Kompas TV nasional kriminal

Polisi Telusuri Aset Wowon Pembunuh Berantai yang Habisi Nyawa 9 Orang di Jawa Barat

Rabu, 25 Januari 2023 | 23:49 WIB
polisi-telusuri-aset-wowon-pembunuh-berantai-yang-habisi-nyawa-9-orang-di-jawa-barat
Kabid Humas Polda Metro Jaya Trunoyudo Wahyu Andiko saat diwawancarai di Polda Metro Jaya, Jumat (20/1/2023). (Sumber: ANTARA/Ilham Kausar)
Penulis : Tito Dirhantoro | Editor : Vyara Lestari

JAKARTA, KOMPAS.TV - Polda Metro Jaya masih terus melakukan pengembangan terkait kasus pembunuhan berantai yang dilakukan Wowon Erawan alias Eki, Solihin alias Duloh, dan Dede Solehudin.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Trunoyudo Wisnu Andiko mengatakan, pihak penyidik kali ini menelusuri aset (asset tracing) milik para tersangka pembunuhan berantai tersebut.

Baca Juga: Terungkap, Wowon Bunuh Anaknya yang Masih 2 Tahun karena Bagian dari Ritual agar Bisa Lebih Sukses

“Ini akan terlihat. Jadi, ini dilakukan juga secara teknis, prosedur dan scientific, ilmiahnya tentu akan ada catatan buku rekening,” kata Trunoyudo saat ditemui di Jakarta, Rabu (25/1/2023).

Trunoyudo menjelaskan, dari penelusuran tersebut, nantinya akan terlihat bukti-bukti aliran dana mulai dari transaksi uang, sejak kapan para korban mulai mengirimkan uang dalam jumlah tertentu ke pelaku, hingga berapa banyak jumlah korban penipuan.

"Ini tentu proses penyelidikan masih belum selesai, sehingga nanti keakuratannya bisa dipertanggungjawabkan," ucap Trunoyudo.

Namun demikian, Trunoyudo belum bisa menjabarkan mengenai berapa jumlah uang yang dikirimkan kepada tersangka Wowon.

"Sudah terdata, tapi masih dalam pendalaman penyidik. Kita tunggu hasilnya," ujar Trunoyudo.

Baca Juga: Polisi Cari Kemungkinan TKW Selain Siti yang Jadi Korban Pembunuh Berantai Wowon Cs

Sebelumnya, Polda Metro Jaya telah mengungkapkan ada 11 tenaga kerja wanita (TKW) atau TKW yang menjadi korban para tersangka pembunuhan berantai di Bekasi, Garut dan Cianjur, yakni Wowon, Duloh, dan Dede.

Dari 11 korban tersebut, tiga orang di antaranya bersedia dimintai keterangan oleh penyidik Polda Metro Jaya. 

Kemudian, empat korban masih berada di luar negeri. Sedangkan sisanya masih dalam pencarian penyidik.

Adapun kasus pembunuhan berantai Wowon Cs ini terungkap setelah warga menemukan lima orang dalam kondisi lemas dengan mulut berbusa di sebuah rumah kontrakan di daerah Bantargebang, Kota Bekasi, Kamis (12/1/2023).

Sehari berselang, tiga orang dari lima korban korban tersebut dinyatakan meninggal dunia, sedangkan dua korban lainnya selamat.

Baca Juga: Kemunculan Figur Aki Banyu dan Sistem MLM jadi Fakta Baru Kasus Pembunuhan Berantai Wowon Cs

Awalnya, sebab kematian ketiga korban asal Cianjur yang merupakan ibu dan anak itu diduga karena keracunan.

Namun, polisi menaruh curiga, hingga akhirnya mengamankan tiga orang yang diduga pelaku pembunuhan, salah satunya suami korban, Wowon alias Aki.

Sejauh ini, ada 9 korban pembunuhan berantai yang dilakukan Wowon Erawan bersama Solihin dan Muhammad Dede Solehudin.

Para korban tersebut bernama Ai Maemunah alias AM (40) yang merupakan istri Wowon, Ridwan Abdul Muiz alias RA (23) dan MR (17) anak Ai Maemunah dari suami pertamanya, dan Wiwin istri dari Wowon.

Kemudian, Noneng yang merupakan ibunda Wiwin, Bayu bocah berusia dua tahun anak dari Wowon dan Ai Maemunah, Farida istri Wowon, seorang tenaga kerja wanita atau TKW bernama Siti, dan satu korban lain yang belum diketahui keberadaannya.

Baca Juga: Makam Dibongkar, Jasad Siti Korban Pembunuhan Berantai Wowon Ternyata Masih Utuh Terbungkus Plastik

Adapun korban Ai Maemunah dan kedua anaknya dibunuh di Bekasi, sementara Wiwin, Neneng, Bayu, dan Farida dibunuh terlebih dahulu di Cianjur. Sedangkan Siti dibunuh di Surabaya dan dibuang ke laut.


 

 

 


Sumber : Kompas TV

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.


BERITA LAINNYA


Close Ads x