Kompas TV internasional krisis rusia ukraina

Ukraina Tuding Rusia Lakukan Penyiksaan di Kherson: Skalanya Mengerikan

Jumat, 18 November 2022 | 15:09 WIB
ukraina-tuding-rusia-lakukan-penyiksaan-di-kherson-skalanya-mengerikan
Ombudsman Ukraina Dmytro Lubynets menyebut kekejaman penyiksaan yang diduga dilakukan tentara Rusia di Kherson berada pada skala mengerikan. (Sumber: TASS Via The Moscow Times)
Penulis : Haryo Jati | Editor : Edy A. Putra

KHERSON, KOMPAS.TV - Ukraina mengungkapkan temuan tentang adanya penyiksaan di Kherson, setelah kota itu direbut kembali dari pasukan Rusia pada bulan ini. Ombudsman Ukraina menyebut skala penyiksaan itu "mengerikan."

Kherson merupakan kota penting pertama yang diduduki Rusia sejak melakukan invasi ke Ukraina pada akhir Februari lalu.

Kota pelabuhan tersebut akhirnya bisa diambil alih kembali oleh Ukraina setelah melakukan serangan balik yang intens dalam beberapa bulan terakhir.

Baca Juga: Kamp Pengungsi Gaza Terbakar dan Tewaskan 21 Orang Termasuk 10 Anak-anak, Jumlah Bakal Bertambah


“Saya tak pernah melihat yang seperti ini sebelumnya,” ujar Ombudsman Ukraina Dmytro Lubynets, Kamis (17/11/2022), dikutip dari The Moscow Times.

“Skalanya begitu mengerikan,” tambahnya.

Sejak tentara Rusia mundur pekan lalu, setelah delapan bulan menduduki Kherson, kesaksian-kesaksian mengerikan mulai muncul tentang kekejaman, penganiayaan dan penyiksaan.

Lubynets mengatakan pihak berwenang telah menemukan "ruang-ruang penyiksaan", di mana menurutnya puluhan orang telah disiksa.

Ia mengatakan warga Ukraina disetrum dan dipukuli dengan pipa logam.

Baca Juga: Ngotot Salahkan Rusia atas Rudal Hantam Polandia, Zelenskyy Dikecam Ingin Mulai Perang Dunia III

“Setelahnya mereka dibunuh,” kata Lubynets, menambahkan bahwa ia telah bicara dengan pria yang ditahan di tempat itu selama 45 hari.

“Selama masa itu, ia melihat lusinan orang telah disiksa,” tuturnya.

Ia mengatakan pasukan Ukraina memperkirakan akan menemukan lebih banyak tempat seperti itu.

“Karena ini adalah sistem. Sistem yang dibangun oleh Federasi Rusia,” ujarnya.


Sumber : The Moscow Times

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.


BERITA LAINNYA


Close Ads x