Kompas TV entertainment selebriti

7 Sumber Mata Air Prosesi Siraman Kaesang Pangarep, dari Rumah Jokowi hingga Keraton Kasunanan

Selasa, 6 Desember 2022 | 08:03 WIB
7-sumber-mata-air-prosesi-siraman-kaesang-pangarep-dari-rumah-jokowi-hingga-keraton-kasunanan
Ilustrasi. Air untuk prosesi siraman pengantin Kaesang Pangarep diambil dari tujuh sumber mata air. (Sumber: Kompas.com)
Penulis : Dian Nita | Editor : Desy Afrianti

SOLO, KOMPAS.TV - Dalam prosesi adat siraman Kaesang Pangarep, rupanya air yang digunakan akan diambil dari tujuh sumber mata air.

Diketahui, prosesi siraman Kaesang akan dilaksanakan di kediaman Presiden Joko Widodo di Sumber, Banjarsari, Solo, Jumat (9/12/2022) mendatang.

Dilansir dari Tribun Solo, Selasa (6/12/2022), ketujuh sumber air itu di antaranya terletak di Masjid Agung, Al Wustho Solo, dari wilayah Pengging, rumah orang tua Jokowi, Boyolali, mata air Keraton Kasunanan, Pura Mangkunegaran, dan rumah kediaman keluarga Presiden Jokowi di Sumber, Banjarsari.

Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka mengatakan pada pernikahannya dahulu, ia juga menggunakan ketujuh sumber mata air tersebut.

Baca Juga: Total 7.500 Personel Kawal Pernikahan Kaesang-Erina, Bakal Ada Tamu VVIP dari Luar dan Dalam Negeri

Gibran menyebut seluruh saudara kandung Jokowi dan Iriana juga akan ikut menyiram Kaesang.

"Yang nyirami yang sudah pernah mantu. Jadi nanti pakde dan budhe semuanya karena mereka sudah pernah mantu," ujar Gibran, Senin (5/12/2022).


 

Adapun prosesi siraman Erina Gudono sebagai mempelai wanita akan dilaksanakan di kediamannya di Jalan Lombok, Purwosari, Desa Sinduadi, Kecamatan Mlati, Kabupaten Sleman, Yogyakarta.

"Siraman, yo ora oleh dadi siji. Siraman kan di rumahe dewe-dewe. Siraman dewe-dewe," ujarnya.

Apa Itu Prosesi Siraman?

Siraman merupakan salah satu rangkaian prosesi pernikahan adat Jawa yang dilakukan untuk mengawali merias calon pengantin.

Filosofi tradisi siraman adalah untuk membersihkan lahir maupun batin calon pengantin, sehingga ketika dirias, maka wajahnya akan bersinar dan beraroma wangi. 

Tahap ini biasanya dilakukan oleh pinisepuh, khususnya orang yang mempunyai cucu atau anak dan mempunyai budi pekerti yang baik, dengan tujuan dimintai berkahnya. 

Baca Juga: Tiga Kali Mantu, Jokowi Tak Terima Sumbangan, Gibran: Tamu Bisa Rawuh Kita Sudah Senang

Adapun pernak-pernik siraman disesuaikan dengan tradisi masing-masing daerah, namun biasanya yang perlu disiapkan yakni air, kembang setaman, konyoh 5 warna, landha merang, santen kanil, air asam, kelapa tua, kain/jarik. 

Siraman diakhiri dengan memecah kendhi yang berisi air bersih.

Dilansir dari jogjaprov.go.id, tata urutan dalam prosesi upacara siraman yaitu :

1. Kembang setaman disebar di tempat yang telah diisi air, yang nantinya untuk siraman. 
Kemudian kelapa dua buah yang telah diikat dimasukkan ke dalam pengaron (tempat air yang untuk siraman).

2. Calon pengantin yang sudah mengenakan busana siraman, kemudian dijemput oleh kedua orang tuanya dari kamar pengantin, kemudian digandeng menuju tempat siraman. Para pinisipuh yang bertugas membawa ubarampe mengiring dari belakang. Ubarempe tersebut berupa jarik 
grompol satu lembar, nagasari satu lembar, handuk, dan padupan. 

3. Setelah semua siap, acara diwali dengan doa, kemudian orang tua mengawali menyiram calon pengantin menggunakan air yang telah tersedia. Orang yang pertama menyirami calon pengantin adalah bapaknya, diikuti oleh ibunya, dan para pinisepuh yang telah diminta untuk ikut menyirami calon pengantin dan memberi berkah. Siraman calon pengantin diakhiri oleh juru rias, atau sesepuh yang sudah ditunjuk atau disepakati.

4. Pada akhir siraman, juru rias atau sesepuh mengeramasi calon pengantin menggunakan landha merang, santen kanil dan banyu asem, serta meluluri tubuh dengan konyoh, dan menyiram lagi sampai bersih. 

Baca Juga: Yuk Intip Penampakan Baju yang Akan Dikenakan Kaesang dan Erina di Pernikahan Mereka!

5. Setelah itu, calon pengantin memanjatkan doa, dan kemudian juru rias mengucurkan air kendhi untuk berkumur, sebanyak 3 kali. Selanjutnya juru rias mengguyurkan air kendhi ke kepala sebanyak 3 kali, membersihkan muka, telinga, leher, tangan, kaki sebanyak 3 kali. Setelah air kendhi habis, juru rias memecah kendhi di depan kedua orang tua calon pengantin dengan mengucap …wis pecah pamore…

6. Acara dilanjutkan dengan membawa calon pengantin menuju kamar pengantin. Calon 
pengantin digandeng oleh kedua orang tuanya menuju kamar pengantin untuk mengeringkan tubuh, dan disiapkan untuk melaksanakan Upacara Ngerik. 


Sumber : Kompas TV, Tribun Solo

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.


BERITA LAINNYA


Close Ads x