Kompas TV bisnis ekonomi dan bisnis

Sempat Dapat Investasi dari Jeff Bezos, Startup Ula PHK 134 Karyawan

Kamis, 1 Desember 2022 | 05:54 WIB
sempat-dapat-investasi-dari-jeff-bezos-startup-ula-phk-134-karyawan
Ilustrasi PHK. Sempat mendapat pendanaan dari Jeff Bezos, kini Ula mem-PHK 134 pegawainya (1/12/2022). (Sumber: Tribunnews.com)
Penulis : Dina Karina | Editor : Gading Persada

JAKARTA, KOMPAS.TV- Badai PHK di startup di Indonesia terus berlanjut. Kali ini, startup Ula yang sempat menerima pendanaan dari CEO Amazon Jeff Bezos, mem-PHK 134 karyawannya. Jumlah itu setara 23 persen dari total seluruh karyawan yang tersebar di berbagai lokasi.

"Kami mohon maaf apabila kalian adalah salah satu dari yang terkena dampak dari keputusan ini, dan kami ingin kalian tahu bahwa keputusan ini bukanlah merupakan refleksi dari hasil kerja kalian selama ini," demikian pengumuman dari manajemen Ula di laman resminya, dikutip Senin (1/12/2022).

Manajemen Ula menjelaskan, awalnya peluncuran Ula pada bulan Januari 2020 disambut dengan pertumbuhan yang pesat, serta minat para investor sepanjang tahun 2020 dan 2021. Bahkan Ula telah mengembangkan timnya di tiga negara.

Namun di tahun 2022 ini ketika situasi Covid-19 sudah membaik, seperti banyak startup lainnya, Ula mulai dihadapi berbagai tantangan. Terrmasuk turbulensi pasar, ketidakstabilan harga komoditas, terbatasnya pasokan, perubahan peraturan, dan tingginya kenaikan harga minyak mentah. 

Baca Juga: Jeff Bezos Investasi ke Startup Indonesia Pemasok Barang ke Warung

Perusahaan pun telah berusaha melakukan berbagai inisiatif untuk menghadapi tantangan ini dengan mengurangi biaya operasi, meningkatkan efektivitas penjualan, merubah kebijakan perjalanan, dan menghemat biaya penggunaan server.

 "Meski demikian, tanpa bisa dihindari kami tetap harus beradaptasi dengan realita saat ini, dan berfokus pada profitabilitas. Keputusan berat hari ini berawal dari kebutuhan tersebut," tulis pihak Ula. 

"Selanjutnya, dalam waktu dekat kami akan merampingkan portofolio bisnis dan basis pelanggan Ula. Kami perlu membangun kemampuan monetisasi dan bisnis baru dengan margin yang lebih besar," lanjutnya. 

Pendanaan dari Jeff Besok yang merupakan orang terkaya ketiga di dunia saat ini, masuk ke Ula pada Oktober 2021. 

Baca Juga: Alasan Startup Ajaib Lakukan PHK hingga Founder Tak Terima Gaji

Bezos menanamkan uangnya lewat perusahaan Bezos Expeditions bersama investor besar lainnya seperti Proses Ventures, Tencent, B-Capital, dan Northstar Pacific dengan total nilai investasi sebesar 87 juta dollar AS.

Adapun Ula adalah aplikasi belanja grosir untuk stok toko atau warung. Dana tersebut digunakan untuk memperluas jangkauan layanan Ula, mengembangkan portofolio produk baru, dan memperkuat tim untuk melayani industri ritel tradisional (warung) Indonesia.

Co-founder dan Managing Partner Northstar Group Patrick Walujo menyatakan, pihaknya memiliki visi yang sama dengan Ula. Yaitu membantu UKM tumbuh dengan teknologi.

Patrick menilai Ula punya potensi untuk berkembang dengan baik.

"Setelah berinvestasi di Asia Tenggara selama lebih dari 1 dekade, kami telah melihat bagaimana perusahaan dengan misi sosial yang kuat dapat mencapai pertumbuhan yang fenomenal," kata Patrick seperti diberitakan KOMPAS.TV sebelumnya. 

Baca Juga: Pajak Karyawan Naik Saat PHK Massal Terjadi, Sri Mulyani: Ini Sangat Kikuk

"Kami memiliki misi yang sama dengan Ula, kami berharap dapat memberdayakan UKM di Indonesia melalui teknologi dan dengan demikian mendukung pertumbuhan mereka di negara ini,” tambahnya.

Dana jutaan dollar itu juga digunakan untuk mengembangkan teknologi baru untuk aplikasi Ula, membentuk infrastruktur logistik untuk stok barang, serta melindungi rantai pasok hingga ke konsumen.


 

Chief Operating Officer (COO) dan salah satu pendiri Ula Riky Tenggara mengatakan, rantai pasokan di Indonesia adalah salah satu masalah yang sulit diatasi. Namun, hal itu penting untuk menjamin produk sampai ke pelanggan di wilayah yang jauh.

“Tim kami akan terus memberikan pemanfaatan teknologi terbaik untuk jutaan warung di Indonesia, terutama yang berada di luar perkotaan," ujar Riky.

Baca Juga: Suram, Ekonom Sebut PHK Massal di Perusahaan Teknologi Masih Akan Berlanjut

Pada awal tahun 2021, Ula juga sudah mendapatkan pendanaan dari investor besar lainnya. Seperti Lightspeed India, Sequoia Capital India, Quona Capital, dan Alter Global.

"Pendanaan ini akan mendukung Ula untuk terus bertumbuh dan bekerja dengan Sobat Ula di seluruh Indonesia guna mencapai sukses bersama," ucap manajemen Ula.


Sumber :

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.


BERITA LAINNYA


Close Ads x