Kompas TV nasional peristiwa

Fenomena Gerhana Bulan Total, Warga Jakarta Utara dan Pesisir Diminta Waspadai Banjir Rob

Selasa, 8 November 2022 | 18:20 WIB
fenomena-gerhana-bulan-total-warga-jakarta-utara-dan-pesisir-diminta-waspadai-banjir-rob
Ilustrasi kawasan Muara Baru, Penjaringan, Jakarta Utara saat digenangi banjir rob. Fenomena gerhana bulan total pada Selasa (8/11/2022) membuat gejolak pasang air laut. Daerah pesisir diminta waspada terhadap gelombang pasang akibat gerhana bulan. (Sumber: ANGGI / KOMPAS TV)
Penulis : Johannes Mangihot | Editor : Vyara Lestari

JAKARTA, KOMPAS.TV - Fenomena astronomi gerhana bulan total akan terjadi, Selasa petang (8/11/2022). Diperkirakan seluruh wilayah Indonesia dapat bisa menyaksikan fenomena ini selama hampir 1,5 jam.

Namun, fenomena gerhana bulan total ini juga membuat gejolak pasang air laut. Daerah pesisir diminta waspada terhadap gelombang pasang akibat gerhada bulan. 

Di DKI Jakarta, daerah pesisir yang diminta untuk waspada yakni di Kepulauan Seribu dan Jakarta Utara. 

Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Utara telah menyiapkan petugas untuk mengantisipasi dampak gerhana bulan. 

Baca Juga: Permukaan Air Laut di Bengkulu Naik Efek Gerhana Bulan Total, Masyarakat Diimbau Jangan Panik

Wali Kota Jakarta Utara Ali Maulana Hakim mengatakan, pihaknya telah menyiapkan petugas gabungan dari unsur Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta, TNI dan Polri untuk mengantisipasi gelombang pasang dan munculnya genangan di sejumlah titik akibat gerhana bulan total.

Menurut Ali, sebagai wilayah yang terletak di pesisir, Jakarta Utara akrab dengan dampak bulan purnama. 

Secara periodik setiap bulan, sejumlah lokasi di Jakarta Utara terdampak rob akibat kenaikan muka air laut karena purnama. 

"Kita menghadapi rob tiap bulan. Sebentar lagi Gerhana Bulan Total yang kemungkinan diprediksi rob agak meninggi," ujarnya, Selasa (8/11/2022), dikutip laman pemberitaan Pemprov DKI Jakarta. 

Baca Juga: Tak Hanya Salat, Berikut 9 Amalan saat Terjadi Gerhana Bulan

Ali menjelaskan, pihaknya telah menyosialisasikan ancaman naiknya gelombang air laut dan banjir rob akibat fenomena alam gerhana bulan total.

Menurutnya, dampak rob kali ini diprediksi lebih tinggi dibandingkan saat terjadinya bulan purnama. 

Selain petugas gabungan, pengurus RT dan RW serta pihak terkait juga siap dikerahkan untuk bersinergi mengatasi terjadinya rob pada Gerhana Bulan Total ini. 

Antisipasi yang dilakukan yakni menutup tanggul laut yang bocor dan mempersiapkan karung pasir penahan rob agar tidak masuk ke daratan. Khususnya di Pelabuhan Sunda Kelapa, Penjaringan.

Baca Juga: Cerita Warga Jakarta Utara Takut Gerhana Bulan Total: Biasanya Rob, Rumah Dekat Laut

Termasuk, menyiagakan sejumlah mesin pompa untuk mempercepat pengembalian genangan ke laut saat rob terpantau surut. 

"Masyarakat sudah kita sosialisasikan untuk waspada. Begitu juga kesiapsiagaan petugas, sarana dan prasarana serta posko sudah kami siapkan," ujar Ali.


 


Sumber : Kompas TV

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.


BERITA LAINNYA


Close Ads x