Kompas TV internasional kompas dunia

Presiden Jokowi Menelepon PM Malaysia Anwar Ibrahim, Jadi Kepala Negara Pertama yang Ucapkan Selamat

Kamis, 24 November 2022 | 22:28 WIB
presiden-jokowi-menelepon-pm-malaysia-anwar-ibrahim-jadi-kepala-negara-pertama-yang-ucapkan-selamat
Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim, Kamis (24/11/2022), mengucapkan terima kasih dan mengungkapkan bahwa Presiden Joko Widodo (Jokowi) adalah kepala negara pertama yang mengucapkan selamat kepadanya. Anwar menyatakan dirinya kekal menjadi sahabat sejati Indonesia. (Sumber: Twitter/Anwar Ibrahim)

Penulis : Edwin Shri Bimo | Editor : Edy A. Putra

JAKARTA, KOMPAS.TV - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengucapkan selamat kepada Anwar Ibrahim yang dilantik menjadi Perdana Menteri Malaysia pada Kamis (24/11/2022), melalui panggilan telepon. Hal itu diketahui dari cuitan Anwar yang juga menyertakan video saat ia menerima panggilan telepon dari Jokowi.

Anwar mengungkapkan Jokowi adalah kepala negara pertama yang mengucapkan selamat kepada dirinya, serta menyatakan ia kekal menjadi sahabat sejati Indonesia.

"Terima kasih Presiden Indonesia Bapak Joko Widodo yang menjadi kepala negara pertama yang menghubungi saya mengucapkan tahniah," cuit Anwar lewat akun Twitter resminya, @anwaribrahim, Kamis.

Dari video yang diunggah Anwar, Jokowi terdengar mengucapkan selamat kepada perdana menteri Malaysia yang baru tersebut atas nama pemerintah dan rakyat Indonesia.

"Atas nama seluruh rakyat Indonesia, saya ingin mengucapkan selamat atas terpilihnya Yang Mulia sebagai perdana menteri kesepuluh Malaysia," kata Jokowi.

"Terima kasih. Saya anggap ini suatu penghormatan di antara yang paling awal menelepon ini menunjukkan bahwa saya kekal sahabat sejati Indonesia," timpal Anwar.

Jokowi mengungkapkan, Anwar Ibrahim adalah "sosok yang dikenal luas di Indonesia, dan dihormati oleh rakyat Indonesia."

Sementara dalam cuitan lainnya, Anwar mengatakan Indonesia adalah sahabat negaranya dan berharap hubungan antarkedua negara dapat ditingkatkan.

"Saya tegaskan Indonesia merupakan sahabat sejati Malaysia dan saya mengharapkan hubungan dagang dan bisnis, investasi, budaya dan isu pekerja dapat dipertingkatkan. Persahabatan kedua-dua semestinya diperkukuh," cuitnya. 

Baca Juga: Penghormatan Mengharukan Putri Anwar Ibrahim, Nurul Izzah: Aku Selalu Bangga dengan Papa

Ketua koalisi Pakatan Harapan (PH), Anwar Ibrahim, dilantik sebagai perdana menteri ke-10 Malaysia, Kamis (24/11/2022), mengakhiri penantian selama 24 tahun untuk memimpin negara tersebut. (Sumber: Straits Times/Astro Awani)

Anwar Ibrahim yang merupakan ketua koalisi Pakatan Harapan (PH), dilantik sebagai perdana menteri ke-10 Malaysia, Kamis (24/11/2022). Pelantikan itu mengakhiri penantiannya selama 24 tahun untuk memimpin negara tersebut.

Seperti dilaporkan  The Straits Times, Anwar yang mengenakan baju melayu hitam dengan sampin emas, tersenyum lebar saat dipanggil untuk mengambil sumpah jabatan.

Datuk Seri Anwar Ibrahim, 75 tahun, dilantik sebagai perdana menteri setelah raja Malaysia, Sultan Abdullah bin Sultan Ahmad Shah, membuat keputusan usai konferensi dengan penguasa Melayu dalam pertemuan khusus sembilan raja negara bagian.


Baca Juga: Megawati Beri Ucapan Selamat kepada PM Baru Malaysia Anwar Ibrahim

“Setelah melalui pandangan para penguasa Melayu, Yang Mulia menyetujui pengangkatan Datuk Seri Anwar Ibrahim sebagai Perdana Menteri ke-10 Malaysia,” kata Pengawas Kerajaan Fadli Syamsuddin, Kamis sore.

Upacara pelantikan tersebut dihadiri oleh pejabat tinggi seperti sekretaris pemerintah, hakim agung, jaksa agung, pembicara dari kedua majelis parlemen dan para pemimpin dari PH dan Barisan Nasional (BN).

Anwar duduk di sebelah istrinya yang juga mantan Wakil Perdana Menteri Wan Azizah Wan Ismail. Enam anak mereka, termasuk mantan anggota parlemen Nurul Izzah Anwar, juga hadir.

Pelantikan ini terjadi setelah sebagian besar pihak menyetujui proposal Sultan Abdullah untuk sebuah pemerintahan persatuan setelah pemilihan umum pada Sabtu (19/11/2022) menghasilkan Parlemen Malaysia yang tidak memiliki kubu mayoritas.


Sumber : Kompas TV/The Straits Times

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

REKOMENDASI UNTUK ANDA

Powered by



Video Pilihan

BERITA LAINNYA


Close Ads x