Kompas TV entertainment seni budaya

Sejarah Pendopo Royal Ambarrukmo, Lokasi Akad Nikah Kaesang-Erina, Tempat Singgah Sultan HB VI

Rabu, 30 November 2022 | 12:55 WIB
sejarah-pendopo-royal-ambarrukmo-lokasi-akad-nikah-kaesang-erina-tempat-singgah-sultan-hb-vi
Sejarah pendopo Royal Ambarrukmo yang jadi lokasi akad nikah Kaesang dan Erina (Sumber: royalambarrukmo.com)
Penulis : Dian Nita | Editor : Desy Afrianti

YOGYAKARTA, KOMPAS.TV - Beberapa tempat bersejarah dipilih sebagai lokasi prosesi pernikahan putra Presiden Jokowi, Kaesang Pangarep dan Erina Gudono.

Di Solo, Jawa Tengah, Kaesang memilih Pura Mangkunegaran untuk menggelar persta pernikahan pada 11 Desember.

Kini, Pendopo Agung Royal Ambarrukmo dipastikan sebagai lokasi akad nikah Kaesang dan Erina pada 10 Desember 2022.

Pendopo Agung Royal Ambarrukmo memiliki nilai sejarah yang tak kalah dengan Pura Mangkunegaran.

Bahkan Pendopo Ambarrukmo dulunya merupakan tempat tinggal Sultan Hamengku Buwono VI.

Sejarah Pendopo Agung Royal Ambarrukmo

Melansir royalambarrukmo.com, Rabu (30/11/2022), Pendopo ini dibangun pada 1857 oleh Sultan Hamengku Buwono VI.

Pendopo Agung merupakan bangunan semi outdoor tanpa dinding yang melambangkan keterbukaan Raja kepada seluruh rakyatnya.

Sejak dibangun, Pendopo Agung tidak mengalami perubahan bentuk melainkan lebarnya. Bentuk dasarnya adalah 'Joglo Sinom' dengan ukuran 32 x 32,4 meter, mengarah ke selatan.


 

Atapnya ditopang oleh total 36 pilar dari tiga jenis; 4 Saka Guru (pilar utama), 12 Saka Penanggap (pilar sub utama) dan 20 Saka Penitih (pilar luar dan pendukung).

Semua pilar dihiasi dengan ukiran seperti 'Wajikan', 'Saton', 'Tlacapan', 'Mirong' dan 'Praba' - masing-masing diletakkan di atas 'umpak' (dasar batu) yang diukir dengan kaligrafi Arab.

General Manager Royal Ambarrukmo, Herman Courbois menerangkan awalnya Pendopo Agung Ambarrukmo hanya digunakan untuk tempat singgah Sultan dan menyambut tamu-tamu penting.

"Sejak dulu memang sudah dipakai untuk VIP datang atau keluarga (Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat). Kalau di sini Pingitan sama Ageng Ndalem memang hanya untuk VIP atau keluarga. Kalau mau masuk ke belakang ke Gadri itu hanya untuk keluarga saja, keluarga dari raja," katanya, Selasa (01/11/2022), dikutip dari Tribun Jogja.

Ia melanjutkan, Pesanggrahan Ambarrukmo kemudian beralih fungsi sebagai tempat tinggal sejak 1921, ketika Sri Sultan HB VII turun tahta, hingga wafat pada 1941.

Herman lantas menjelaskan makna dan filosofi pada setiap simbol, struktur, dan ornamennya.

Hiasan "Putri Mirong" di pilar penyangga Pendopo dijelaskan menandakan kesuburan, kemakmuran dan kesejahteraan serta sebagi visualisasi kehadiran sosok Ratu Pantai Selatan, atau yang biasa dikenal dengan sebutan Kanjeng Ratu Kidul.

Hiasan "Ceplok Melati" atau "Wajikan" yang terdapat di langit-langit Pendopo juga menyimbolkan sifat kejujuran.

Ornamentasi pada Pendopo umumnya melambangkan kesuburan, keindahan, dan juga kebaikan.


Sumber : Kompas TV

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.


BERITA LAINNYA


Close Ads x