Kompas TV olahraga sapa qatar

Aksi Tutup Mulut Timnas Jerman Ternyata Cuma Didukung Dua Pemain, Arsene Wenger Sindir Der Panzer

Senin, 5 Desember 2022 | 16:12 WIB
aksi-tutup-mulut-timnas-jerman-ternyata-cuma-didukung-dua-pemain-arsene-wenger-sindir-der-panzer
Para pemain Timnas Jerman menutup mulut sebagai bentuk protes menjelang pertandingan grup E Piala Dunia 2022 antara Jerman dan Jepang di Stadion Internasional Khalifa, Doha, Qatar, Rabu, 23 November 2022. (Sumber: AP Photo/Ricardo Mazalan)
Penulis : Rofi Ali Majid | Editor : Edy A. Putra

 

DOHA, KOMPAS.TV - Aksi tutup mulut Timnas Jerman saat berfoto jelang laga perdana Grup F Piala Dunia 2022 kontra Jepang pekan lalu ternyata hanya didukung oleh dua pemain.

Media publik Jerman, ARD, yang mengutip laporan Bild pada Minggu (4/12/2022) menyebut, dua penggawa itu yakni kapten sekaligus kiper Manuel Neuer dan gelandang tengah Leon Goretzka.

Kendati tanpa kesepakatan bersama, skuad Jerman akhirnya nekat melakukan protes menyangkut larangan pengenaan ban lengan OneLove.

Atribut itu merupakan bentuk kampanye kesetaraan LGBT. Sedangkan hubungan sesama jenis adalah perbuatan yang dilarang di Qatar.

Baca Juga: Acara TV Qatar Ejek Tersingkirnya Jerman dari Piala Dunia dengan Menutup Mulut dan Lambaikan Tangan

Mulanya, sejumlah kapten dari beberapa Timnas asal Benua Biru juga sempat berencana mengenakan ban lengan OneLove. Namun, mereka batal melaksanakan niat itu selepas FIFA mengumumkan potensi sanksi kartu kuning.

Aksi skuad Jerman yang nekat, mendapat kritik pedas dari sejumlah pihak. Salah satunya eks juru taktik Arsenal, Arsene Wenger, yang menilai tim-tim yang fokus pada aksi protes ketimbang pertandingan Piala Dunia 2022, tampil buruk.

"Anda tahu ketika pergi ke Piala Dunia, Anda tidak bisa kalah di pertandingan pertama. Tim-tim yang memiliki pengalaman untuk tampil di turnamen, seperti Prancis dan Inggris, bermain bagus di laga awal," kata Wenger, menyitat Dohanews.

"Tim yang siap secara mental, datang dengan pola pikir untuk fokus pada kompetisi, dan bukan demonstrasi politik," imbuh dia.

Baca Juga: Makan Malam Terakhir Timnas Jerman di Qatar seperti Acara Pemakaman

Sebagai informasi, Jerman dipastikan gagal melaju ke fase gugur untuk kedua kalinya secara beruntun baru-baru ini.

Pada Piala Dunia 2018 di Rusia, Der Panzer finis sebagai juru kunci Grup G yang dihuni bersama Swedia, Meksiko dan Korea Selatan. Saat itu, mereka mendulang 1 kemenangan dan 2 kali tumbang.

Sementara di Qatar, Jerman mengakhiri klasemen di peringkat 3 Grup E. Thomas Mueller dkk ditekuk Jepang 1-2, imbang kontra Spanyol 1-1, lalu menggasak Kosta Rika 4-2.


 


Sumber : Kompas TV/Bild/Dohanews

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.


BERITA LAINNYA


Close Ads x