Kompas TV video vod

Direktur Celios, Bhima Yudhistira Sebut Utang Indonesia Digunakan untuk Tingkatkan Produktivitas

Kompas.tv - 30 September 2022, 01:56 WIB
Penulis : Edwin Zhan

JAKARTA, KOMPAS.TV - Peneliti ekonomi dari INDEF, Abra Talattov menyebut, dengan membengkaknya utang, pemerintah perlu mewaspadai porsi belanja bunga utang terhadap total belanja pemerintah pusat yang makin besar.

Dengan terus membengkaknya utang, pemerintah perlu mengantisipasi beban bunga utang agar tidak semakin membebani di masa depan.

Apa strategi pemerintah untuk mengerem jumlah utang?

Kompas TV akan berbincang dengan direktur Celios, Bhima Yudhistira.
Lantas, apa yang harus diwaspadai pemerintah terkait semakin besarnya utang?

Bagaimana dengan bunga utang yang terrus dibayar setiap tahunnya?
Dampak dampak apa saja yang perlu diperhatikan pemerintah?
Apakah besar utang ini masih aman?

Ya, Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mencatat posisi utang pemerintah per akhir Agustus 2022 sebesar Rp 7.236,61 triliun.

Naik Rp 73,5 triliun dari posisi bulan sebelumnya.

Presiden Joko Widodo berpesan pada Menteri Keuangan, Sri Mulyani, agar berhati-hati dalam menggunakan dana dari APBN.

Ya, utang pemerintah terus membengkak.
Kementerian Keuangan menyebut, peningkatan ini masih dalam batas aman, wajar, dan terkendali.
Sementara realisasi pembiayaan utang hingga 31 Agustus 2022, mencapai Rp 331,2 triliun atau turun 40 persen, jika dibandingkan periode yang sama tahun 2021.

Presiden Joko Widodo berpesan pada Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati agar berhati hati dalam memanfaatkan APBN.

Harus dipastikan, apa pun yang dibiayai APBN harus produktif.



Sumber : Kompas TV

BERITA LAINNYA



Close Ads x