Kompas TV nasional hukum

Richard Eliezer: Ferdy Sambo dengan Dua Tangan Tembak Brigadir J Saat Sudah Mengerang dan Tersungkur

Rabu, 30 November 2022 | 14:53 WIB
richard-eliezer-ferdy-sambo-dengan-dua-tangan-tembak-brigadir-j-saat-sudah-mengerang-dan-tersungkur
Richard Eliezer Pudihang Lumiu mengatakan, Ferdy Sambo adalah penembak kedua Brigadir Pol Nofriansyah Yosua Hutabarat setelah dirinya. (Sumber: Tangkapan layar YouTube Kompas TV/Ninuk)
Penulis : Ninuk Cucu Suwanti | Editor : Gading Persada

JAKARTA, KOMPAS.TV - Richard Eliezer Pudihang Lumiu mengatakan, Ferdy Sambo adalah penembak kedua Brigadir Pol Nofriansyah Yosua Hutabarat setelah dirinya.

Richard Eliezer menuturkan, Ferdy Sambo menembak Brigadir J yang sudah jatuh tersungkur sambil mengerang di dekat tangga dalam rumah dinas nomor 46 Kompleks Polri Duren Tiga.

Kesaksian itu diungkap Richard Eliezer Pudihang Lumiu saat Hakim Wahyu Iman Santoso bertanya bagaimana kronologi penembakkan yang dilakukannya terhadap Brigadir J.

“Saat saudara menembak, saudara melihat posisi korban,” tanya Hakim Wahyu Iman Santoso di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan, Rabu (30/11/2022) dalam persidangan yang dipantau KOMPAS.TV secara daring. 

“Melihat yang mulia,” ucap Richard Eliezer sambil menahan tangis.

“Saudara berhadap-hadapan,” tanya Hakim Wahyu Iman Santoso.

Baca Juga: Eliezer Ungkap Ada Perempuan Lain Menangis dalam Pertengkaran Ferdy Sambo dan Putri di Bangka

“Berhadapan yang mulia,” jawab Richard Eliezer.

“Saudara arahkan kemana,” tanya Hakim Wahyu Iman Santoso.

“Saya sudah tidak tahu untuk arah tembakan, saya tidak tahu,” jawab Eliezer.

“Setelah saudara tembak apa yang terjadi pada korban,” tanya Hakim Wahyu Iman Santoso.

“Jatuh yang mulia,” kata Richard Eliezer.

“Apa yang diteriakan oleh korban,” tanya Hakim Wahyu Iman Santoso.

“Cuma ada suara mengerang, aaarrgh, jatuh di tangga itu yang mulia,” jelas Richard Eliezer.

“Kemudian?” tanya Hakim Wahyu Iman Santoso.

Baca Juga: Hakim Cecar Eliezer: Kenapa Ferdy Sambo Lebih Sering Pisah Rumah dengan Putri Candrawathi

“Abis almarhum jatuh, Pak FS langsung maju yang mulia, saya lihat dia langsung pegang senjata, dia kokang senjata, dia ke arah almarhum, dia ada sempat tembak ke arah almarhum,” ucap Richard Eliezer.

“Berapa kali saudara FS tembak,” tanya Hakim Wahyu Iman Santoso.

“Saya sudah tidak ingat kalau yang berapa kali dia tembak,” jawab Eliezer.

“Saudara tidak ingat berapa kali saudara FS tembak, bagaimana cara saudara FS nembak,” tanya Hakim Wahyu Iman Santoso.


“Ke arah bawah yang mulia,” jawab Richard.

“Coba praktekin,” ujar Hakim Wahyu Iman Santoso.

Richard dalam persidangan kemudian mencontohkan bagaimana Ferdy Sambo menambahkan tembakkan ke arah tubuh Brigadir J yang sudah mengerang dan tersungkur dalam posisi telungkup.

“Jadi, dia kan di sini yang mulia, di samping saya, dia langsung maju ke depan (mendekati posisi jatuh Brigadir J), kokang senjata, langsung ke samping tangga itu, tembak yang mulia, (memegang pistol) dengan dua tangan,” ucap Richard.

Baca Juga: Richard Eliezer Ungkap Hubungan Baik Ferdy Sambo dan Brigadir J: Kalau Saya Pernah Dimarahi

 


Sumber : Kompas TV

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.


BERITA LAINNYA


VOD

Mahfud MD Apresiasi Tuntutan Jaksa ke Surya Darmadi

Kamis, 9 Februari 2023 | 18:33 WIB
Close Ads x