Kompas TV internasional kompas dunia

Geram Terus Diancam Perang oleh Turki, Yunani Tak Terima

Kamis, 8 Desember 2022 | 01:05 WIB
geram-terus-diancam-perang-oleh-turki-yunani-tak-terima
Ilustrasi. Unit F-16 Viper Angkatan Udara Yunani melintas di atas pangkalan militer Tanagra, sekitar 82 kilometer utara Athena, 4 Februari 2021. Kementerian Luar Negeri Yunani merilis pernyataan yang berisi kecaman atas "ancaman perang berulang" yang dilontarkan otoritas Turki. (Sumber: Michael Varaklas/Associated Press)

ATHENA, KOMPAS.TV - Kementerian Luar Negeri Yunani merilis pernyataan yang berisi kecaman atas "ancaman perang berulang" yang dilontarkan otoritas Turki. Athena mengeluarkan pernyataan tersebut usai Turki mengancam akan "mengambil tindakan" jelang latihan militer Yunani di perairan Kepulauan Aegea.

Melansir Associated Press, dalam pernyataan yang dirilis pada Rabu (7/12/2022), Kementerian Luar Negeri Yunani menyebut ancaman perang Turki "benar-benar tidak bisa diterima." Athena pun menegaskan pihaknya selalu menghormati hukum internasional, termasuk Hukum Laut Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Angkatan Bersenjata Yunani sendiri akan menggelar latihan militer di perairan Kepulauan Aegea. Namun, Turki bersikeras bahwa penerjunan tentara atau senjata ke timur kepulauan itu adalah pelanggaran hukum internasional.

Baca Juga: 6 Abad Pemerintahan Utsmaniyah Turki di Yunani Terungkap dari Manuskrip Kuno Biara Kristen Ortodoks

Di lain pihak, Yunani mengeklaim perlu mempertahankan diri dari serangan potensial Turki. Athena menggarisbawahi keberadaan militer Turki yang cukup signifikan di seberang Kepulauan Aegea.

Turki dan Yunani, keduanya berstatus anggota NATO, berselisih tentang sederet isu selama berdekade-dekade, termasuk klaim teritorial di Laut Aegea dan wilayah udara di sana. Selama 50 tahun terkini, Turki dan Yunani bahkan sudah tiga kali di ambang perang.

Sebelumnya, Menteri Luar Negeri Turki Mevlut Cavusoglu mengancam akan bertindak jika Yunani tidak membatalkan militerisasi Kepulauan Aegea dan tidak menerima kesepakatan yang ditawarkan Ankara.

"Yunani tidak bisa melupakan ini. Mereka yang menabur angin akan menuai badai. Jika Anda tidak ingin perdamaian, kami akan melakukan hal yang diperlukan. Suatu malam, secara tiba-tiba," kata Cavusoglu.

Ancaman serupa pernah dilontarkan oleh Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan. Sang presiden pernah mengancam Yunani bahwa militernya bisa mendatangi mereka "secara tiba-tiba."

Baca Juga: Bertemu di G20 Bali, Presiden Jokowi Ucapkan Duka pada Presiden Turki soal Ledakan Bom Istanbul.

 


Sumber : Associated Press

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.


BERITA LAINNYA


SINAU

Panduan Puasa buat Ibu Hamil|SINAU

Jumat, 31 Maret 2023 | 06:00 WIB
Close Ads x