Kompas TV internasional krisis rusia ukraina

Ukraina Klaim Alami Terobosan Positif di Luhansk dan Kherson, Perebutan Kembali Telah Dimulai

Kamis, 6 Oktober 2022 | 14:18 WIB
ukraina-klaim-alami-terobosan-positif-di-luhansk-dan-kherson-perebutan-kembali-telah-dimulai
Tentara Ukraina saat merebut kembali Izium, Kharkiv dari pendudukan Rusia. Ukraina dilaporkan alami terobosan positif baik di Luhansk dan Kherson. (Sumber: AP Photo/Kostiantyn Liberov, File)

Penulis : Haryo Jati | Editor : Purwanto

KIEV, KOMPAS.TV - Ukraina mengklaim pasukannya telah mengalami terobosan positif baik di Luhansk dan Kherson.

Kedua tempat tersebut merupakan wilayah Ukraina yang diduduki Rusia, dan dicaplok oleh Moskow secara ilegal.

Pada Rabu (5/10/2022), Gubernur Luhansk, Serhiy Haidai, menegaskan bahwa perebutan kembali wilayah telah dimulai.

“Sejumlah pemukiman telah dibebaskan dari tentara Rusia, dan angkatan bersenjata Ukraina di sana sudah mengibarkan bendera Ukraina,” ujarnya dikuti dari Politico.

Baca Juga: Rusia Mobilisasi 200.000 Serdadu, Ukraina Minta Barat Perbanyak Kirim Senjata agar Perang Cepat Usai

Pengumuman Haidai datang hanya beberapa jam setelah Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy mengatakan pasukan Ukraina mendorong maju dengan cepat melawan Rusia.

Hal itu terkait dalam upaya mereka untuk merebut kembali wilayah di sekitar kota pelabuhan penting Kherson di selatan.

Dalam kemajuan besar selama beberapa hari terakhir, Kiev telah merebut kembali sebagian besar tanah di sepanjang tepi barat sungai Dnieper di wilayah Kherson, yang diduduki oleh Rusia sejak awal invasi pada akhir Februari lalu.

Keberhasilan Ukraina itu mengikuti pembebasan hampir seluruh wilayah Kharkiv, yang ada di timur laut.

Baca Juga: Gagal Bayar Tagihan karena Harga Meroket, Rusia Putus Pasokan Gas ke Negara Termiskin Eropa Ini

“Tentara Ukraina melakukan kemajuan yang cukup cepat dan kuat di selatan negara kita,” kata Zelenskyy, Selasa (4/10/2022).

Sementara itu, Staf Umum Angkatan Bersenjata Rusia menggambarkan pasukan Rusia di Ukraina mengalami demoralisasi.

Bahkan mereka meninggalkan posisinya, dan mundur ke jarak yang aman.

Komando Militer Kiev pun mengungkapkan, Rusia menghancurkan persediaan amunisi saat mundur, dan mencoba menghancurkan jembatan dan penyeberangan sungai untuk memperlambat kemajuan Ukraina.



Sumber : Politico

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

REKOMENDASI UNTUK ANDA

Powered by
jixie-logo



Video Pilihan

BERITA LAINNYA


Close Ads x