Kompas TV bisnis ekonomi dan bisnis

Xi Jinping dan Raja Salman Teken Kerjasama Bisnis Rp454 T, Termasuk Huawei yang Dilarang AS

Jumat, 9 Desember 2022 | 10:36 WIB
xi-jinping-dan-raja-salman-teken-kerjasama-bisnis-rp454-t-termasuk-huawei-yang-dilarang-as
Presiden China Xi Jinping dan Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz menandatangani kesepakatan bisnis senialai 29,3 miliar dollar AS atau sekitar Rp454 triliun. Penandatanganan dilakukan di Istana Yamamah di Riyadh, serta disaksikan Putra Mahkota Mohammed bin Salman. (Sumber: Kompas.tv/Ant)
Penulis : Dina Karina | Editor : Desy Afrianti

RIYADH, KOMPAS.TV - Presiden China Xi Jinping dan Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz menandatangani kesepakatan bisnis senilai 29,3 miliar dollar AS atau sekitar Rp454 triliun (asumsi kurs Rp15.500). Kesepakatan bisnis itu terdiri dari 34 perjanjian investasi di berbagai sektor termasuk melibatkan raksasa teknologi China Huawei, hidrogen hijau, teknologi informasi, transportasi dan konstruksi.

Melansir dari Al Jazeera, Jumat (9/12/2022), kerjasama itu menandakan semakin mesranya hubungan kedua negara. Sementara Amerika Serikat dikabarkan ikut memantau pertemuan itu. Lantaran kondisi hubungan Saudi dengan AS saat sedang kurang baik.

Dalam laporan Al Jazeera yang mengutip kantor berita Arab Saudi, Al Ekhbariya, kesepakatan atas Huawei Technologies terkait dengan komputasi awan, pusat data, dan pembangunan kompleks teknologi tinggi di kota-kota Saudi.


 

Padahal menurut AS, peralatan dari merek China seperti Huawei dapat digunakan untuk mengganggu jaringan nirkabel generasi kelima (5G) dan mengumpulkan informasi sensitif. Namun Huawei telah mengambil bagian dalam membangun jaringan 5G di sebagian besar negara Teluk.

Baca Juga: Xi Jinping Disambut Mohammed bin Salman dengan 'Karpet Merah', Lebih Mewah dari Presiden AS Biden

Kerjasama bisnis itu diteken saat Xi Jinping mengunjungi Arab Saudi selama tiga hari, dalam rangka KTT China-Arab dan negara teluk lainnya. Penandatanganan dilakukan di  Istana Yamamah di Riyadh, serta disaksikan Putra Mahkota Mohammed bin Salman (MBS).

Dalam pernyataannya, Xi Jinping menyebut kerjasama itu adalah era baru dalam hubungan China-Arab Saudi. China adalah importir minyak mentah terbesar di dunia, yang sangat bergantung pada Arab Saudi.

Kerjasama ekonomi kedua negara selama ini, baik dalam investasi maupun perdagangan, cukup besar. Badan Pers Saudi menyampaikan, nilai perdagangan kedua negara mencapai 304 miliar riyal Saudi (80 miliar dollar AS) pada tahun 2021 dan 103 miliar riyal Saudi (27 miliar dollar AS) pada kuartal ketiga tahun 2022.

Xi Jinping dan Raja Salman juga setuju untuk mengadakan pertemuan antara para pemimpin kedua negara setiap dua tahun.

Baca Juga: Xi Jinping Tiba di Riyadh Disambut Tembakan Meriam dan Kawalan Jet, China dan Arab Saudi Makin Mesra

Para pemimpin Arab juga mulai berkumpul di ibu kota Saudi menjelang pertemuan puncak dengan Xi Jinping, yang akan mengadakan pembicaraan terpisah dengan enam anggota Dewan Kerjasama Teluk (GCC).

Para pemimpin yang berkumpul di Riyadh termasuk Presiden Mesir Abdel Fattah el-Sisi, Presiden Tunisia Kais Saied, Presiden Palestina Mahmoud Abbas dan pemimpin de facto Sudan Abdel Fattah al-Burhan.

Kemudian ada Perdana Menteri Irak Mohammed Shia al-Sudani, Perdana Menteri Maroko Aziz Akhannouch dan Perdana Menteri sementara Lebanon Najib Mikati.


Sumber :

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.


BERITA LAINNYA


Close Ads x