Kompas TV internasional kompas dunia

Rusia Ingin Gunakan Anjing Liar untuk Dijadikan Bom Bunuh Diri di Ukraina, Timbulkan Keraguan

Minggu, 4 Desember 2022 | 11:13 WIB
rusia-ingin-gunakan-anjing-liar-untuk-dijadikan-bom-bunuh-diri-di-ukraina-timbulkan-keraguan
Ilustrasi anjing liar. Rusia ingin gunakan anjing liar sebagai bom bunuh diri di Ukraina. (Sumber: Unsplash/Anoir Chafik Via Kompas.com)
Penulis : Haryo Jati | Editor : Purwanto

MOSKOW, KOMPAS.TV - Rusia ingin menggunakan anjing liar untuk dijadikan bom bunuh yang bisa menghancurkan tank di Ukraina.

Hal tersebut diungkapkan oleh Wakil Ketua Partai Komunis di Oryol, Viktor Makarov.

Opsi tersebut disebutkan pada sesi Majelis Legislatif baru-baru ini, di mana Makarov sebelumnya menyarankan agar anjing-anjing liar itu dikirim ke China.

Pernyataan Makarov tersebut menarik perhatian dari editor media Rusia Meduza, Kevin Rothrock.

Baca Juga: Eks Penasihat Keamanan Korea Selatan Ditangkap, Tutupi Pembunuhan Pejabat oleh Tentara Korea Utara

“Wakil Ketua Partai Komunis di Oryol ingin anjing liar dilatih untuk lari ke tank Ukraina sebagai bom bunuh diri,” tulis Rothrock dikutip dari Newsweek.

Namun surat kabar Meduza mengungkapkan keinginan Makarov tersebut dikabarkan malah menimbulkan keraguan dan pertanyaan dari rekan-rekannya.

Anggota parlemen regional, Oleg Koshelev, menanyakan mengenai kemungkinan anjing yang disterli tak akan menggigit orang.

Sementara itu, anggota parlemen lainnya, Andrei Frolov menanyakan mengenai biaya untuk menampung satu anjing liar per hari.

Baca Juga: Rusia Tolak Pembatasan Harga $60 per Barel Minyaknya, Ancam Putuskan Pasokan

Setelah diskusi tersebut menghasilkan minimnya jawaban, rencana yang diajukan itu tak digunakan.

Menurut Direktur Grand Strategy Program at Defense Priorities, Rajan Menon mengatakan rencana itu bisa jadi merupakan bukti lebih lanjut bahwa Rusia berusaha sekuat tenaga untuk menang di Ukraina.

Rusia sendiri dilaporkan mendapat pukulan telak karena serangan balik yang dilakukan Ukraina.

Bahkan, Ukraina telah berhasil merebut Kherson, kota penting pertama yang jatuh ke tangan Rusia di awal invasi.


Sumber : Newsweek

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.


BERITA LAINNYA


Close Ads x