Kompas TV regional kriminal

Polisi Kejar 4 Buronan Pengeroyok Anggota Polisi hingga Tewas di Palangka Raya

Senin, 5 Desember 2022 | 08:05 WIB
polisi-kejar-4-buronan-pengeroyok-anggota-polisi-hingga-tewas-di-palangka-raya
Ilustrasi polisi (Sumber: Tribunnews.com)
Penulis : Tito Dirhantoro | Editor : Desy Afrianti

PALANGKA RAYA, KOMPAS.TV - Tim gabungan dari Polresta Palangka Raya dan Polda Kalimantan Tengah masih terus mengejar empat orang terduga pembunuh Aipda Andre Wibisono.

Diketahui, Aipda Andre tewas dikeroyok di Kompleks Perumahan Puntun Jalan Rindang Banua, Kelurahan Pahandut, Kecamatan Pahandut, Kota Palangka Raya pada Jumat (2/12/2022).

Baca Juga: Polisi Targetkan Simpulkan Kasus Penemuan Jenazah di Kalideres Sebelum HUT Polda Metro Jaya

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Kalteng Kombes Faisal F Napitupulu mengatakan empat pelaku pembunuhan itu sudah masuk daftar pencarian orang (DPO) oleh pihak kepolisian. 

"Para pelaku yang masih buron itu, akan terus kami buru hingga tertangkap," kata Kombes Faisal saat dihubungi pada Minggu (5/12/2022).

Faisal menuturkan, pihak kepolisian sudah mengantongi identitas para pelaku yang kini tengah melarikan diri itu.

Ia memastikan pihaknya tidak akan tinggal diam dalam perkara ini. Empat terduga pelaku pembunuhan anggota polisi tersebut, kata dia, tak akan dibiarkan berkeliaran dan menghirup udara bebas.

Baca Juga: Anggota Polda Kalteng Tewas Dikeroyok di Kampung Narkoba, 1 x 24 Jam 8 Orang Terduga Ditangkap

“Saya minta seluruh pelaku yang masih buron dapat menyerahkan diri kepada kepolisian. Sebab mereka harus mempertanggungjawabkan perbuatannya, sesuai hukum yang berlaku di negara ini," ujarnya.

Kabid Humas Polda Kalteng Kombes Kismanto Eko Saputro juga mengutarakan hal yang sama bahwa anggota Polda Kalteng dan Polresta Palangka Raya terus memburu pelaku yang kini masih buron.

"Polisi akan terus kejar para pelaku yang saat ini bersembunyi di suatu tempat atau wilayah. Saat ini kepolisian juga sudah mengantongi seluruh identitas para pelaku yang kabur," kata Eko.

Diketahui, Anggota polisi Polda Kalteng Aipda Andre Wibisono dinyatakan meninggal dunia akibat dikeroyok oleh sejumlah orang di kawasan Kompleks Puntun Jalan Rindang Banua.

Baca Juga: Hari Ini Polisi Lakukan Tactical Floor Game Jelang Pernikahan Kaesang-Erina, Apa Itu?

Hasil visum di RS Bhayangkara Palangkaraya ada sembilan titik luka yang ditemukan dari jasad korban.

Tim gabungan dari Polda Kalteng, Polresta Palangkaraya, dan Polsek Pahandut kemudian melakukan penyelidikan dan menangkap 8 orang. 

Dari jumlah tersebut, enam orang di antaranya terlibat dalam pengeroyokan Aipda Andre Wibisono.

Kabid Humas Polda Kalteng Kombes Pol Eko Saputro menjelaskan selain mengamankan delapan orang terduga pengeroyokan, tim juga mengamankan barang bukti dan narkoba jenis sabu.

Baca Juga: Sekelompok Orang Tak Dikenal Keroyok Kepala Sekolah dan Anaknya, Polisi Tangkap 3 Pelaku!

"Enam orang terlibat langsung, baik memukul, mengeroyok dan seterusnya. Kemudian dari dua orang diamankan ditemukan barang bukti Sabu," ujar Eko.

Barang bukti yang diamankan berupa parang, gotri, linggis dan kayu diamankan guna penyelidikan lebih lanjut, mengungkap motif penganiayaan yang berujung kematian Aipda Andre. 

Eko menjelaskan hasil visum bidokkes Polda Kalteng, korban mengalami luka tembak softgun di bagian leher, sayatan dan pukulan benda tumpul. Korban meninggal di lokasi, dengan sembilan titik luka akibat dikeroyok.

"Untuk motifnya masih didalami, pelaku masih diperiksa," ujar Eko.

Baca Juga: Seorang Polisi Tewas Dibunuh di Kampung Narkoba Palangkaraya, 6 Orang Terduga Pelaku Ditangkap!

 


Sumber : Kompas TV

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.


BERITA LAINNYA


Close Ads x