenaran informasi penangkapan tersebut.

Rahlan juga menjelaskan, penangkapan Robertus Robet berkaitan acara Kamisan di depan Istana Presiden pada 28 Februari lalu saat acara tersebut merupakan media untuk menyuarakan aspirasi rakyat kepada pemerintah.

Dalam lagu yang sempat viral tersebut, Robertus Robet dianggap melecehkan institusi TNI dengan aksi yang direkam dan disebarkan melalui media sosial.

Namun beberapa jam sebelum ditangkap, Robertus Robet sempat mengklarifikasi bahwa lagu itu ditujukan sebagai kritikan pada institusi ABRI era orde baru dan bukan TNI pada saat ini.

Penulis : Sadryna Evanalia | Editor : Desy Hartini




VIDEO REKOMENDASI

BERITA LAINNYA


Berita Daerah

Serunya Bermain Mini RC Adventure

Sabtu, 15 Agustus 2020 | 00:22 WIB
Close Ads x
NEWSTICKER
00:25
POLDA KEPULAUAN RIAU TAHAN DUA ORANG TERSANGKA PERDAGANGAN ORANG KAPAL TIONGKOK   KEMENTERIAN PERDAGANGAN DORONG EKSPOR KOPI INDONESIA KE MEKSIKO   WAKIL WALI KOTA SURABAYA WHISNU SAKTI BUANA SEBUT IBU-IBU BERPERAN PENTING CEGAH PENYEBARAN COVID-19   POLDA METRO JAYA TAHAN DELAPAN ORANG YANG DIDUGA PROVOKATOR KERICUHAN UNJUK RASA DI GEDUNG DPR   KEPALA BKSDA NTT: KEBAKARAN DI KAWASAN CAGAR ALAM WAE WUUL CAPAI 17 HEKTAR   JUBIR SATGAS COVID-19 KOTA BATU: 22 ASN DAN TENAGA HARIAN LEPAS POSITIF COVID-19, 4 DI ANTARANYA MENINGGAL   KETUA SATGAS COVID-19 IDI ZUBAIRI DJOERBAN SARANKAN KAPASITAS TEMPAT TIDUR RS COVID-19 DITAMBAH   KEMENDES PDTT DORONG DESA WISATA PULIHKAN EKONOMI YANG TERPURUK AKIBAT PANDEMI KORONA   MENKEU SRI MULYANI PASTIKAN PEMBIAYAAN MELALUI SKEMA BERBAGI BEBAN DENGAN BANK INDONESIA TAK BERLANJUT DI 2021   PANDEMI KORONA, MENTERI PPN SUHARSO MONOARFA SEBUT PROYEK IBU KOTA NEGARA BARU MASIH TETAP BERLANJUT   BARESKRIM POLRI BAGI PERISTIWA DJOKO TJANDRA MENJADI 3 KLASTER   KASUS KORUPSI PENGHAPUSAN "RED NOTICE" DJOKO TJANDRA, BARESKRIM POLRI SITA 20.000 DOLLAR AS    PRESIDEN JOKOWI HARAP "OMNIBUS LAW" RUU PERPAJAKAN MAMPU PERCEPAT PEMULIHAN EKONOMI PASCA-PANDEMI COVID-19    PRESIDEN JOKOWI TEGASKAN PEMERINTAH BERKOMITMEN PERKUAT PERLINDUNGAN SOSIAL DAN KETAHANAN PANGAN