HARIAN KOMPAS KOMPAS.COM KOMPASIANA.COM TRIBUNNEWS.COM KONTAN.CO.ID BOLASPORT.COM GRID.ID GRIDOTO.COM GRAMEDIA.COM KGMEDIA.ID
Kompas TV feature 100 hari keliling indonesia

Padang | 100 Hari Keliling Indonesia (4)

Kamis, 1 November 2018 | 00:10 WIB

Indonesia. Terbentang dari Sabang hingga Merauke, menyimpan pesona, sekaligus dinamika sebuah negeri yang terus membangun. Tim produksi KompasTV melakukan sebuah ekspedisi panjang demi sebuah ambisi, menjelajahi Nusantara, untuk menemukan wajah Indonesia yang sebenarnya, sejujurnya.

Ekspedisi diawali dari ibu kota Jakarta menuju beberapa kota di Pulau Sumatra, berlanjut ke kota-kota lain di Kalimantan, Sulawesi, Papua, Maluku, Nusa Tenggara, Bali, hingga kembali lagi ke titik awal, Jakarta.

Semuanya akan coba dilakukan hanya dalam waktu 100 hari.

Editor : D I M



BERITA LAINNYA

Close Ads x
NEWSTICKER
19:52
KPK SITA TIGA KENDARAAN DAN UANG SAAT PENANGKAPAN MANTAN SEKRETARIS MA NURHADI   ICW MINTA POLISI TERUS INFORMASIKAN PERKEMBANGAN KASUS DUGAAN PUNGUTAN LIAR DI UNIVERSITAS NEGERI JAKARTA   KEMENLU: TIDAK ADA WNI TERDAMPAK DEMONSTRASI TERKAIT GEORGE FLOYD DI AMERIKA SERIKAT   MENTERI KEUANGAN SRI MULYANI SEBUT INSENTIF TENAGA KESEHATAN BARU CAIR RP 10,45 MILIAR   POLRI: 160 NARAPIDANA PENERIMA ASIMILASI LAKUKAN KEJAHATAN LAGI   PRESIDEN JOKO WIDODO BERHARAP PERTUMBUHAN EKONOMI KE DEPAN TAK SAMPAI MINUS   GUGUS TUGAS PENANGANAN COVID-19: DONOR PLASMA DARAH PASIEN SEMBUH AKAN DIGUNAKAN TERAPI PADA PASIEN BELUM SEMBUH   GUBERNUR JATIM KHOFIFAH INDAR PARAWANSA AJAK PASIEN COVID-19 YANG SEMBUH SUMBANGKAN PLASMA DARAH   JUBIR PENANGANAN COVID-19 ACHMAD YURIANTO: BELUM SEMUA KASUS POSITIF COVID-19 BISA TERKONFIRMASI   JUBIR PENANGANAN COVID-19: PER 3 JUNI 2020, ADA 28.233 POSITIF, 8.406 SEMBUH, DAN 1.698 PASIEN MENINGGAL   BALEG DPR TUNDA PEMBAHASAN DAFTAR INVENTARISASI MASALAH (DIM) TERKAIT KOPERASI DI RUU CIPTA KERJA   PEMKOT DEPOK KLAIM MASIH BISA LAKUKAN 3.000 TES COVID-19    HELMY YAHYA CABUT GUGATAN SOAL PEMECATAN DIRINYA OLEH DEWAS TVRI   KEMENTERIAN PPPA: PENGASUHAN ANAK DI ERA NORMAL BARU PERLU PEDOMAN