Kompas TV TALKSHOW rosi

Wajarkah Kembali ke Masa "Orde Baru"? - ROSI

Kamis, 29 November 2018 | 11:30 WIB

Banyak pihak yang dengan tegas berkata ingin kembali ke era orde baru, diantaranya Partai Berkarya.

Apakah keinginan tersebut wajar, menurut para menteri era Presiden Soeharto? Apakah mereka juga ingin kembali ke era orde baru?

Penulis : edika ipelona | Editor : Sadryna Evanalia


KOMENTAR

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!


BERITA LAINNYA


Close Ads x
NEWSTICKER
13:12
POLISI RUSIA TANGKAP 3.400 ORANG DALAM AKSI PROTES NASIONAL MENUNTUT PEMBEBASAN PEMIMPIN OPOSISI ALEXEI NAVALNY   TINGGI MUKA AIR DI PINTU AIR PASAR IKAN, JAKARTA UTARA, BERSTATUS SIAGA II BANJIR PADA MINGGU PAGI   BMKG: SEBAGIAN BESAR WILAYAH JAKARTA HUJAN DENGAN INTENSITAS RINGAN DAN SEDANG PADA MINGGU PAGI   BNPB MENCATAT SEBANYAK 197 BENCANA TERJADI DI INDONESIA SEJAK 1 HINGGA 23 JANUARI 2021   PEMERINTAH PERPANJANG PROGRAM STIMULUS TARIF LISTRIK BAGI GOLONGAN RUMAH TANGGA 450 DAN 900 VA HINGGA MARET 2021   ERICK THOHIR MENGGANTIKAN WIMBOH SANTOSO, KETUA OJK YANG MENJABAT KETUA UMUM MES PERIODE 2017-2020   MENTERI BUMN ERICK THOHIR TERPILIH SEBAGAI KETUA UMUM MASYARAKAT EKONOMI SYARIAH (MES) PERIODE 2021-2024   ISTANA KEPRESIDENAN TERIMA SURAT PERSETUJUAN DPR SOAL PENGANGKATAN KOMJEN LISTYO SIGIT PRABOWO SEBAGAI KAPOLRI   HARI INI, PRESIDEN MESIR LUNCURKAN KAMPANYE VAKSINASI COVID-19 SECARA MASSAL MENGGUNAKAN VAKSIN SINOPHARM   SEUSAI PULANG DARI LUAR KOTA, WAKIL BUPATI PANGANDARAN ADANG HADARI TERKONFIRMASI POSITIF COVID-19   DONI MONARDO POSITIF COVID-19, KOMISI IX DPR OPTIMISTIS TAK AKAN GANGGU KINERJA PENANGANAN COVID-19 DI INDONESIA   GUBERNUR JAWA TENGAH GANJAR PRANOWO: 248.600 DOSIS VAKSIN AKAN DIBAGIKAN KE 12 DAERAH UNTUK VAKSINASI TAHAP PERTAMA   PROVINSI JAWA TENGAH TELAH MENERIMA 248.600 DOSIS VAKSIN TAMBAHAN DARI KEMENKES PADA 23 JANUARI 2021   KASUS COVID-19 MENINGKAT DI JAKARTA, OMBUDSMAN: TERLALU DINI MENILAI EFEKTIVITAS PERDA COVID-19