Kompas TV nasional hukum

Usai Periksa Pramugari, KPK Segera Kirim Panggilan Kedua kepada Lukas Enembe

Senin, 3 Oktober 2022 | 22:31 WIB
usai-periksa-pramugari-kpk-segera-kirim-panggilan-kedua-kepada-lukas-enembe
Dalam keterangan video yang dikirimkan kepada awak media, Gubernur Papua Lukas Enembe mengaku masih dalam keadaan sakit dan tidak bisa beraktivitas secara normal. (Sumber: Kompas TV)

Penulis : Hariyanto Kurniawan | Editor : Edy A. Putra

JAKARTA, KOMPAS.TV - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) segera mengirimkan surat panggilan kedua kepada Lukas Enembe sebagai tersangka kasus dugaan suap dan gratifikasi terkait pekerjaan atau proyek yang bersumber dari APBD Provinsi Papua

"Kami segera kirimkan surat panggilan kedua sebagai tersangka," kata Kabag Pemberitaan KPK Ali Fikri dalam keterangan video yang diterima Jurnalis KompasTV Thifal Solesa, Senin (3/10/2022).

Namun untuk waktu dan lokasi pemeriksaan, KPK belum menentukannya.

"Mengenai waktu dan tempat pemeriksaan tentu nanti akan kami informasikan lebih lanjut."

Baca Juga: MAKI soal Klaim Kekayaan Lukas Enembe Berasal dari Tambang Emas: Hoaks

Saat ini, kata Ali, KPK masih terus mengumpulkan bukti keterlibatan Lukas Enembe dalam kasus dugaan suap dan gratifikasi terkait pekerjaan atau proyek yang bersumber dari APBD Provinsi Papua.

Selain itu, KPK masih melakukan analisis dokumen-dokumen yang dikirimkan penasihat hukum Lukas Enembe.


KPK Periksa Pramugari RDG Airlines

KPK, hari ini, memeriksa seorang pamugari PT RDG Airlines, Tamara Anggraeny, sebagai saksi kasus dugaan korupsi yang melibatkan Gubernur Papua Lukas Enembe.

"Pemeriksaan dilakukan di Kantor KPK RI, Jakarta Selatan atas nama Tamara Anggraeny, karyawan swasta/pramugari PT RDG Airlines," kata Ali.

Selepas diperiksa penyidik KPK di Gedung Merah Putih, Tamara mengaku dirinya ditanya seputar penerbangan pribadi Lukas Enembe menggunakan pesawat jet.

Namun, Tamara tak merinci berapa kali Lukas menggunakan pesawat tersebut.

Baca Juga: Kasih Unjuk Obat, Lukas Enembe Mengaku Masih Sakit dan Tidak Bisa Kelelahan

 


Sumber : Kompas TV

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

REKOMENDASI UNTUK ANDA

Powered by



Video Pilihan

BERITA LAINNYA


Close Ads x